Kesehatan Mental

Shaking Therapy untuk Meredakan Stres dan Trauma, Bagaimana Melakukannya?

July 4, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan stres, dari mulai meditasi hingga melakukan hal-hal yang disukai. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat terapi yang dilakukan dengan cara menggerakan tubuh yang dapat membantu meredakan stres dan trauma?

Ya, terapi tersebut dikenal dengan sebutan shaking therapy. Nah, agar kamu lebih memahami mengenai terapi jenis ini, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Kerap Alami Stres? Coba Redakan dengan 7 Makanan Ini

Mengenal apa itu stres?

Pada dasarnya, stres adalah pertahanan alami tubuh terhadap situasi yang dianggap berbahaya atau sulit.

Ini menyebabkan tubuh dipenuhi oleh hormon yang mempersiapkan tubuh untuk menghindari atau menghadapi ancaman atau bahaya tersebut. Ini dikenal sebagai mekanisme fight-or-flight.

Ketika kamu menghadapi tantangan atau ancaman, tubuh dapat mengaktifkan sumber daya yang dapat membantumu bertahan dan menghadapi tantangan atau menyelamatkan diri secepat mungkin.

Perlu kamu ketahui bahwa stres dapat memengaruhi tubuh. Misalnya saja, stres yang berlangsung secara terus-menerus dapat berdampak negatif pada tubuh, ini dapat menimbulkan kondisi tertentu, seperti:

  • Sifat lekas marah
  • Merasa gelisah
  • Sakit kepala
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun
  • Peningkatan risiko serangan jantung

Maka dari itu, penting untuk mengelola stres dengan baik demi kesejahteraan serta kesehatan secara keseluruhan. Nah, shaking therapy adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk meredakan stres.

Apa itu shaking therapy?

Shaking therapy adalah terapi yang melibatkan gerakan tubuh atau mengguncangkan tubuh untuk melepasakan ketegangan dan stres. Di samping itu, shaking therapy juga dapat membantu meredakan trauma. Sebab, terapi ini membantu mengatur sistem saraf otonom.

Getaran sendiri dapat membantu melepaskan ketegangan pada otot, membakar kelebihan hormon adrenalin (hormon stres), hingga menenangkan sistem saraf. Ini dapat mengelola tingkat stres dalam tubuh.

Alasan shaking therapy dapat membantu meredakan stres

Perlu kamu ketahui bahwa sistem saraf otonom mengatur berbagai proses dalam tubuh, di antaranya adalah tekanan darah, detak jantung, tingkat pernapasan, suhu tubuh, pencernaan, hingga metabolisme.

Maka dari itu, ketika tubuh mengalami stres, sistem saraf otonom dapat memengaruhi fungsi tubuh.

Sebagai contoh, ketika tubuh merasakan sesuatu sebagai stres atau ancaman, sistem saraf otonom akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol sebagai bagian dari respons fight-or-flight. Hal ini dapat meningkatkan detak jantung dan memengaruhi bagian tubuh lainnya.

Nah, menggerakan atau mengguncangkan tubuh juga dapat membantu menenangkan sistem saraf dan tubuh kembali dalam keadaan normalnya.

Baca juga: Kenali Birthday Blues, Perasaan Sedih di Hari Ulang Tahun

Manfaat shaking therapy

Dilansir laman Healthline, shaking therapy dapat membantu mengelola keadaan emosional, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Di sisi lain, mengelola stres juga dapat membantu mencegahnya terjadi secara terus-menerus atau mencegahnya menumpuk.

Stres yang terjadi secara terus-menerus atau menumpuk dapat berkembang menjadi gejala kecemasan, trauma, atau depresi. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa shaking therapy dapat membantu menenangkan sistem saraf, yang mana dapat meredakan stres atau bahkan trauma.

Bagaimana cara melakukannya?

Terapi ini dapat dilakukan dengan cara duduk atau berdiri. Kemudian, kamu harus fokus pada bagian tubuh tertentu. Selanjutnya, gerakan atau goyangkan bagian tubuh tersebut.

Kamu juga dapat berhenti sejenak dan mengatur napas. Lalu, gerakan salah satu lengan dengan gerakan ringan. Setelah selesai, kamu dapat melakukan gerakan yang sama pada sisi lainnya. Ulangi gerakan yang sama pada setiap kaki, pinggul, dan kemudian tubuh secara keseluruhan.

Goyangkan ataupun gerakan bagian tubuh manapun yang kamu sukai, misalnya saja jari tangan. Apabila kamu baru pertama kali melakukan terapi ini, sebaiknya mulailah dengan durasi yang tidak terlalu panjang, seperti 30 detik saja.

Seiring dengan berjalannya waktu, kamu dapat meningkatkan frekuensi latihan. Penting untuk diingat bahwa kemampuan tubuh masing-masing individu berbeda. Maka dari itu, ketika melakukan terapi ini selalu pertimbangkanlah kemampuan tubuhmu, ya.

Itulah beberapa informasi mengenai shaking therapy untuk meredakan stres dan trauma. Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu atau memiliki cedera pada bagian tubuh tertentu, ada baiknya sebelum melakukan terapi ini berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2021). Diakses pada 02 Juli 2021. Can Shaking Your Body Help Heal Stress and Trauma? Some Experts Say Yes 

Healthshots (2021). Diakses pada 02 Juli 2021. Can shaking therapy help alleviate stress? Let’s find out 

Medical News Today (2020). Diakses pada 02 Juli 2021. Why stress happens and how to manage it 

    register-docotr