Kesehatan Mental

Resolusi Tahun Baru Memotivasi atau Justru Bikin Stres? Sebenarnya Perlu atau Tidak Ya Dibikin

June 22, 2022 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Membuat resolusi kerap dilakukan sebagian orang untuk menyongsong kehidupan di tahun baru. Kehidupan yang lebih baik merupakan tujuan utama banyak orang di tahun berikutnya, direncanakan melalui sejumlah target kecil yang perlu dicapai.

Namun, bagaimana jika target yang telah dibuat tidak berhasil terwujud? Apa ada efeknya pada kesehatan mental? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu resolusi tahun baru?

Menurut Cambridge Dictionary, resolusi tahun baru adalah janji yang kamu buat untuk diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik atau berhenti mengerjakan hal yang buruk di tahun baru.

Beberapa orang menggunakan momen ini untuk menciptakan target atau tujuan hidup yang akan dicapai dalam rentang waktu satu tahun ke depan. Target tersebut bisa apa saja. Misalnya ingin hidup lebih sehat, pencapaian pekerjaan, belajar bahasa baru, atau yang berhubungan dengan percintaan.

Perlukah membuat resolusi tahun baru?

Membuat resolusi bukanlah sebuah kewajiban. Namun, tak ada salahnya untuk mencoba demi menantang diri sendiri dalam mencapai sebuah tujuan.

Menurut penelitian yang terbit di Journal of Clinical Psychology, orang yang menetapkan resolusi tahun baru biasanya 10 kali lebih mungkin untuk benar-benar mengubah perilakunya ketimbang yang tidak membuat tujuan tahunan ini.

Mengapa perlu membuat resolusi tahun baru?

Tahun baru terasa seperti awal periode yang baru, membuat begitu banyak orang menetapkan cita-cita atau target yang tinggi, terlepas dari praktik menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari Psychology Today, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari membuat resolusi ini, di antaranya:

  • Menciptakan tujuan berarti kamu punya arahan dan visi hidup yang jelas.
  • Menciptakan target bisa membuat hidup lebih berkembang
  • Mengejar suatu pencapaian bisa mengaktifkan ‘pusat kesenangan’ di otak, terlepas dari hasil akhirnya.
  • Terdorong untuk hidup lebih produktif karena harus mengejar tujuan.

Bagaimana jika tidak tercapai?

Resolusi adalah harapan dan rancangan tujuan hidup baru. Hal itu bisa terwujud dan tidak. Semua tergantung dari upaya yang dilakukan, apakah sudah maksimal dalam menggapainya atau belum. Jika resolusi yang kamu buat tidak tercapai, tak perlu kecewa.

Menurut sebuah publikasi, tak banyak orang yang benar-benar sukses dalam mewujudkan goal yang telah diciptakan. Hanya sekitar 12 persen yang merasa berhasil mencapai target yang telah dibuatnya sebagai resolusi tahun baru.

Efek yang mungkin bisa muncul

Membuat resolusi memang terlihat menyenangkan karena bisa menantang diri sendiri dalam mencapai suatu hal. Namun, pada beberapa kasus, resolusi saat pergantian tahun juga bisa menjadi hal yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.

Jika merasa gagal dalam mewujudkan resolusi yang telah dibuat, seseorang bisa mengalami kekecewaan, stres, depresi, penurunan rasa percaya diri, hingga perubahan perilaku (behavioral change) secara ekstrem.

“Ini akan menjadi tahun yang sulit bagi orang-orang yang melakukan perubahan yang signifikan atau bahkan ekstrem. Itu menambah banyak tekanan dan stres juga meningkatkan kortisol kita,” ujar Dr. Susan Albers, psikolog dari Cleveland Clinic.

Ada beberapa penyebab yang kerap memicu gagalnya seseorang mencapai target resolusi, di antaranya adalah rencana tujuan yang terlalu tinggi dan tidak realistis dengan kemampuan diri sendiri.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Lho Perbedaan Stres dan Depresi

Tips membuat resolusi tahun baru

Agar bisa dengan mudah tercapai dan tidak kecewa saat gagal mewujudkannya, berikut tips yang bisa kamu lakukan dalam membuat resolusi tahun baru:

  • Atur tujuan secara realistis dan rasional
  • Tetapkan target yang lebih kecil agar mudah dicapai
  • Sesuaikan dengan kemampuan diri sendiri
  • Lupakan semua kegagalan di masa lalu
  • Perbarui motivasi diri untuk mencapai resolusi
  • Siap dengan perubahan yang akan terjadi dalam proses menggapai target.

Nah, itulah ulasan tentang resolusi tahun baru dan tips yang bisa kamu lakukan agar lebih mudah mewujudkannya dan tidak kecewa jika ternyata belum berhasil mencapainya. Jadi, apa resolusimu di 2022?

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Cambridge Dictionary, diakses 22 Desember 2021, New Year’s Resolution.
  2. The Conversation, diakses 22 Desember 2021, Three ways to achieve your New Year’s resolutions by building ‘goal infrastructure’.
  3. Quirkology, diakses 22 Desember 2021, New Year’s Resolution Project.
  4. Psychology Today, diakses 22 Desember 2021, 8 Reasons We Really Do Need to Make Resolutions.
  5. Ohana Behavioral Health, Impact of failed New Year’s Resolution on mental health and how to set realistic goals.
  6. Foundations Wellness Center, diakses 22 Desember 2021, New Year’s Resolutions May be Harmful to Your Mental Health… 5 Things to Do Instead.
  7. Wiley Online Library, diakses 22 Desember 2021, Auld lang Syne: Success predictors, change processes, and self-reported outcomes of New Year’s resolvers and nonresolvers.
  8. National Counselling Society, diakses 22 Desember 2021, Beating New Year’s Resolution pressure.
  9. Verywell Mind, diakses 22 Desember 2021, 10 Great Tips for Keeping Your Resolutions This Year.
  10. Wkyc.com, diakses 22 Desember 2021, Should you ditch the New Year’s resolution this year? One Cleveland Clinic expert weighs in!
    register-docotr