Kesehatan Mental

Mengenal Self Loathing, Kondisi Saat Kamu Membenci Diri Sendiri

April 13, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Tidak selamanya perasaan benci dan ketidaksukaan diproyeksikan terhadap hal-hal di luar diri sendiri. Terkadang, beberapa orang justru membenci diri sendiri dan hal ini dikenal dengan istilah self loathing.

Baca juga: 6 Cara Mengendalikan Emosi untuk Jaga Kesehatan Mental

Apa itu self loathing

Self loathing atau perasaan membenci diri sendiri yang merupakan perasaan kurang, bersalah hingga rendahnya harga diri yang terus muncul secara terus menerus.

Kamu mungkin akan terus membandingkan diri dengan orang lain, menerima hal negatifnya saja tapi menolak hal positif. Sehingga selalu ada perasaan ‘tidak cukup baik’ yang kamu alami.

Beberapa pemikiran yang terkait self loathing adalah sebagai berikut:

  • “:Aku tahu bahwa aku akan gagal”
  • “Kenapa harus mencoba?”
  • “Aku adalah seorang pecundang”
  • “Tidak ada seorang pun yang mau berada di dekatku”
  • “Lihatlah, kamu mengacau terus”
  • “Bisakah kamu bertindak normal?”

Gejala dari self loathing

Berikut ini adalah beberapa gejala dan tanda yang kerap timbul ketika kamu benci terhadap diri sendiri. Yaitu:

  • Perasaan ‘semua atau tidak sama sekali’: Menganggap bahwa kegagalan hanya akan membuat semua hal dalam hidup jadi berantakan
  • Fokus pada hal negatif: Bahkan ketika kamu melewati hari yang menyenangkan, kamu selalu fokus pada hal yang buruk yang kamu lewati di hari itu
  • Terlalu percaya pada perasaan yang buruk: Setiap kali ada perasaan yang buruk atau firasat gagal, kamu selalu merefleksikan hal itu sebagai kenyataan yang sedang kamu hadapi
  • Mencari pembuktian: Kamu terus mencari pembuktian dan respon orang lain terhadap harga diri sendiri
  • Tidak bisa menerima pujian: Setiap kali ada orang yang memberikan pujian, kamu terus menganggap bahwa hal tersebut adalah satu tindakan sopan santun saja

Apa saja penyebab self loathing?

Perasaan benci terhadap diri sendiri tumbuh seiring waktu. Biasanya hal ini dipicu oleh lebih dari satu faktor, termasuk trauma masa lalu hingga ekspektasi palsu terhadap diri sendiri. Berikut ini adalah penjelasannya:

Trauma

Laman kesehatan VeryWellMind menyebut banyak orang yang mengalami self loathing juga mengalami pengalaman traumatis. 

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam the Lancet Psychiatry menyebut kalau pengalaman traumatis yang dimaksud bisa jadi berupa kekerasan dan penolakan secara seksual, fisik dan emosional.

Saat seorang anak mengalami trauma, mereka akan mulai melihat dunia sebagai tempat yang tidak aman dan orang-orang di sekelilingnya sebagai pihak yang berbahaya.

Dari pengalaman itu mereka lalu menciptakan sebuah pemahaman kalau mereka tidak berharga dan tidak pantas mendapat kasih sayang dalam hidup mereka. Hal ini bisa mereka katakan secara langsung pada orang tua atau sekadar mereka pendam saja.

Ekspektasi palsu

Rasa ingin dimiliki, diterima atau bahkan mengerjakan sesuatu dengan baik adalah hal yang normal. Meskipun demikian, terkadang ekspektasi terhadap diri sendiri terlalu tinggi dan tidak mampu dijalani.

Nah, ekspektasi yang sangat luar biasa itulah yang terkadang berujung pada perasaan gagal. Pada kondisi ini, kamu akan mengkritik diri sendiri dan timbul kekecewaan.

Ingin membuat orang lain puas

Selain ekspektasi terhadap diri sendiri, terkadang kamu pun ingin mewujudkan ekspektasi yang dimiliki oleh orang lain. Hal ini semata-mata karena kamu ingin terhubung dan memiliki ikatan dengan orang lain.

Kamu mungkin berpikir ketika orang lain merasa senang dengan dirimu, maka kamu pun akan bahagia dengan sendirinya. Hal ini sebenarnya justru tidak sehat, karena bisa jadi kamu pun akan merasa gagal dan tidak berguna ketika tidak mampu mewujudkan hal itu.

Mencegah dan menangani self loathing

Langkah pertama dalam pencegahan adalah mengenal apa penyebabnya. Untuk itu, cobalah untuk memahami hal apa yang memicu rasa benci terhadap diri sendiri yang kamu miliki.

Cobalah untuk membuat suatu catatan, karena menulis sangat baik untuk kesehatan mental. Pecahkan beberpa pertanyaan ini terkait pemicu self loathing yang bisa kamu alami:

  • Apa yang kami lakukan?
  • Apa yang kamu rasakan saat melakukan aktivitas berbeda?
  • Dengan siapa kamu melakukan hal tersebut?

Selain menulis, berikut ini adalah langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi self loathing:

  • Lawan perasaan negatif yang timbul
  • Berlatih menyayangi diri sendiri
  • Habiskan waktu dengan orang-orang yang berpikiran positif
  • Meditasi
  • Kunjungi therapist

Demikianlah berbagai penjelasan tentang self loathing yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan metal. Selalu sayangi diri sendiri, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Psychology Today, diakses 13 April 2021. Self-Hatred
  2. VeryWellMind, diakses 13 April 2021. Learn Ways to Stop Self-Hatred (verywellmind.com)
  3. VeryWellMind, diakses 13 April 2021. ‘I Hate Myself’: 8 Ways to Combat Self-Hatred By Arlin Cuncic
  4. Healthline, diakses 13 April 2021. I Hate Myself: 7 Ways to Deal With Self-Hatred
  5. The Lancet Psychiatry, diakses 13 April 2021. The epidemiology of trauma and post-traumatic stress disorder in a representative cohort of young people in England and Wales
    register-docotr