Kesehatan Mental

Mendung Bikin Hati Sendu? Bisa jadi Kamu Alami Seasonal Affective Disorder, Yuk Kenali

February 4, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Banyak faktor yang bisa menyebabkan depresi, bahkan musim sekalipun. Dalam hal ini, dunia medis mengenal istilah seasonal affective disorder.

Depresi memang merupakan kelainan mental. Tapi jika tidak diatasi, kelainan ini bisa memengaruhi kesehatan fisik dan kesejahteraan kamu secara keseluruhan.

Baca Juga: Beda Makna Antisosial dan Asosial yang Sering Salah Kaprah Digunakan

Apa itu seasonal affective disorder?

Seasonal affective disorder (SAD) merupakan tipe depresi yang datang dan pergi seiring dengan pola musim. Jadi, bisa saja kamu menjadi lebih murung dan sedih saat musim hujan ketimbang musim panas.

Di negara 4 musim, biasanya kelainan ini disebut dengan winter depression. Hal ini disebabkan gejala muncul dan menjadi lebih parah di musim dingin. Di musim ini penderitanya biasa mengalami energi yang kurang dan terkesan lebih murung.

SAD tidak hanya terjadi di negara 4 musim, lho! Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal, kelainan ini juga terjadi di negara tropis.

Meskipun penelitian dilakukan di Sao Paulo, Brasil, tapi jangan lupa kalau Indonesia juga merupakan negara tropis.

Gejala SAD

Di beberapa kasus, perubahan suasana hati karena kelainan ini sangat serius dan bisa memengaruhi apa yang kamu rasakan, pikirkan dan aktivitas yang kamu jalani. 

Mengutip National Institute of Mental Health Amerika Serikat, gejala SAD ini berlangsung selama 4-5 bulan per tahun. Tanda dan gejala SAD biasanya sama dengan depresi pada umumnya, beserta dengan gejala spesifik yang terjadi pada saat musim panas atau dingin.

Di negara dengan 4 musim, gejala SAD ini pada umumnya terjadi di penghujung musim gugur atau awal musim dingin lalu akan berkurang dan hilang selama musim semi atau panas. Namun beberapa orang mengalami pola yang sebaliknya. 

Beberapa gejala yang dapat timbul antara lain adalah:

  • Merasa depresi hampir sepanjang hari
  • Kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas yang sempat kamu nikmati
  • Mengalami perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Mengalami masalah tidur
  • Lesu dan gelisah
  • Kurang berenergi
  • Merasa putus harapan dan tidak berguna
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sering muncul pikiran untuk bunuh diri.

Gejala spesifik yang dialami pola SAD musim dingin:

  • Tidur berlebihan
  • Makan berlebihan, secara khusus lapar dengan karbohidrat
  • Berat badan bertambah
  • Menarik diri dari kehidupan sosial (merasa perlu berhibernasi).

Gejala spesifik pola SAD musim panas:

  • Sulit tidur
  • Nafsu makan yang kurang, berujung pada penurunan berat badan
  • Kurang beristirahat dan resah
  • Menampilkan perilaku kekerasan.

Penyebab depresi SAD

Penyebab spesifik kasus SAD ini masih belum diketahui secara pasti. Tapi beberapa faktor yang bisa memengaruhi kondisi ini adalah:

  • Jam biologis (irama sirkadian): Berkurangnya label cahaya matahari di waktu tertentu seperti musim gugur dan musim dingin dapat menyebabkan pola SAD musim dingin. Kurangnya paparan cahaya matahari bisa mengganggu jam biologis dan timbulnya depresi.
  • Level serotonin: Serotonin merupakan senyawa kimia di otak yang memengaruhi suasana hati. Berkurangnya cahaya matahari diduga dapat menyebabkan level serotonin berkurang.
  • Level melatonin: Perubahan musim dapat merusak keseimbangan level melatonin dalam tubuh yang berperan dalam mengatur pola tidur dan suasana hati.

Kekurangan vitamin D pun bisa memperparah kondisi ini, karena vitamin D dapat meningkatkan aktivitas serotonin. Selain dari makanan, kamu bisa mendapatkan vitamin D dari sinar matahari. Sayangnya, sinar matahari berkurang di musim gugur ataupun musim dingin dan termasuk saat musim hujan di Indonesia.

Faktor risiko

Situs kesehatan Mayoclinic menyebut SAD lebih banyak dialami oleh perempuan ketimbang laki-laki. SAD pun lebih sering terjadi di orang dewasa muda ketimbang yang lebih tua.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko SAD adalah:

  • Riwayat keluarga: Orang dengan SAD akan lebih mungkin memiliki riwayat keturunan SAD atau bentuk lain depresi
  • Memiliki depresi umum atau kelainan bipolar: Gejala SAD dapat menjadi lebih parah jika kamu memiliki salah satu kondisi tersebut
  • Hidup jauh dari garis khatulistiwa: SAD lebih umum terjadi pada mereka yang tinggal di negara yang jauh dari khatulistiwa. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya sinar matahari saat musim dingin dan durasi musim panas yang lebih panjang.

Baca Juga: Dampak Kekerasan pada Anak: Merusak Kesehatan Fisik dan Psikologis

Bagaimana cara mengatasi SAD?

Ada beberapa cara penanganan SAD, di antaranya adalah:

  • Gaya hidup: Berikan diri pada lebih banyak paparan sinar matahari alami jika memungkinkan, olahraga secara teratur dan kelola level stres
  • Terapi cahaya: Menggunakan lampu khusus yang dinamakan light box untuk menstimulasi paparan cahaya matahari
  • Terapi berbicara atau psikoterapi: Konseling
  • Obat-obatan antidepresan: Seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

Demikianlah berbagai penjelasan tentang seasonal affective disorder yang bisa menyebabkan depresi saat musim tertentu. Selalu jaga kesehatan mental kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Mayoclinic, diakses 04 Februari 2021. Seasonal affective disorder (SAD) – Symptoms and causes
  2. National Institute of Mental Health, diakses 04 Februari 2021. NIMH » Seasonal Affective Disorder (nih.gov)
  3. NHS, diakses 04 Februari 2021. Overview – Seasonal affective disorder (SAD)
  4. National Library of Medicine, diakses 04 Februari 2021. Seasonal affective disorder in a tropical country: a case report
  5. Healthline, diakses 04 Februari 2021. The Effects of Depression in Your Body
    register-docotr