Kesehatan Mental

Suka Menulis Bagus untuk Kesehatan Mental Lho! Ini Sederet Manfaatnya

January 31, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Menulis diketahui memiliki manfaat untuk kesehatan mental, salah satunya dapat membantu memperbaiki suasana hati. Manfaat menulis untuk kesehatan mental juga sudah sejak lama dipercaya dapat mendukung proses terapi.

Karena menulis dapat membantu mengekspresikan diri dan meluapkan perasaan atau pikiran. Tulisan tersebut juga bisa membantu terapis untuk memantau kondisi pasien. Yuk, lebih jauh mengetahui manfaat menulis untuk kesehatan mental melalui ulasan berikut ini.

Baca Juga: Social Climber Termasuk Gangguan Kejiwaan? Yuk, Simak Penjelasannya

Berbagai manfaat menulis untuk kesehatan mental 

Menulis dapat membuat seseorang lebih sadar dan mengenal diri sendiri. Membuat seorang lebih mampu mengendalikan diri dari rasa khawatir, ragu atau perasaan-perasaan lainnya. 

Menulis juga mungkin akan mengubah cara pandang kamu saat melihat satu masalah. Bisa membuatmu lebih bersyukur dan itu berpengaruh pada kesehatan mental lho. Nah dari beberapa manfaat itu, berikut manfaat yang umum diketahui.

Menulis membuat lebih bahagia

Dilansir dari Psychologytoday, menulis dapat membuat orang lebih bahagia dan sehat. Seperti yang tertulis dalam penelitian karya Laura King, yang mengungkapkan orang yang menulis tentang pencapaian, tujuan dan impian masa depannya akan membuat lebih bahagia. 

Meningkatkan kesehatan mental dan fisik

Menulis dapat digunakan sebagai terapi alternatif salah satunya dengan metode yang dikenal dengan istilah positive affect journaling (PAJ) berbasis internet. Sebuah metode pengembangan dari penulisan ekspresif tradisional, menjadi menulis melalui wadah berupa web.

Caranya pasien menulis pengalaman traumatis selama kira-kira 15 hingga 20 menit. Sebuah uji coba menunjukkan hasil menulis secara efektif mengurangi aspek tekanan mental dan meningkatkan aspek kesejahteraan di antara pasien medis dengan masalah kecemasan.

Mengelola stres

Dengan menulis, seseorang yang merasa tertekan atau stres dapat meluruskan pikiran dan perasaan. Mereka seringkali mampu melihat masalah yang terjadi dari sudut pandang yang berbeda. Mereka melihat kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah yang sedang dialami. 

Dengan menulis juga dapat mengeksplorasi perasaan dan melepas emosi yang dirasakan. Kamu akan lebih memahami bagaimana kamu merespons sesuatu dan di kemudian hari lebih memerhitungkan bagaimana bereaksi pada hal yang dapat memancing emosi negatif. 

Melatih kemampuan kognitif

Jika olahraga dilakukan untuk menjaga kesehatan atau kebugaran fisik, menulis dapat digunakan untuk menjaga kemampuan kognitif seiring bertambahnya usia. 

Di saat usia bertambah, menulis dapat membantu kamu tetap berpikir secara teratur dan ini dapat mencegah terjadinya “karatan” pada mental. 

Mencegah otak “lemot”

Pernahkah kamu membuka terlalu banyak tab di laptop dan respons pun menjadi lemot karena terlalu banyak informasi yang disajikan? Ini ibarat isi kepala yang rumit karena terlalu banyak informasi. 

Kondisi rumit itu dapat dibenahi dengan menulis. Ibaratnya menulis akan merunut kembali apa saja yang sudah kamu lihat dan ingat. Ini mencegah kamu agar tidak lemot seperti laptop yang kelebihan informasi, seperti yang tertulis di Pychologytoday.

Baca Juga: Apa Itu Xenophobia dan Bagaimana Ciri-cirinya?

Tips agar bisa merasakan manfaat menulis untuk kesehatan mental

Dilansir dari Webmd, ada beberapa tips agar kamu bisa memaksimalkan manfaat menulis untuk kesehatan mental. Untuk kamu yang belum pernah mencobanya, berikut tahapan yang bisa kamu lakukan. 

Menuliskan semua yang kamu rasa

Jill Howel, seorang konselor kesehatan mental mengatakan bahwa menulis dengan bebas adalah salah satu yang diperlukan. Tuliskan semua yang kamu rasakan, karena semakin sedikit rasa khawatir tentang menulis, semakin banyak manfaat yang dirasakan.

Howel terbiasa meminta pasien menyobek tulisan yang sudah diselesaikan, agar tidak ada yang bisa membacanya. Jika tulisan tersebut tidak dibaca siapapun, orang yang menuliskannya akan merasa lebih leluasa. 

“Saat kamu tahu tidak ada seorang pun yang akan membacanya, kamu tidak akan khawatir jika ada kata yang salah atau tidak akan memikirkan aturan bahasa yang digunakan,” kata Howel dilansir dari WebMd

Menulis dengan rutin

Untuk merasakan manfaat menulis untuk kesehatan mental, cobalah untuk rutin menulis setidaknya 20 menit setiap hari. Cari waktu dan menulislah dalam kondisi rileks dan tenang. Ini akan membantumu untuk meluapkan perasaanmu setelah seharian mengalami banyak hal. 

Cobalah menulis banyak hal

Bukan hanya menulis tentang perasaan yang sedang kamu rasakan, tapi kamu juga bisa menulis surat untuk orang-orang di sekitar. Atau bahkan menulis orang yang sudah tidak bersamamu lagi.

Coba alihkan tulisanmu

Perasaan sedih atau negatif mungkin menjadi bagian dari tulisan-tulisanmu. Namun ketika kamu sudah menyadari tulisanmu terlalu negatif, cobalah untuk mengalihkannya. 

Tidak apa-apa jika ingin bercerita tentang hal negatif, tapi jangan melakukannya lebih dari 20 menit. Kalaupun tulisan tersebut terlalu negatif, hindari membacanya kembali. 

Agar tak kembali terbawa dalam cerita negatif, kamu bisa membuang kertas yang berisi ceritamu sebagai simbol dari membersihkan emosi.

Menulis kapan saja

Kamu bisa menulis kapan saja dan di mana saja untuk membantu meluapkan perasaanmu. Karena itu cobalah untuk menempatkan peralatan menulismu selalu di dekatmu. Misalkan di tas, mobil atau tempat tidur. 

Tak harus berbentuk buku atau kertas. Kamu juga menuliskan jurnal lewat gadget seperti laptop ataupun melalui handphone. 

Demikian ulasan tentang manfaat menulis untuk kesehatan mental. Apakah kamu juga akan mencobanya? Atau ingin berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya?

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr