Kesehatan Mental

Ketika Memutuskan untuk Bunuh Diri, Ini Terjadi pada Otak Manusia!

February 26, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Diketahui kasus bunuh diri setiap tahunnya selalu meningkat. Hal tersebut tentunya menjadi perhatian khusus bagi masyarakat di seluruh dunia. Namun tahukah kamu, ternyata keputusan untuk bunuh diri berkaitan dengan kondisi otak seseorang?

Kasus bunuh diri di dunia 

Melansir penjelasan WHO, hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun, yakni satu orang setiap 40 detik. 

Pada 2016 sekitar 79% kasus bunuh diri terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Bunuh diri menyumbang 1,4% dari semua kematian di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama kematian.

Data menunjukkan mayoritas remaja usia 15-29 tahun, lebih banyak melakukan tindakan bunuh diri daripada menderita kanker, pneumonia, influenza, dan penyakit paru-paru kronis. 

Apa yang terjadi pada otak seseorang ketika memutuskan bunuh diri? 

Seperti dilansir dari laman University of Cambridge, sebuah tim peneliti internasional telah mengidentifikasi jaringan kunci di dalam otak yang meningkatkan risiko seseorang akan berpikir tentang atau mencoba bunuh diri. 

Mengutip University of Cambridge, dr Anne Laura Van Harmelen bersama timnya mengamati perubahan struktur dan fungsi otak dari 12.000 orang peserta yang dilibatkan.

Melalui penelitian tersebut diketahui bahwa manusia memiliki dua jaringan otak yang bisa meningkatkan keinginan untuk bunuh diri. 

Jaringan pertama disebut dengan prefrontal cortex ventral dan lateral. Jaringan ini menghubungkan area otak frontal atau bagian depan serta bertugas dalam mengatur emosi. 

Perlu kamu ketahui, terjadinya perubahan pada jaringan tersebut diakibatkan oleh berbagai faktor. Saat terjadi perubahan, akan tercipta pikiran negatif yang berlebihan.

Sementara jaringan kedua memiliki fungsi menghubungkan korteks prefrontal dorsal dan sistem gyrus frontal inferior. 

Jaringan ini berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan serta mengendalikan perilaku seseorang. Perubahan yang terjadi pada bagian ini, terutama yang bersifat negatif bisa meningkatkan atau memicu keinginan seseorang untuk melakukan bunuh diri. 

Tanda-tanda apabila seseorang mencoba untuk bunuh diri 

Tentunya kamu tidak bisa melihat isi hati dan pikiran seseorang, sehingga tidak mudah untuk mengidentifikasi apakah seseorang memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Namun, seperti dilansir dari laman Healthline, berikut beberapa tanda peringatan bahwa seseorang mungkin berniat bunuh diri: 

  • Berbicara tentang perasaan putus asa atau merasa sendirian.
  • Mengatakan mereka tidak punya alasan untuk terus hidup. 
  • Membuat wasiat atau memberikan harta pribadi. 
  • Mencari cara untuk menyakiti diri sendiri, seperti membeli senjata. 
  • Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit. 
  • Menghindari interaksi sosial dengan orang lain. 
  • Mengungkapkan kemarahan atau niat untuk membalas dendam. 
  • Menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau kegelisahan yang ekstrim. 
  • Berbicara tentang bunuh diri sebagai jalan keluar. 

Memang terasa menakutkan, tetapi mengambil tindakan dan mencari bantuan secepatnya dapat mencegah pikiran-pikiran tersebut.

Baca juga: Jangan Dianggap Enteng! Ini Bahaya PTSD yang Bisa Sebabkan Bunuh Diri

Bagaimana cara berbicara dengan seseorang yang ingin bunuh diri? 

Jika kamu curiga bahwa anggota keluarga atau teman mungkin mempertimbangkan untuk bunuh diri, bicarakan dengan mereka tentang kekhawatiran yang dialami.

Kamu dapat memulai percakapan dengan mengajukan pertanyaan, hindari pembicaraan yang bersifat menghakimi dan konfrontatif. 

Bicaralah secara terbuka dan jangan takut untuk mengajukan pertanyaan yang tidak berbelit. Selama percakapan, pastikan kamu melakukan hal-hal berikut ini: 

  • Tetap tenang dan bicara dengan nada meyakinkan.
  • Akui bahwa perasaan mereka adalah hal normal yang pasti dialami setiap manusia.
  • Memberikan dukungan secara mental. 

Mendengarkan dan menunjukkan dukungan adalah cara terbaik untuk membantu mereka yang memiliki pikiran untuk bunuh diri. Kamu juga dapat mendorong mereka untuk mencari bantuan dari seorang dokter. 

Apabila kamu khawatir dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan bantuan perawatan bagi seseorang yang ingin bunuh diri. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Who.int (2019) diakses pada 25 Februari 2021. Suicide: one person dies every 40 seconds
  2. Who.int (2021) diakses pada 25 Februari 2021. Suicide data
  3. Cam.ac.uk (2019) diakses pada 25 Februari 2021. Study identifies brain networks that play crucial role in suicide risk
  4. Healthline.com (2019) diakses pada 25 Februari 2021. What You Should Know About Suicide 
    Berita Terkait
    register-docotr