Kesehatan Mental

Kerap Rela Berkorban demi Pasangan? Hati-Hati Terjebak dalam Codependent Relationship!

April 1, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Hubungan yang sehat ditandai dengan rasa sama-sama ingin memberikan kebahagiaan pada pasangannya.

Namun, bagaimana jadinya jika kamu memberikan kebahagiaan bagi pasangan bahkan hingga rela berkorban tetapi tidak mendapatkan balasan yang setimpal? Ini dapat menjadi tanda bahwa kamu terjebak dalam codependent relationship.

Baca juga: Mengenal Ghosting dalam Hubungan dan Bagaimana Dampaknya secara Psikologis

Mengenal codependent relationship

Codependent relationship adalah suatu hubungan yang tidak sehat di mana seseorang berusaha untuk membahagiakan pasangan dengan rela mengorbankan keinginannya sendiri. Ini merupakan pola perilaku di mana keputusan bergantung pada persetujuan orang lain.

Singkatnya, codependent relationship adalah suatu hubungan ketika satu pasangan sangat membutuhkan pasangan lainnya, yang pada gilirannya ia juga dibutuhkan. Codependent berbeda dengan dependent.

Pada dependent, masing-masing pasangan saling mengandalkan untuk mendapatkan dukungan dan cinta. Keduanya dapat menemukan nilai dalam hubungan tersebut.

Sedangkan pada codependent, seseorang yang codependent merasa tidak berharga kecuali ia dibutuhkan dan membuat pengorbanan yang drastis untuk pasangannya. Pasangannya tersebut mendapatkan kepuasan karena setiap kebutuhannya dipenuhi oleh orang lain.

Ciri-ciri codependent relationship

Codependent relationship memiliki beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan. Seseorang yang terjebak dalam hubungan ini dapat merasa:

  • Tidak menemukan kepuasan atau kebahagiaan dalam hidup selain melakukan sesuatu untuk orang lain
  • Tetap menjalani hubungan meskipun mereka sadar bahwa pasangannya telah melakukan hal-hal yang menyakitinya
  • Rela untuk melakukan apa saja untuk menyenangkan pasangannya
  • Perasaan cemas secara terus-menerus mengenai hubungan yang dijalani karena keinginan untuk selalu membuat orang lain bahagia
  • Menggunakan semua waktu dan energi untuk memberi pasangan semua yang ia minta
  • Merasa bersalah memikirkan diri sendiri dalam hubungan tersebut dan tidak akan mengungkapkan kebutuhan atau keinginan pribadi apapun
  • Mengabaikan moral atau hati nurani sendiri demi melakukan apapun yang diinginkan pasangan.

Seseorang yang berada dalam hubungan ini merasa kesulitan untuk meninggalkan hubungan tersebut.

Baca juga: Kenali Good Girl Syndrome, Ketika Bersikap Baik Menjadi Suatu Tuntutan

Dampak dari codependent relationship

Perlu kamu ketahui bahwa codependent relationship dapat berdampak negatif. Menyerahkan semua kebutuhan dan identitas diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasangan memiliki kosekuensi jangka pendek dan panjang yang tidak sehat.

Shawn Burn, PhD, seorang profesor psikologi mengatakan bahwa ini dapat menyebabkan pasangan yang rela berkorban menjadi lelah dan mulai mengabaikan hubungan penting lainnya.

Sedangkan, bagi pasangan yang mengambil keuntungan tersebut, mereka dapat mencegah pasangannya untuk mempelajari pelajaran hidup yang dibutuhkan.

Bagaimana condependent relationship dapat berkembang?

Menurut Medical News Today, condependency (kodependensi) adalah perilaku yang dipelajari dan biasanya berasal dari pola perilaku masa lalu atau kesulitan secara emosional.

Para ahli mengatakan bahwa codependency juga dapat berkembang akibat beberapa situasi, seperti masalah dengan hubungan orang tua ketika masih anak-anak atau remaja hingga riwayat trauma di masa lalu.

Codependent relationship umum terjadi di antara orang-orang dengan masalah penyalahgunaan zat.

Cara mengatasi codependent relationship

Nah, berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi codependent relationship.

1. Menetapkan suatu batasan

Misty Hook, PhD, yang merupakan seorang psikolog mengatakan bahwa untuk memperbaiki codependent relationship, penting untuk menetapkan batasan dan menemukan kebahagiaan sebagai individu.

Pada awalnya, menetapkan batasan memang sulit untuk dilakukan. Namun, terdapat beberapa cara yang dapat membantu.

Seperti, mendengarkan dengan empati, namun jangan menawarkan solusi atau mencoba memperbaikinya demi pasangan, kecuali kamu terlibat dengan masalah tersebut.

Tak hanya itu, kamu juga dapat mempraktikan penolakan yang sopan.

2. Belajar mencintai diri sendiri

Belajar untuk mencintai diri sendiri dan menghargai diri sendiri dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri serta kebahagiaan.

Semua ini dapat memudahkanmu untuk mengekspresikan kebutuhan diri sendiri, menetapkan batasan, dan merupakan kunci untuk mengatasi ketergantungan.

Menghabiskan waktu dengan orang yang memperlakukanmu dengan baik, melakukan hal-hal yang kamu sukai, menjaga kesehatan diri sendiri, dan menghilangkan pemikiran negatif pada diri sendiri dapat membantumu untuk mencintai dan menghargai diri sendiri.

3. Belajar mengenai bagaimana hubungan sehat seharusnya terjalin

Codependent relationship merupakan hubungan yang tidak sehat. Agar kamu tidak terus menerus terjebak dalam condependent relationship penting untuk mengetahui seperti apa hubungan yang sehat dan non-codependent.

Dikutip Healthline, beberapa ciri hubungan yang sehat di antaranya adalah:

  • Mempercayai diri sendiri dan masing-masing pihak saling percaya terhadap pasangannya
  • Kedua pihak saling merasa aman
  • Saling berkompromi satu sama lain.

Dalam hubungan yang sehat, masing-masing pihak harus peduli terhadap perasaan pasangannya. Tak hanya itu, masing-masing pihak juga harus merasa dapat menyuarakan pendapat.

Itulah beberapa informasi mengenai codependent relationship. Jika kamu merasa kesulitan untuk keluar dari codependent relationship, mencari bantuan dari seorang profesional dapat membantumu.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Fort Behavioral Health (2020). Diakses pada 31 Maret 2021. 9 Warning Signs of a Codependent relationship 

Healthline (2019). Diakses pada 31 Maret 2021. 8 Tips for Overcoming Codependence

Medical News Today (2017). Diakses pada 31 Maret 2021. What’s to know about codependent relationships? 

Webmd (2014). Diakses pada 31 Maret 2021. Are You in a Codependent relationship? 

 

 

    register-docotr