Kesehatan Mental

High Functioning Anxiety: Penyebab, Gejala, serta Cara Mengatasinya

July 6, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ada beberapa situasi yang bisa menyebabkan seseorang menjadi cemas. Misalnya saja terkait dengan pekerjaan. Kecemasan seringkali dikaitkan dengan memberikan dampak negatif.

Namun, tahukah kamu bahwa terdapat jenis kecemasan yang justru membuat seseorang melangkah maju menjadi lebih baik dibandingkan dengan terjebak dalam ketakutannya? Ya, kondisi ini dikenal dengan high functioning anxiety.

Baca juga: Shaking Therapy untuk Meredakan Stres dan Trauma, Bagaimana Melakukannya?

Apa itu high functioning anxiety?

High functioning anxiety adalah suatu kondisi ketika kecemasan mendorong seseorang untuk melangkah maju ke arah yang lebih baik dibandingkan tenggelam dalam ketakutan.

Pada kondisi ini, seseorang mungkin saja terlihat baik-baik saja dari luar, akan tetapi sebenarnya ia berjuang atau hancur di dalam. Misalnya saja, seseorang dapat tampak sukses atau tenang dari luar. Namun, perasaan yang ia rasakan di dalam sangat berbeda.

Dengan kata lain, seseorang dengan kondisi ini mungkin saja mengalami gejala sangat khawatir atau bahkan memiliki pikiran-pikiran tertentu yang terus hadir, namun ia tetap dapat menjalankan tugasnya.

Sebagian orang dengan high functioning anxiety mungkin saja pandai dalam menyembunyikan gejala yang dialaminya dari orang lain. Namun, kecemasan yang dirasakan lebih mendorong mereka untuk mencapai tujuan dibandingkan dengan menahannya.

Apa penyebab high functioning anxiety?

Penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui. Meskipun demikian, dikatakan mungkin saja gangguan kecemasan hadir pada beberapa orang.

Di sisi lain, juga terdapat beberapa faktor yang mungkin saja berkontribusi pada kecemasan, ini termasuk:

  • Genetik
  • Kepribadian seseorang
  • Tingkat stres yang tinggi atau pernah mengalami trauma
  • Kondisi medis tertentu yang dapat memperburuk gejala kecemasan
  • Memiliki gangguan kesehatan mental lainnya.

Gejala high functioning anxiety

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa dari luar, penderita kondisi ini mungkin saja merupakan gambaran dari kesuksesan dan keberhasilan. Misalnya saja mengerjakan tugas dengan baik, datang ke kantor lebih awal, atau bahkan menjadi pekerja yang teladan.

Adapun beberapa karakteristik dari seseorang dengan high functioning anxiety yang seringkali dianggap positif di antaranya adalah:

  • Kepribadian yang ramah
  • Tepat waktu
  • Terorganisir
  • Berorientasi pada detail
  • Tertib dan rapi
  • Berprestasi
  • Aktif
  • Loyal
  • Gemar membantu orang lain
  • Tampak tenang.

Apa yang terlihat dari luar sangat bertolak belakang dengan apa yang sebenarnya dirasakan oleh seseorang dengan kondisi ini. Kecemasan dapat dirasakan oleh penderita terkait dengan kesuksesan yang diraih.

Karena seringkali tidak tampak dari luar, banyak orang yang tidak tahu bahwa tindakan positif tersebut didasari oleh kecemasan yang dirasakan.

Dikutip dari laman Very Well Mind, dibandingkan dengan anggapan mengenai seseorang yang sukses, penderita high functioning anxiety mungkin saja mengalami pergumulan berikut ini dalam kehidupan sehari-hari.

  • Takut mengecewakan orang lain sehingga memutuskan untuk menjadi people pleaser
  • Gugup
  • Melakukan sesuatu berulang kali
  • Overthinking
  • Kebutuhan untuk diyakinkan
  • Menghindari kontak mata
  • Sulit untuk mengatakan tidak
  • Insomnia
  • Pikiran tertentu yang terus-menerus muncul
  • Merasa terintimidasi oleh masa depan
  • Kecenderungan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain, jika suatu hal tidak sesuai dengan apa yang diharapkan
  • Kelelahan mental dan fisik
  • Mengalami insomnia akibat kecemasan yang dirasakan.

Baca juga: Apa Itu Komponen Cinta dalam Triangular Theory of Love?

Cara mengatasi high functioning anxiety

Pada dasarnya, high functioning anxiety bukanlah diagnosis kesehatan mental resmi. Sebaliknya, ini berkembang menjadi salah satu kondisi atau istilah yang mengacu pada seseorang yang memiliki kecemasan. Namun, dapat menjalankan fungsi dengan baik dalam berbagai aspek kehidupan.

Meskipun demikian, segala macam gejala kecemasan harus segera ditangani. Sebab, ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan atau hubungan seseorang.

Dilansir dari Medical News Today, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecemasan dalam kasus high functioning anxiety, ini dapat termasuk:

1. Psikoterapi

Psikoterapi dapat membantu seseorang untuk mengelola gangguan kecemasan. Misalnya saja cognitive behavioral therapy (CBT) merupakan salah satu pengobatan yang efektif untuk menangani kecemasan.

CBT dapat membantu untuk mengurangi pikiran cemas dan secara bertahap menghadapi objek atau situasi yang menjadi pemicu kecemasan.

Di sisi lain, terapis juga dapat mengajari seseorang dengan kondisi ini metode untuk mengurangi kecemasan, seperti teknik pernapasan dalam atau meditasi.

2. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu juga dapat mengatasi kecemasan, ini termasuk:

  • Antidepresan tertentu
  • Obat anti kecemasan
  • Benzodiazepine yang termasuk obat penenang.

Namun yang perlu diingat adalah obat-obatan tersebut tidak boleh dikonsumsi sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Itulah beberapa informasi mengenai high functioning anxiety. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Bridges to Recovery. Diakses pada 05 Juli 2021. What Is It Like To Have High-Functioning Anxiety?

Health (2018). Diakses pada 05 Juli 2021. What Is High-Functioning Anxiety–and Could You Have It? 

Medical News Today (2021). Diakses pada 05 Juli 2021. What to know about high functioning anxiety 

Very Well Mind (2020). Diakses pada 05 Juli 2021. The Characteristics of High Functioning Anxiety 

 

    register-docotr