Kesehatan Mental

Gara-Gara Terlalu Sering Video Call, Kamu Bisa Alami Zoom Fatigue Loh! Yuk Cari Tahu

September 23, 2020 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Adanya pandemi COVID-19 di seluruh belahan dunia, membuat masyarakat harus melakukan kegiatan secara online. Semua orang harus belajar dan berdiskusi melalui panggilan video online atau lebih dikenal menggunakan aplikasi zoom.

Tetapi tahukah kamu terlalu lama menggunakan panggilan video menimbulkan fenomena zoom fatigue? Yuk simak penjelasannya. 

Baca Juga: Doomscrolling: Makin Meningkat di Masa Pandemi COVID-19, Apakah Kamu Juga Mengalaminya?

Apa itu zoom fatigue

Sejak adanya pandemi, bekerja dari rumah mengharuskan kita menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan aplikasi panggilan video seperti Zoom. Dan tanpa kita sadari, ternyata cara tersebut memiliki efeknya yang sangat mengejutkan. 

Dilansir dari Good House, sering melakukan panggilan video melalui zoom sampai berjam-jam lamanya bisa mengakibatkan zoom fatigue. 

Zoom fatigue ini adalah jenis kelelahan yang terjadi saat orang berpartisipasi dalam panggilan telekonferensi untuk jangka waktu yang lama. Perlu kamu ketahui bahwa kelelahan akibat zoom terjadi karena berinteraksi melalui video call sangat berbeda dengan bertemu langsung.

Penyebab zoom fatigue

Dalam panggilan video, kamu perlu fokus pada beberapa kolega secara bersamaan dan setiap orang yang sedang menelepon memiliki latar belakang berbeda yang menarik perhatian mata. Tentu saja hal itu bisa mengalihkan perhatianmu saat sedang berbicara.

Tak hanya itu saja kamu juga harus bisa berkonsentrasi secara terus menerus. Ketika sedang melakukan rapat melalui panggilan video, kamera akan menyala dan banyak orang akan melihat apa yang kamu lakukan.

Hal itu menjadi alasan kamu harus tetap siap siaga dan berkonsentrasi karena menjadi perhatian banyak orang. 

Selain itu, kamu juga harus terganggu konsentrasinya karena gangguan lain yang biasanya tidak ada di tempat kerja. Contohnya seperti gonggongan anjing, anak-anak mencari remote televisi, atau pasangan yang masuk ke ruangan tanpa menyadari bahwa ada panggilan video. 

Kamu mungkin akan merasa lebih kewalahan, kelelahan, dan mudah tersinggung daripada biasanya. 

Baca juga: Benarkah COVID-19 Bisa Menular Lewat Makanan Beku? Ini Fakta Lengkapnya!

Dampak jangka pendek zoom fatigue

Ketika kamu sudah dilanda kelelahan dan mengalami fenomena zoom fatigue, pasti akan timbul efek samping pada fisik yang terkait dengan perasaan, seperti dilansir dari Good House:

  • Ketegangan di mata, karena berfokus pada layar selama berjam-jam.
  • Nyeri di punggung bawah, leher, atau tulang belakang, yang mungkin disebabkan oleh cara kamu duduk di rumah saat sedang melakukan panggilan video.
  • Perasaan apatis yang berlebihan.

Dampak jangka panjang zoom fatigue

Zoom fatigue itu nyata, dan menyebabkan jenis kecemasan baru di tengah isolasi saat pandemi COVID-19 ini terjadi. Dilansir Nature Index, ketika kita bertemu secara langsung, otak akan bekerja lebih alami karena bergantung pada pemrosesan otomatis isyarat non-verbal.

Namun berbeda dengan panggilan video. Ketika dalam sebuah panggilan pada umumnya orang-orang akan jauh lebih menyadari wajah mereka sendiri, jadi cenderung meremehkan reaksi emosional terhadap berbagai hal saat mereka melakukan konferensi video.

Hal tersebut yang akan memicu psikologis seseorang untuk mengalami kecemasan berlebihan pada diri sendiri.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Tips Aman Menginap di Hotel Selama Pandemi COVID-19

Cara mengatasi zoom fatigue

Walaupun kita semua ingin menghindari panggilan video karena kelelahan, tetapi tidak dapat disangkal bahwa cara itu adalah yang paling efektif untuk menghadapi kondisi saat pandemi seperti sekarang ini. 

Daripada memutuskan hubungan secara emosional dari kolega atau orang yang kamu cintai, coba lakukan salah satu cara ini untuk merasa lebih rileks saat menerima panggilan video.

1. Matikan kamera

Pertama, kamu dapat mematikan video dan hanya mendengarkan audionya saja. Jelaskan bahwa kamu akan mematikan kamera selama rapat berlangsung. Jika tidak ada yang menuntut kamu untuk berada di depan kamera, maka tutupi dan lanjutkan pertemuan dengan sikap positif.

2. Pastikan tepat waktu

Kamu dapat membuat rapat tetap singkat dan menjelaskan bahwa memiliki jadwal yang padat sehingga orang tahu apa yang diharapkan dari segi durasi. Beri tahu semua orang bahwa kamu harus segera akhiri panggilan video tersebut tepat saat jam berbunyi sesuai jadwal. 

3. Jagalah penampilan

Bersiap untuk penampilan yang rapi saat akan melakukan panggilan video salah satu cara untuk membantu membentuk suasana hati.

4. Buat pertemuan dengan jarak 5-10 menit

Pastikan untuk beristirahat sejenak untuk melakukan kegiatan seperti ke kamar mandi, mengisi air, atau makan siang. Dan selalu mencoba memulai rapat dengan selisih 10 menit.

Bangun dan berjalanlah di luar atau di dalam rumah. Lakukan peregangan atau latihan lain di meja kamu. Ini akan memberi kamu waktu solo untuk mengisi ulang.

5. Hilangkan rasa tidak enak untuk menutup panggilan 

Sangat penting untuk menetapkan batasan dan mempelajari cara mengatakan tidak pada rapat atau hangout saat kamu merasa lelah.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Goodhousekeeping.com (2020) diakses pada 21 September 2020. How to Navigate Zoom Fatigue With Colleagues and Friends, According to Experts
  2. Ideas.ted.com (2020) diakses pada 21 September 2020. Zoom fatigue is real — here’s why video calls are so draining
  3. News.northeastern.edu (2020) diakses pada 21 September 2020. ZOOM FATIGUE’ IS REAL. HERE’S WHY YOU’RE FEELING IT, AND WHAT YOU CAN DO ABOUT IT. 
  4. Natureindex.com (2020) diakses pada 22 September 2020. ‘Zoom fatigue’ is real, and it’s causing a new kind of anxiety amid coronavirus isolation 
    Berita Terkait
    register-docotr