Kesehatan Mental

Mengenal Fenomena Burnout dan Efeknya Bagi Kesehatan Kaum Millenial

May 5, 2020 | Ajeng Annastasia | dr Vivi Puspita Hartono
feature image

Tuntutan pekerjaan pada kaum milenial membuat fenomena burnout mudah terjadi. Tapi tahukah kamu apa itu burnout?

Kondisi ini paling mudah dialami oleh seseorang yang memiliki tingkat stres tinggi, sering makan tidak teratur, serta kurang istirahat.

Mengenal istilah burnout

Fenomena burnout kini banyak dialami kaum milenial. Foto: Shutterstock.com

Menurut World Health Organization (WHO), fenomena burnout merupakan sindrom akibat stres kronis yang belum berhasil dikelola oleh setiap individu. 

Misalnya pada seorang karyawan, yang sepatutnya memiliki kesehatan mental yang baik, ini justru mengalami depresi akibat banyaknya jam kerja. Kondisi ini membuat kontrol emosi tidak terkendali, tidak sehat secara mental dan sering berpikiran negatif.

Efek dari fenomena burnout ini adalah stres kronis yang merupakan kelelahan emosional, fisik dan mental yang berkepanjangan, sehingga seseorang mulai kehilangan minat dan motivasi.

Burnout mengurangi produktivitas dan menguras energi sehingga membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lemah dan cepat marah. Jika mengalami ini dalam waktu yang lama akan berdampak pada kehidupan sosial terutama pekerjaan, juga rentan terhadap penyakit saluran napas atas.

Tanda dan gejala fenomena burnout

Burnoutmemiliki gejala yang bertahap, yang setiap gejalanya harus diperhatikan agar tidak menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu.

Baca juga: 8 Tips Ampuh dan Sederhana Mengatasi Haid Tidak Lancar

Gejala dan tanda fenomena burnout secara fisik

  1. Merasa lelah dan kehabisan waktu
  2. Kekebalan tubuh menurun
  3. Sering sakit kepala atau nyeri otot
  4. Nafsu makan atau kebiasaan tidur menjadi berubah

Gejala dan tanda fenomena burnout secara emosional

  1. Sering merasa gagal dan ragu-ragu
  2. Merasa tak berdaya
  3. Kehilangan motivasi
  4. Pandangan yang semakin negatif
  5. Menurunnya rasa kepuasan dan pencapaian

Gejala dan tanda fenomena burnout secara perilaku

  1. Menjauhkan diri dari orang lain
  2. Menunda-nunda dalam menyelesaikan sesuatu
  3. Beralih pada makanan, obat-obatan, atau alkohol dalam mengatasinya
  4. Melepaskan rasa frustrasi pada orang lain
  5. Melewati pekerjaan atau datang terlambat dan pulang lebih awal

Penyebab terjadinya burnout

Terlalu banyak pekerjaan dan kurang tidur jadi salah satu pemicu burnout. Foto: Shutterstock.com

Karyawan yang selalu diremehkan dan mendapatkan pekerjaan terlalu lebih berisiko untuk mengalami burnout.

Selain kelelahan, beberapa faktor lain yang juga berkontribusi menyebabkan burnout termasuk gaya hidup dan kepribadian, bergantung bagaimana seseorang menghadapinya.

Penyebab burnout yang berhubungan dengan pekerjaan:

  1. Merasa seperti tidak memilki atau tidak ada kontrol atas pekerjaan
  2. Kurangnya pengakuan atau penghargaan untuk pekerjaan yang baik
  3. Ekspektasi pekerjaan yang tidak jelas 
  4. Melakukan pekerjaan yang monoton atau tidak menantang
  5. Bekerja di lingkungan yang memiliki tekanan tinggi

Gaya hidup yang menyebabkan burnout:

  1. Bekerja terlalu banyak, tanpa cukup waktu untuk bersosialisasi atau bersantai
  2. Kurang memiliki hubungan dekat dengan seseorang
  3. Mengambil terlalu banyak tanggung jawab, tanpa cukup bantuan dari orang lain
  4. Tidak cukup tidur

Baca juga: Jaga Jarak dengan si Silent Killer Hipertensi, Ini Hal-Hal Perlu Kamu Tahu

Cara mengatasi fenomena burnout

Jangan ragu diskusi dengan pakar terkait gejala burnout. Foto: Shutterstock.com

Jika seseorang merasa mengalami burnout ada baiknya untuk segera melakukan kegiatan yang positif, jangan sungkan untuk membicarakan masalaah yang dihadapi kepada sesorang yang dipercaya.

Upayakan untuk lebih terbuka terutama soal pekerjaan, melakukan program hidup sehat seperti berolahraga dan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Jangan lupa selalu cukupi kebutuhan istirahat juga, ya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

“Burn-out an “occupational phenomenon”: International Classification of Diseases.” World HEalth Organization (2019). 31 Oct 2019.
Melinda Smith, M.A., Jeanne Segal, Ph.D., Lawrence Robinson, and Robert Segal, M.A. “Burnout Prevention and Treatment.” Helpguide (2019). 31 Oct 2019.

    register-docotr