Kesehatan Mental

Demi Mental Tetap Sehat, Berikut 5 Tips Mengatasi Rasa Marah dan Dendam

July 7, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ketika seseorang telah berbuat jahat, rasa marah dan ingin membalas dendam mungkin saja akan dirasakan. Namun, penting untuk diketahui bahwa rasa marah dan dendam tersebut harus segera diatasi. Sebab, jika tidak hal tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan mentalmu.

Marah dan dendam sebenarnya merupakan emosi yang normal yang dapat dirasakan. Karena pada dasarnya, manusia merupakan makhluk pelindung. Jika apa yang kita pedulikan dirusak atau diancam dengan cara apapun, secara naluriah kita ingin melakukan sesuatu terkait dengan hal tersbut.

Meskipun demikian, jika rasa marah dan dendam tidak terkendali, ini dapat berdampak negatif terhadap diri kita maupun orang lain. Lantas, bagaimana cara mengatasi rasa marah dan dendam? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: High Functioning Anxiety: Penyebab, Gejala, serta Cara Mengatasinya

Tips mengatasi rasa marah dan dendam

Penting bagi kamu untuk menghadapi rasa marah dan dendam dengan cara yang positif. Ini dilakukan agar kesehatan mentalmu tetap terjaga. Di sisi lain, mengatasi rasa marah dan dendam juga dapat membantumu menghindari melakukan sesuatu yang mungkin saja akan kamu sesali.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rasa marah dan dendam.

1. Memaafkan

Memaafkan seseorang yang telah berbuat jahat kepada kita mungkin saja menjadi hal yang sulit dilakukan. Namun, sebaiknya cobalah untuk belajar memaafkan.

Sebab, tidak ada keuntungan jika kamu membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya menekan perasaan positif. Justru ini membuatmu semakin marah dan diliputi perasaan ketidakadilan. Menyimpan dendam juga merupakan hal yang tidak baik.

Maka dari itu, penting bagi kamu mencoba mengubah pola pikirmu dan belajar untuk saling memaafkan. Misalnya saja, kamu dapat menerima bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan kita semua dapat melakukan suatu kesalahan.

Dengan demikian, kamu dapat melepaskan rasa marah dan dendammu secara perlahan, sehingga kamu menjadi lebih tenang.

2. Lepaskan perasaan negatif

Menurut Dr. Merideth Thompson, profesor di Utah State University, meskipun rasa marah dan dendam dapat dimengerti, namun keduanya tidak akan membawa kebaikan untuk kita. Sebaliknya, rasa marah dan dendam lebih cenderung memperburuk keadaan.

Di samping itu, perasaan untuk membalas dendam, juga cenderung menjebakmu tetap berada di masa lalu dengan cara menutupi potensi hasil positif yang dibawa oleh motivasi.

Namun, apabila kamu mencobamelepaskan rasa dendam tersebut, ini dapat membuatmu lebih fokus terhadap masa depan, sehingga kamu akan menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bahagia, dan lebih sehat.

3. Lihat dari sisi positifnya

Kita memang tidak dapat mengontrol jika emosi negatif membanjiri pikiran kita. Tetapi, kita dapat mengontrol apa yang kita lakukan sebagai tanggapan terhadap emosi tersebut. Ingat, membalas dendam hanya akan merugikan kita.

Sebaliknya, menemukan akar dari perasaan yang dirasakan dan menggunakan situasi yang kita alami sebagai pembelajaran dapat membuat kita melangkah maju menjadi lebih baik lagi.

Setiap situasi yang kita alami, pasti ada sisi positifnya. Apabila kamu menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran, kamu juga dapat lebih banyak mengenali diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Emotional Detachment: Saat Emosi Sulit Terikat dengan Diri Sendiri atau Orang Lain

4. Ingat, perasaan negatif dapat berdampak pada kesehatan mentalmu

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa perasaan negatif yang terus-menerus terjadi juga dapat memengaruhi kesehatan mentalmu. Maka dari itu, penting bagi kamu memfokuskan perhatian menjadi lebih sehat secara emosional.

Tiffany Towers, psikolog klinis dan forensik menyarankan, sebaiknya kamu memusatkan perhatian untuk membuat diri kamu lebih sehat secara emosional, mental, dan fisik.

“Kamu tidak hanya akan merasa lebih baik, tetapi kamu akan mampu menangani kesulitan di masa depan dengan lebih banyak rahmat dan kebijaksanaan,” sambungnya lagi.

5. Ungkapkan perasaanmu

Mengatasi rasa marah dan dendam memang tidak mudah, namun ini bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Dikutip dari laman Psych Central, dendam dapat terbentuk ketika suatu masalah tidak sepenuhnya diselesaikan.

Tanpa menghakimi diri sendiri dan orang lain, kamu dapat menjelaskan perasaanmu mengenai situasi tersebut kepada orang yang bersangkutan. Namun ingat, kamu harus mengkomunikasikannya secara baik-baik.

Hal tersebut juga dapat membuat perasaanmu menjadi lebih lega. Selain itu, kamu juga dapat lebih memahami mengenai situasi tersebut, sehingga mampu menyelesaikan masalah secara baik-baik.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai tips mengatasi rasa marah dan dendam. Melepaskan perasaan negatif dan menggantinya dengan perasaan positif dapat memberimu kebahagiaan dan meningkatkan kesehatan mentalmu.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 06 Juli 2021. Anger management: 10 tips to tame your temper 

Psych Central (2010). Diakses pada 06 Juli 2021. 8 Tips to Stop Holding a Grudge 

The New York Times (2018). Diakses pada 06 Juli 2021. Ever Wanted to Get Revenge? Try This Instead 

    register-docotr