Kesehatan Mental

Dampak Buruk Psikologis pada Anak Saat Orang Tua Kecanduan Narkoba

July 8, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dilaporkan sedang dalam pemeriksaan polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Keduanya kini bahkan sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Salah satu hal yang dikhawatirkan yakni dampak psikologis sang anak. Hal ini berisiko bisa memberikan dampak jangka panjang jika tidak segera diatasi.

Apa saja sebenarnya dampak psikologis yang dapat terjadi pada anak saat orang tuanya terjerat kasus narkoba? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Dampak psikologis anak saat orang tua kecanduan narkoba

Dilansir laman Addiction Center, 1 dari 5 anak tumbuh di rumah yang orang tuanya menyalahgunakan obat-obatan atau alkohol. Menyaksikan trauma orang tua yang menderita kecanduan di usia muda memiliki efek jangka panjang pada anak. 

Anak-anak yang tumbuh dewasa setelah melihat orang tuanya memiliki kecanduan besar kemungkinan untuk mengikuti hal yang sama, terutama saat tumbuh dewasa. 

Tak hanya itu saja, anak-anak juga 3 kali lebih mungkin merasakan diabaikan, dilecehkan secara fisik, dan seksual.

Melihat orang tua menggunakan narkoba seringkali menimbulkan emosi yang menyebabkan keterlambatan dalam belajar serta perkembangan, tetapi juga menimbulkan gangguan mental dan emosional.

Hal itu tentu menimbulkan beberapa dampak psikologis pada anak, seperti: 

  • Tidak stabil secara mental dan emosional
  • Memiliki rasa bersalah yang ekstrem dan menyalahkan diri sendiri
  • Berpotensi mengembangkan perasaan tidak layak
  • Mengembangkan keterikatan disfungsional di masa dewasa
  • Tumbuh menjadi seorang pemalu dan tidak mau bersosialisasi

Cara menghadapi anak dengan orang tua yang kecanduan narkoba

Hidup dengan orang tua yang kecanduan obat-obatan atau alkohol sering kali membuat keadaan rumahmenjadi sulit diatur. Demi menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang sepatutnya diterapkan.

National Association for Children of Alcoholics (NACoA) dikutip dari Very Well Mind menyebutkan ada empat pesan yang perlu didengar oleh anak-anak dengan orang tua kecanduan obat-obatan atau alkohol. 

Utamanya, mereka perlu tahu bahwa kecanduan adalah kondisi yang tidak dapat dikendalikan oleh siapapun. Juga tidak apa-apa untuk membicarakannya, bahkan jika anak telah diberi tahu untuk tidak melakukannya. 

Berikan penjelasan pada anak bahwa kecanduan bisa diatasi

Ketika orang tua sedang terkena efek narkoba, terkadang mereka bisa melakukan hal-hal yang kasar atau mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal.

Terkadang orang tua yang kecanduan juga akan melakukan hal-hal yang memalukan, salah satunya berkata kasar.

Anak-anak pun bisa merasa malu, bingung, dan marah dengan perilaku orang tuanya. Pastikan untuk memberi validasi perasaan dan menjelaskan bahwa apa yang dirasakan adalah normal. Ingatkah juga bahwa kecanduan adalah kondisi yang dapat diatasi.

Anak-anak perlu diyakinkan bahwa orang tua mereka bukanlah orang yang ‘jahat’. Sebaliknya, mereka memiliki kondisi yang menyebabkan terkadang harus membuat pilihan buruk.

Tegaskan pada anak bahwa mereka tidak bersalah 

Kebanyakan anak merasa harus disalahkan atas kecanduan yang terjadi pada orang tua. 

Bahkan jika anak secara realistis tahu bahwa mereka tidak bersalah, hal itu sedikit banyak masih dapat memengaruhi rasa bersalah dan bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk mencegah orang tuanya terhindar dari kecanduan.

Misalnya, anak-anak yang sudah berusia lebih besar dapat membatalkan rencana dengan teman-teman. Mereka berharap bahwa jika mereka tinggal di rumah bersama orang tua, hal itu dapat mencegahnya kecanduan.

Bicarakan dengan anak bahwa apa yang dialami oleh orang tuanya saat ini bukanlah salah mereka. 

Yakinkan anak bahwa mereka tidak sendiri

Hidup dengan seorang pecandu bisa sangat melelahkan, terutama jika pecandu itu adalah orang tua sendiri. Bagaimana pun, anak-anak seharusnya merasa aman dan tenteram di rumah tanpa khawatir. 

Tetapi jika tinggal bersama dengan orang tua yang kecanduan obat-obatan, anak justru merasakan hal sebaliknya yaitu merasa tidak aman dan nyaman sehingga timbul rasa ditinggalkan atau sendirian. Terlebih lagi, mereka sering diyakinkan bahwa tidak ada yang mengerti apa yang mereka alami.

Untuk alasan ini, kamu perlu memastikan bahwa anak yang tinggal dengan orang tua pecandu narkoba tidak sendirian. Akan ada seseorang untuk mereka berbicara kapan pun ketika merasa perlu. 

Tidak apa-apa untuk berbicara tentang apa yang mereka rasakan

Sering kali anak-anak yang tumbuh dengan orang tua pecandu narkoba diberikan perintah untuk tidak memberi tahu siapapun tentang apa yang terjadi di rumah. Akibatnya, anak sering merasa sangat malu tentang kehidupan keluarganya.

Demi mengatasi hal tersebut, sangat perlu untuk meyakinkan mereka bahwa tidak apa-apa membicarakan masalah tanpa harus merasa takut atau malu. Ingatkan mereka bahwa mereka tidak harus berbohong, menutupi orang tua, atau menyimpan rahasia.

Sebaliknya, dorong anak untuk berbicara dengan seseorang yang sangat dipercaya seperti guru, konselor, orang tua asuh, atau anggota kelompok dukungan sebaya. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Addictioncenter.com (2021) diakses pada 8 Juli 2021. The Many Ways Addiction Affects the Family
  2. Verywellmind.com (2020) diakses pada 8 Juli 2021. How to Talk to Kids About a Parent’s Addiction

 

    register-docotr