Kesehatan Mental

7 Makanan Pemicu Stres yang Jarang Diketahui, Berikut Daftarnya!

January 27, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Stres adalah kondisi psikologis yang bisa terjadi pada siapa saja. Penyebabnya ada banyak, baik itu faktor internal maupun lingkungan sekitar. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa kondisi tersebut juga dapat dipicu oleh makanan.

Ya, kamu bisa merasakan stres akibat dari konsumsi makanan tertentu. Apa saja makanan itu? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini.

Daftar makanan pemicu stres

Ada banyak makanan yang tanpa disadari bisa meningkatkan risiko mengalami stres. Sayangnya, kebanyakan dari makanan tersebut sering menjadi santapan sehari-hari. Berikut daftar makanan pemicu stres yang perlu kamu tahu:

1. Karbohidrat olahan

Makanan pertama yang dapat memicu stres adalah karbohidrat olahan. Meski bisa memberi rasa kenyang, karbohidrat olahan dapat memengaruhi kadar gula darah hingga memicu respons stres dari dalam tubuh.

Salah satu makanan yang terbuat dari karbohidrat olahan adalah semua jajanan atau kudapan dengan bahan utama tepung.

2. Alkohol

Jika kamu suka minum alkohol, sebaiknya batasi konsumsinya mulai sekarang. Sebab, terlalu sering meminumnya bisa meningkatkan risiko mengalami stress. Dikutip dari Verywell Mind, alkohol dapat memicu pelepasan hormon kortisol (pemicu stres) lebih tinggi.

Alkohol juga mengubah keseimbangan hormonal dan memengaruhi cara tubuh untuk memberikan respons terhadap suatu hal. Lagipula, terlalu sering minum alkohol juga bisa memberi dampak buruk jangka panjang pada sejumlah organ penting, salah satunya adalah hati.

3. Kopi

Meski sudah biasa menjadi teman di banyak suasana, ternyata kopi bisa meningkatkan risiko stres, lho. Sama seperti alkohol, kopi bisa memengaruhi pelepasan hormon kortisol di dalam tubuh hingga mengubah suasana hatimu.

Minum kopi di pagi hari juga tak disarankan. Mengutip dari Healthline, sesaat setelah bangun tidur, kadar kortisol di dalam tubuh masih cukup tinggi. Dengan menambahkan kafein, terutama saat perut masih kosong, risiko untuk mengalami stres bisa meningkat.

Baca juga: Sering Minum Kopi saat Perut Kosong? Waspadai 5 Efek Berikut!

4. Daging olahan

Daging olahan seperti yang dipakai untuk hot dog dan burger bisa memicu stres. Agar berumur panjang dan terasa nikmat, daging olahan diberi tambahan zat natrium. Konsumsi terlalu banyak bisa menurunkan energi dan meningkatkan potensi stres.

Menurut sebuah penelitian, seperti dikutip dari Nutrition Facts, ada peningkatan lima persen hormon kortisol dari setiap mengonsumsi daging olahan. Dampak jangka panjangnya, seseorang bisa mengidap hiperkortisolemia (tingginya kortisol dalam darah) hingga obesitas.

5. Makanan yang digoreng

Menggoreng adalah salah satu cara pengolahan makanan yang banyak dijumpai di masyarakat. Padahal, kebiasaan makan makanan yang digoreng bisa menurunkan energi dan meningkatkan kadar kortisol di dalam tubuh.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, lemak trans yang hampir selalu ada di gorengan bisa menimbulkan berbagai gangguan suasana hati, seperti mudah cemas.

Menurut American Psychological Association, gangguan kecemasan sendiri bisa menjadi salah satu tanda dari kondisi stres. Jika terus dibiarkan, keadaannya dapat bertambah parah dan mungkin bisa berubah menjadi depresi.

6. Makanan dengan tinggi gula

Gula adalah salah satu pemanis yang masih menjadi pilihan utama banyak orang. Namun, tahukah kamu bahwa konsumsi terlalu banyak gula bisa meningkatkan risiko stres?

Dikutip dari Healthline, makanan manis dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk meredakan stres. Sebab, gula bisa menekan fungsi bagian otak bernama hipotalamus hipofisis adrenal (HPA) yang bertugas mengontrol respons terhadap stres.

Selain itu, gula juga bisa memengaruhi suasana hati atau mood, lho. Menurut sebuah penelitian pada 2019, konsumsi gula berlebih dapat mengganggu suasana hati seperti mudah cemas secara berulang.

Baca juga: 5 Daftar Pemanis Alami Pengganti Gula yang Lebih Menyehatkan

7. Makanan dengan tinggi garam

Makanan terakhir yang sebaiknya dibatasi konsumsinya agar tak mudah stres adalah menu dengan kandungan tinggi garam.

Berdasarkan penelitian pada 2019 yang terbit di Journal of Frontiers in Behavioral Neuroscience, konsumsi garam berlebihan dapat melemahkan respons tubuh untuk meredakan stres. Di waktu yang sama, kadar hormon pemicu stres juga meningkat.

Nah, itulah daftar makanan yang sebaiknya kamu batasi konsumsinya agar terhindar dari stres. Jika stres sudah dirasakan, penting untuk mengelolanya dengan baik agar tak berubah menjadi gangguan psikologis lain seperti depresi. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Times of India, diakses 26 Januari 2021, Foods that can increase your stress levels.
  2. Verywell Mind, diakses 26 Januari 2021, The Link Between Stress and Alcohol.
  3. Healthline, diakses 26 Januari 2021, Should You Drink Coffee on an Empty Stomach?
  4. Healthline, diakses 26 Januari 2021, Your Anxiety Loves Sugar. Eat These 3 Things Instead.
  5. American Psychological Association, diakses 26 Januari 2021, What’s the difference between stress and anxiety?
  6. Science Direct, diakses 26 Januari 2021, Sugar rush or sugar crash? A meta-analysis of carbohydrate effects on mood.
  7. Nutrition Facts, diakses 26 Januari 2021, Meat Can Cause Stress Hormone Levels to Rise and Testosterone Levels to Drop.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 26 Januari 2021, Prolonged consumption of trans fat favors the development of orofacial dyskinesia and anxiety-like symptoms in older rats.
  9. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 26 Januari 2021, High Salt Intake Lowers Behavioral Inhibition.

    register-docotr