Kulit & Perawatan Tubuh

Biang Keringat Bikin Bayi Rewel? Begini Lho Cara Mengatasinya

March 5, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Moms tahukah kamu bahwa beruntusan atau biang keringat pada bayi atau anak merupakan kondisi kulit umum terjadi.

Biang keringat pada bayi dapat menyebabkan rasa gatal, tidak nyaman, atau terasa seperti menyengat. Kondisi ini tentu saja dapat membuat bayi menjadi rewel.

Lalu apa penyebab beruntusan dan biang keringat pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

Apa itu biang keringat pada bayi?

Biang keringat atau miliaria adalah ruam berwarna merah yang terasa gatal dan dapat muncul ketika kulit terlalu panas. Ruam panas muncul ketika keringat terjebak di bawah kulit.

Karena bayi memiliki kelenjar keringat lebih kecil dan kurang mampu mengatur suhu tubuh, mereka lebih rentan terkena kondisi ini jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Bayi yang baru lahir sering mengalami ruam panas di musim panas atau di iklim yang panas dan lembap. Mungkin juga muncul saat demam atau jika anak berpakaian terlalu tebal.

Biang keringat sering terjadi pada bayi, tetapi juga dapat terjadi pada anak yang lebih besar.

Baca Juga : Keringat Dingin pada Bayi: Ketahui Berbagai Penyebab & Cara Mengatasinya

Jenis beruntusan akibat biang keringat

Biang keringat pada bayi terjadi ketika kulit mengeluarkan keringat. Keringat mengiritasi lapisan luar kulit dan menyebabkan ruam.

Ada tiga jenis biang keringat atau miliaria yang harus Moms tahu:

1. Miliaria ruba

Ini adalah jenis biang keringat yang paling umum. Jenis ruam ini terjadi ketika ada penyumbatan di kelenjar keringat di dekat permukaan kulit, atau epidermis.

Serta lapisan kedua kulit, atau dermis. Ini menyebabkan bruntusan, perubahan warna seperti kemerahan, dan gatal.

2. Miliaria crystallina 

Ini adalah jenis biang keringat yang paling parah. Biang keringat jenis ini terjadi ketika ada penyumbatan pada kelenjar keringat di epidermis.

Tak sekadar sebabkan beruntusan pada bayi, biang keringat jenis ini dapat menyebabkan lepuh bening atau putih kecil.

3. Miliaria profunda

Ini adalah jenis biang keringat yang tak kalah parah, namun kasusnya lebih jarang atau langka. Miliaria profunda terjadi saat keringat di dermis bocor ke dermis, dan ini bisa menyebabkan sensasi rasa terbakar yang intens.

Bayi dengan miliaria profunda juga dapat mengalami tanda-tanda kelelahan akibat panas dan ruam bisa terinfeksi.

Penyebab biang keringat pada bayi

Ruam dan beruntusan akibat biang keringat dapat disebabkan oleh kelenjar keringat yang tersumbat. Ini bisa terjadi karena beberapa faktor risiko berikut ini:

  • Si Kecil terpapar terlalu banyak sinar matahari atau panas
  • Tinggal di iklim yang sangat hangat
  • Berpakaian berlebihan (memakai terlalu banyak lapisan pakaian)
  • Duduk atau berada di dekat sumber panas, seperti pemanas ruangan atau lampu pemanas

Pakaian ketat, kain bedong, serta selimut juga dapat menyebabkan munculnya biang keringat. Dalam kebanyakan kasus, biang keringat dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan.

Dilansir Medical News Today, bayi lebih mungkin untuk terkena biang keringat karena beberapa alasan, seperti:

  • Bayi memiliki sedikit kendali atas lingkungannya dan tidak bisa melepas pakaian tambahan atau menjauh dari panas
  • Tubuh bayi kurang efektif dalam mengatur suhu
  • Bayi cenderung memiliki lebih banyak lipatan kulit yang dapat membuat panas dan keringat terjebak dalam kulit

Baca juga: Ini Tips untuk Bunda Ketika Mengobati Batuk pada Bayi Usia 1 Tahun

Gejala beruntusan biang keringat pada bayi

Selain ruam berwarna merah, biang keringat pada bayi juga dapat menimbulkan gejala lain termasuk bruntusan.

Berikut beberapa gejala biang keringat pada bayi yang harus Moms tahu:

  • Bruntusan atau bintik-bintik kecil dan menonjol pada tubuh bayi yang sering lembap, mirip dengan jerawat atau lecet
  • Bruntusan biasanya muncul di wajah dan di lipatan kulit leher, lengan, kaki, dada bagian atas, dan area popok
  • Perasaan gatal dan berduri
  • Pembengkakan ringan

Gejala ruam panas seringkali sama pada orang dewasa, anak-anak, dan bayi. Bedanya bayi tidak dapat memberitahukan ke orang lain bahwa mereka merasa gatal.

Jadi Moms mungkin hanya akan melihat dia bertingkah sangat rewel dan gelisah karena rasa tidak nyaman yang timbul. Bayi mungkin juga akan lebih sulit tidur dari biasanya.

Gejala beruntusan pada bayi berdasarkan jenisnya

Seperti dibahas pada poin sebelumnya, ada beberapa jenis dari beruntusan yang diakibatkan oleh biang keringat.

Nah setiap jenis biang keringat ini juga dapat menyebabkan berbagai gejala yang berbeda. Berikut gejala beruntusan pada bayi berdasarkan jenis biang keringatnya:

  • Miliaria crystallina: bruntusan terkadang terlihat mirip dengan butiran kecil keringat yang terperangkap di bawah kulit. Lepuh tidak terlihat merah atau meradang.
  • Miliaria rubra: kerap sebabkan rasa gatal, sehingga bayi mungkin terus-menerus menggaruk kulitnya. Mereka mungkin memiliki bruntusan merah kecil atau lepuh pada bercak merah dan kulit yang tampak iritasi.
  • Miliaria profunda: jenis ini biasanya menyebabkan lepuh dalam yang terlihat seperti jerawat. Biasanya memiliki warna yang senada dengan warna kulit.
  • Miliaria pustulosa: dapat menyebabkan pustula teriritasi yang terlihat seperti lepuh yang menyakitkan. Mereka mungkin berkeropeng atau pecah dan berdarah.

Dalam kebanyakan kasus, biang keringat hilang dengan cukup cepat dan tidak menyebabkan terlalu banyak ketidaknyamanan, jadi mungkin tidak memerlukan perjalanan ke dokter.

Tanda-tanda biang keringat dapat terlihat jelas, terutama pada cuaca panas. Jika Moms tidak yakin dengan ruam yang muncul, dokter biasanya dapat mendiagnosis ruam berdasarkan penampilannya.

Cara mendiagnosis biang keringat pada bayi

Biang keringat atau ruam panas pada bayi dapat didiagnosis melalui tampilan tatau gejala yang muncul.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, penyedia layanan kesehatan atau dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan anak.

Penyedia layanan kesehatan juga akan memeriksa anak. Moms pasti akan diberitahu jika ada tes yang diperlukan.

Cara mengatasi biang keringat di rumah

Biang keringat biasanya dapat diatasi dengan langkah sederhana yakni memastikan anak tetap dingin dan tidak berkeringat.

Jika bayi terserang biang keringat, Moms dapat melakukan beberapa tips di bawah ini untuk meredakan gejalanya.

  • Oleskan sesuatu yang dingin, seperti kain lembap atau kantong es (dibungkus dengan handuk teh) hingga 20 menit
  • Ketuk atau tepuk ruam alih-alih menggaruknya
  • Jangan gunakan sabun mandi atau krim yang mengandung pewangi
  • Gunakanlah sabun yang lembut dan air hangat untuk membantu menenangkan kulit bayi.
  • Untuk membantu si Kecil merasa lebih nyaman, Moms bisa memandikannya dengan air hangat.
  • Jaga agar kulit yang terkena biang keringat tetap kering, gunakan kipas atau air conditioner (AC) untuk membantu menghilangkan keringat.
  • Lewati menggunakan bedak, minyak, serta lotion yang hanya akan membuat biang keringat bertambah parah dengan memblokir pori-pori kulit.
  • Biarkan bayi beristirahat dari pakaian atau biarkan dia tidak mengenakan baju ketika bermain di dalam rumah.
  • Jaga agar bayi tetap terhidrasi dengan baik. Ini mungkin melibatkan menyusui bayi sesuai permintaan dan memastikan bahwa bayi yang lebih besar memiliki akses konstan ke air.

Biang keringat pada bayi memang dapat membuat si Kecil tidak nyaman. Moms dapat melakukan cara-cara tersebut agar biang keringat cepat hilang.

Untuk ruam panas parah atau ruam yang tidak hilang dengan sendirinya, dokter mungkin meresepkan krim steroid untuk mempercepat penyembuhan.

Baca Juga : Bikin Gatal dan Tidak Nyaman, Ini Cara Menghilangkan Biang Keringat

Kapan harus menghubungi dokter?

Biang keringat pada umumnya adalah kondisi yang tidak berbahaya. Dalam kasus yang jarang terjadi, bruntusan dapat terinfeksi, terutama jika bayi menggaruknya.

Ruam panas yang terinfeksi dapat menyebabkan demam dan tanda-tanda penyakit lainnya. Jadi apabila biang keringat tak kunjung sembuh, jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter, untuk penanganan tepat.

Apabila Moms menemukan beberapa gejala berikut pada si Kecil, segera hubungi dokter!

  • Biang keringat dan beruntusan pada bayi tidak kunjung sembuh dalam 7 hari setelah memulai pengobatan
  • Bruntusan berubah menjadi lepuh berisi nanah kuning atau hijau. Ini berarti kemungkinan besar terinfeksi dan membutuhkan perawatan
  • Munculnya gejala lain seperti demam, sakit tenggorokan, atau nyeri tubuh, yang mungkin menandakan penyakit atau infeksi
  • Demam
  • Selain ruam, bayi umumnya kurang sehat, demam, atau tidak menyusu dengan baik
  • Kejang yang disebabkan oleh demam

Waspadai juga pustula dan pembengkakan, yang mungkin merupakan gejala jamur atau infeksi bakteri akibat garukan bayi dan memerlukan kunjungan ke dokter untuk mendapatkan resep obat.

Satu hal lagi yang perlu diingat: demam dapat memicu ruam panas tetapi tidak pernah disebabkan olehnya. Jadi jika bayi demam, Moms masih perlu mencari tahu penyebabnya dan menghubungi dokter anak segera.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Biang Keringat dan Mencegahnya Datang Lagi

Cara mencegah beruntusan dan biang keringat pada bayi

Pastilah menyedihkan melihat bayi yang masih begitu kecil merasakan ketidaknyamanan akibat bruntusan yang timbul.

Untuk mencegah beruntusan dan biang keringat kembali menyerang si Kecil, Moms dapat melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Dandani bayi dengan pakaian yang sesuai dengan cuaca hari itu. Tidak perlu bayi selalu dibedong atau ditutupi selimut, terutama dalam cuaca hangat
  • Melepaskan lapisan ekstra pakaian dari anak saat cuaca hangat. Anak-anak tidak boleh memakai lebih dari satu lapis pakaian ekstra daripada orang dewasa
  • Hindari terlalu banyak waktu di dalam gendongan, di mana kombinasi panas tubuh Moms dan ventilasi yang buruk dapat membuat si kecil panas
  • Pilih pakaian longgar dan bernapas, seperti celana katun atau gaun
  • Keringkan lipatan kulit bayi setelah setiap kali mandi
  • Mengganti popok si Kecil segera saat basah atau kotor
  • Jauhkan bayi dari sinar matahari langsung
  • Dalam cuaca panas, gunakan AC dan kipas angin agar bayi tetap dingin
  • Hindari meletakkan bayi langsung di depan pemanas ruangan atau sumber panas lainnya
  • Pantau bayi untuk mencari tanda-tanda keringat berlebih. Jika bayi terlihat memerah atau berkeringat, pindahkan ke tempat yang lebih dingin.
  • Jangan pernah meninggalkan bayi di dalam mobil sendirian (sangat penting untuk alasan yang lebih serius daripada pencegahan biang keringat!). Dan gunakan AC saat Moms mengemudi di hari yang panas
  • Jaga agar area tidur bayi tetap sejuk dan berventilasi dengan baik

Kepanasan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang serius, jadi penting untuk mengindahkan peringatan tersebut dan memindahkan bayi ke tempat yang lebih dingin.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Medical News Today (2019). Diakses pada 19 Mei 2020. What to Know About Heat Rash in Babies 

What to Expect (2020). Diakses pada 19 Mei 2020. Heat Rash (Miliaria) in Babies 

Raising Children. Diakses pada 5 Maret 2021. Heat rash

Saint Luke’s. Diakses pada 5 Maret 2021. When Your Child Has Heat Rash (Prickly Heat)

NHS. Diakses pada 5 Maret 2021. Heat rash (prickly heat)

    register-docotr