Kulit & Perawatan Tubuh

Hati-hati, Jangan Remehkan Penyebab Bau Kaki Ini!

July 12, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bau kaki adalah masalah kulit kaki yang umum. Ketika kaki kamu berkeringat, akan membuat bakteri tumbuh pada lapisan kulit kaki. Akibatnya malah akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Tak hanya itu, berikut ini beberapa penyebab bau kaki yang lain. 

Penyebab bau kaki 

Dilansir dari Healthline, setiap orang pasti menghasilkan banyak keringat. Namun ada juga sebagian dari kamu yang memiliki kelenjar keringat lebih banyak daripada bagian tubuh lainnya bukan?

Kelenjar inilah yang mengeluarkan keringat sepanjang hari untuk membantu suhu tubuh kamu tetap dingin dan menjaga kelembapan kulit. 

Begitu juga dengan bagian kaki, seringkali diabaikan kamu melupakan bahwa kaki juga berkeringat. Tetapi khusus untuk remaja dan ibu hamil biasanya paling rentan terhadap kaki yang berkeringat.

Hal tersebut disebabkan karena hormon yang berlebih membuat para remaja dan ibu hamil memiliki lebih banyak keringat dari orang pada umumnya. 

Biasanya mereka yang berkeringat adalah orang-orang yang berjalan sepanjang hari di tempat kerja, berada di bawah tekanan pekerjaan, atau bisa juga memiliki kondisi medis khusus yang membuat mereka lebih banyak mengeluarkan keringat. 

Berikut ini beberapa penyebab bau kaki baik dari segi medis maupun kebiasaan yang buruk pada seseorang: 

1. Bakteri 

Secara alami ada beberapa bakteri di kaki. Jadi, jika bakteri dan keringat menumpuk, bau busuk dapat terbentuk pada lapisan kulit kaki. 

Bakteri yang berlebih pada kaki cenderung terbentuk ketika seseorang berkeringat di dalam sepatu mereka. Lebih parahnya ketika kaki masih berkeringat kemudian mengenakannya kembali tanpa membiarkannya benar-benar kering, otomatis bau akan semakin menyengat.

2. Kebersihan 

Kebersihan yang buruk juga dapat berperan dalam menyebabkan bromodosis. Jarang mencuci kaki atau tidak mengganti kaus kaki kamu setidaknya sekali sehari dapat membuat bakteri ekstra mulai tumbuh di kaki kamu. Ini bisa menyebabkan bau kaki memburuk.

3. Hiperhidrosis

Selain bakteri, kondisi medis lainnya yang menyebabkan produksi keringat jauh lebih banyak dari biasanya yaitu hiperhidrosis. 

Kamu yang mengalami kelebihan keringat biasanya mempunyai kelenjar keringat banyak di suatu bagian tubuh, contohnya kaki. Jika produksi keringat dirasa sudah sangat menganggu aktivitas sehari-hari tak ada salahnya konsultasi ke dokter ya. 

4. Athlete’s foot

Kamu yang mengalami bau kaki, bisa juga karena sebuah penyakit loh. Penyakit yang menyebabkan bau kaki tersebut diawali karena adanya infeksi jamur. 

Namun perlu diwaspadai, penyakit ini tidak hanya menyerang para atlet seperti namanya, namun bisa siapa saja. 

Gejala awal saat kamu terkena penyakit ini biasanya merasakan rasa gatal dan kulit kaki kering serta pecah-pecah. Tak hanya itu saja, jika tak segera diobati kamu akan jauh lebih rentan mengalami berbagai masalah kaki. 

Baca juga: Bau Kaki Bikin Enggak Percaya Diri? Begini Cara Menghilangkannya!

Cara menghilangkan bau kaki 

Cara paling alami dan efektif dalam menghilangkan bau kaki yaitu dengan rutin membersihkannya. Ketika kamu rajin menjaga kebersihan dan kerapihan kaki, bakteri pun bisa hilang. 

Dengan begitu, saat telapak kaki berkeringat tidak akan menimbulkan bau karena bakterinya sudah hilang. 

Gunakanlah sabut berbahan lembut dan scrub. Jika kamu ingin mendapatkan hasil yang maksimal lakukanlah saat mandi pagi dan sore. Setidaknya sekali dalam sehari ya. 

Pastikan juga kamu rajin memotong kuku. Terakhir, coba hilangkan kulit mati yang keras dari kaki kamu dengan batu apung. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2017) diakses 7 Juli 2020. How to Get Rid of Smelly Feet (Bromodosis)
  2. Betterhealth.vic.gov.au (2020) diakses 7 Juli 2020. Foot odour – causes and cures

 

    register-docotr