Kulit & Perawatan Tubuh

Mengulik Efektivitas Obat Penumbuh Brewok, Begini Tips Tepat Memilihnya!

November 22, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Sebagian pria merasa lebih percaya diri jika memiliki bulu atau rambut di wajahnya, seperti jambang, jenggot, dan kumis. Hal tersebut membuat banyak produk obat penumbuh brewok kian diminati belakangan ini.

Tapi, bagaimana dengan efektivitas obat-obatan itu? Apakah benar bisa menumbuhkan jenggot atau brewok? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sekilas tentang obat penumbuh brewok

Obat penumbuh brewok dipercaya sebagian orang untuk membantu menumbuhkan rambut atau bulu di wajah (facial hair). Pada umumnya, obat ini bisa berbentuk krim, minyak, dan serum.

Jika dilihat dari kandungannya, sebagian komposisi pada produk obat penumbuh jenggot atau brewok hampir mirip dengan sampo. Beragam kandungan tersebut bekerja dengan cara merangsang pertumbuhan rambut atau bulu.

Mengapa obat penumbuh jenggot kian diminati?

Maraknya penggunaan obat penumbuh jenggot bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pria menginginkan tumbuhnya rambut atau bulu di wajahnya.

Terdapat sejumlah penelitian yang membahas keterkaitan antara jenggot dengan maskulinitas yang dimiliki pria. Jenggot, brewok, atau kumis masih dipercaya bisa membuat pria tampak lebih maskulin.

Sebuah riset yang terbit pada Journal of Evolutionary Biology mengungkapkan bahwa tak sedikit wanita masih menilai maskulinitas pria dari aspek wajah. Selain rahang yang tegas dan alis tebal, pria yang punya rambut di wajah, seperti brewok dan kumis, dianggap lebih menarik.

Masih berdasarkan penelitian yang sama, pria yang mencukur habis kumisnya justru dinilai kurang atraktif secara penampilan. Meski, ini hanyalah masalah selera atau preferensi yang tidak mempunyai alasan yang jelas.

Obat penumbuh brewok, efektif atau tidak?

Meski terus diburu oleh sebagian pria, banyak kalangan masih mempertanyakan efektivitas dari obat penumbuh kumis atau jenggot. Faktanya, seperti dilansir Beard Resource, 99 persen obat penumbuh brewok tidak cukup efektif untuk menumbuhkan facial hair.

Sebab, pertumbuhan rambut atau bulu pada tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh faktor genetik atau hormonal. Healthline juga menjelaskan, kebanyakan produsen obat penumbuh brewok tidak memiliki kredibilitas secara ilmiah tentang fungsi dari produk yang dijual.

Efektivitas dari obat-obatan tersebut tergantung pada kondisi orang yang memakainya. Jika faktor genetik memungkinkan pertumbuhan rambut lebih cepat, obat penumbuh kumis atau brewok tersebut mungkin dapat membantu. Ini juga berlaku untuk kondisi sebaliknya.

Tips memilih obat penumbuh jenggot

Meski semua tergantung pada kondisi genetik, bukan berarti kamu harus berkecil hati. Ada beberapa zat dan kandungan obat penumbuh kumis atau brewok yang dapat bekerja merangsang folikel, sehingga memungkinkan untuk tumbuhnya rambut atau bulu.

Obat penumbuh jenggot memang tidak serta-merta dapat menumbuhkan facial hair, tetapi bisa merangsang perkembangan jaringan tempat rambut atau bulu berada. Jika ingin mencoba, kamu bisa pilih produk obat penumbuh brewok yang memiliki kandungan berikut:

1. Vitamin B

Vitamin B telah lama dikenal sebagai kandungan pada sampo yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, zat turunan vitamin B seperti niasin dan biotin dapat mengaktifkan folikel.

Folikel adalah kantong kecil di lapisan kulit bernama epidermis, berfungsi menumbuhkan akar rambut. Dengan mengaktifkan folikel, facial hair mungkin akan lebih mudah untuk tumbuh, meski ini bukan merupakan suatu jaminan.

2. Vitamin D

Menurut sebuah penelitian oleh sejumlah ilmuwan di Medical University of Graz, Austria, vitamin D memainkan peran penting pada kadar testosteron pada pria.

Seperti diketahui, testosteron adalah hormon yang bisa memengaruhi aspek ‘kejantanan’ pria, termasuk untuk urusan jenggot atau brewok.

Baca juga: Rendahnya Dorongan Seksual hingga Rambut Rontok, Berikut 8 Ciri-Ciri Testosteron Rendah pada Pria!

3. Argan oil

Argan oil memiliki kandungan fenol yang dapat mendukung dan memperkuat folikel. Selain itu, antioksidan yang terdapat di dalamnya juga dipercaya bisa meningkatkan produksi sel.

Tak hanya menumbuhkan, argan oil diklaim dapat membuat helai rambut atau bulu menjadi lebih tebal dan sehat.

Nah, itulah ulasan tentang efektivitas obat penumbuh brewok yang perlu kamu tahu. Meski sangat sedikit kajian ilmiah yang dapat membuktikan kinerja obat tersebut, kamu bisa tetap mencobanya dengan memerhatikan kandungan yang dimiliki.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Beard Resource, diakses 10 November 2020, Do Beard Growth Creams Work? (No, and You Knew it Already).
  2. Healthline, diakses 10 November 2020, How to Make Facial Hair Grow.
  3. Healthline, diakses 10 November 2020, Does Argan Oil Help Protect Against Hair Loss?
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 10 November 2020, Effect of vitamin D supplementation on testosterone levels in men.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 10 November 2020, Biotin and biotinidase deficiency.
  6. Journal of Revolutionary Biology, diakses 10 November 2020, The masculinity paradox: facial masculinity and beardedness interact to determine women’s ratings of men’s facial attractiveness.

    Berita Terkait
    register-docotr