Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Kusta, Antara Mitos & Fakta

April 21, 2020 | Santi Andriani | dr. Yelsi Khairani
no-image

Ditulis oleh : dr. Yelsi Khairani

Apa yang terbayang di benak kita saat mendengar kata kusta? Apakah kamu termasuk orang yang langsung memberikan stigma negatif atas penyakit tersebut?

Sebetulnya jika mengenal lebih dalam tentang penyakit kusta, seharusnya tidak usah terlalu takut karena penyakit ini bukanlah penyakit yang dengan mudahnya menular, sehingga penderita penyakit ini sebetulnya tidak perlu diisolasi atau dikucilkan. 

Artikel di bawah ini akan mengulas beberapa mitos vs fakta tentang penyakit kusta.

Baca Juga: Yuk, Intip Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil

Mitos dan fakta tentang penyakit kusta

mitos dan fakta tentang penyakit kusta wajib kamu tahu. Foto:https://www.telegraph.co.uk/

Fakta

Kuman penyebab penyakit kusta yakni Mycobacterium leprae masih satu keluarga dengan kuman penyakit tuberculosis yakni Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan kedua penyakit ini pun hampir mirip karena dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga beberapa bulan. 

Kepatuhan minum obat sampai selesai juga merupakan kunci dari sembuhnya kedua penyakit ini.

Mitos

Anggapan bahwa kusta sangat mudah menular saat berbicara, bersentuhan, berjabat tangan atau duduk dekat dengan penderitanya merupakan mitos belaka. Penyakit kusta tidak semudah itu menular ke orang lain, dibutuhkan kontak yang lama, terus menerus atau berulang-ulang untuk seseorang menularkan penyakit ini ke orang lain. 

Selain itu, setiap orang sehat pastinya memiliki daya tahan tubuh yang baik untuk mencegah penyakit ini.

Mitos bahwa kusta mudah menular. Foto: https://www.shutterstock.com/

Fakta tentang penyakit kusta

Gejala awal penyakit kusta sangat mirip dengan banyak gejala penyakit kulit lain, misalnya saja bercak putih yang dapat saja menyerupai panu ataupun bercak merah. Namun, ada tanda khas pada penyakit ini yakni bercak tersebut biasanya disertai dengan hilangnya sensasi atau dengan kata lain baal. 

Hal ini disebabkan oleh gangguan fungsi saraf yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini.

Baca Juga: 5 Mitos tentang Keguguran Ini Harus Dibantah, Bikin Bumil Resah

Mitos

Banyak orang beranggapan jika menderita penyakit kusta, kaki dan tangan akan putus. Namun, sebenarnya penyakit ini tidak secara langsung yang menyebabkan amputasi terjadi. Penyebab amputasi pada penyakit kusta sebenarnya adalah baal yang terjadi pada penyakit ini. 

Karena baal, penderita kusta seringkali tidak menyadari jika ia terluka. Bagian tubuh yang mengalami luka yang tidak terobati dengan baik dan terinfeksi inilah yang di kemudian hari dapat teramputasi. Oleh karena itu penting bagi penderita kusta untuk memakai alat pelindung diri seperti alas kaki dan sarung tangan.

Reference

Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik. “www.depkes.go.id>download>infodatin_kusta.” 25 Januari 2015. 28 Agustus 2019.

    Berita Terkait
    register-docotr