Kulit & Perawatan Tubuh

Kebotakan Bikin Tidak Pede dan Ingin Transplantasi Rambut? Cek Dulu Risikonya!

August 26, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Meskipun terlihat seperti menumbuhkan bagian yang botak, tapi sesungguhnya cara kerja transplantasi rambut adalah memindahkan rambut dari lokasi yang lebat ke lokasi yang sudah menipis atau botak.

Transplantasi rambut dipercaya lebih efektif dalam melebatkan kembali rambut yang botak ketimbang menggunakan obat-obatan yang dapat dibeli di toko obat.

Akan tetapi, metode ini tidak bisa menghentikan kebotakan yang terjadi di masa mendatang. Berikut ulasan lengkapnya!

Apa itu transplantasi rambut?

Transplantasi rambut sendiri merupakan cara alternatif dalam merestorasi rambut di kepala. Dilansir Healthline, metode ini pertama kali dilakukan pada tahun 1939 di Jepang dengan menggunakan satu rambut dari kulit kepala.

Pada tahun-tahun berikutnya, para ilmuwan mengembangkan teknik menyumpal yang memungkinkan transplantasi sejumput rambut sekaligus. Perkembangan teknologi modern saat ini bahkan memungkinkan untuk menyamarkan tampilan rambut yang ditransplantasi.

Ke depannya, transplantasi rambut berpeluang untuk terus berkembang dan digunakan oleh mereka yang mengalami kebotakan. Sebab, berdasarkan catatan American Society of Plastic Surgeons, kebotakan menimpa 60 persen pria dan 50 persen wanita.

Cara lain untuk mengatasi kebotakan dan penipisan rambut adalah dengan menggunakan produk yang bisa didapatkan di toko obat seperti Minoxidil.

Cara kerja transplantasi rambut

Penjelasan sederhananya, cara kerja transplantasi rambut adalah memindahkan rambut yang kamu miliki ke bagian yang tidak botak. Asal rambut ini macam-macam, mulai dari bagian belakang kepala atau daerah tubuh lainnya.

Sebelum melakukan transplantasi, dokter bedah akan mensterilkan area rambut yang akan diambil dan membuat kamu mati rasa dengan anestesi lokal. Kamu juga bisa minta untuk diberikan obat penenang untuk membuatmu tidur, lho.

Ada dua tipe transplantasi rambut yang akan dilakukan oleh dokter bedah, yaitu:

Follicular unit transplantation (FUT)

FUT juga dikenal dengan istilah membedah folikel atau follicular unit strip surgery (FUSS). Cara kerja transplantasi rambut ini adalah adalah sebagai berikut:

  • Dokter akan mengangkat sepotong kulit kepala, biasanya dari bagian belakang kepala, menggunakan pisau bedah
  • Ukuran kulit kepala yang diangkat biasanya sekitar 15 hingga 25 cm
  • Bagian kulit kepala yang diangkat akan ditutup dengan jahitan
  • Bersama dengan asistennya, dokter bedah akan membagi kulit kepala yang sudah diangkat tadi menjadi potongan kecil-kecil
  • Potongan kulit kepala tersebut bahkan bisa dibentuk hingga 2.000 bagian yang disebut graft, satu graft biasanya mengandung hanya satu rambut
  • Dokter akan membuat lubang kecil di bagian kulit kepala yang akan ditransplantasi menggunakan jarum atau pisau
  • Dalam lubang tersebut akan dimasukan graft yang sudah diangkat sebelumnya
  • Bagian yang dioperasi tersebut selanjutnya akan ditutup menggunakan perban atau kain kasa

Banyaknya graft yang akan dilakukan di kulit kepala bergantung pada:

  • Tipe rambut kamu
  • Ukuran dari lokasi yang akan ditransplantasi
  • Kualitas rambut, termasuk ketebalannya
  • Warna rambut

Follicular unit extraction (FUE)

Cara kerja transplantasi rambut dengan menggunakan FUE adalah sebagai berikut:

  • Dokter bedah akan mencukur rambut di bagian belakang kepala
  • Dokter akan mengambil satu persatu folikel dari kulit kepala. Proses ini akan menghasilkan tanda berupa bintik kecil di lokasi folikel yang diangkat
  • Sama seperti prosedur FUT, selanjutnya dokter akan membuat lubang kecil di kulit kepala dan mengokulasi folikel yang tadi diangkat ke lubang yang sudah dibuat ini
  • Dokter akan menutup bagian yang dioperasi dengan perban atau kain kasa

Masa pemulihan setelah transplantasi rambut

Metode operasi dengan cara kerja transplantasi rambut FUT maupun FUE membutuhkan waktu beberapa jam hingga harian untuk benar-benar pulih. Meskipun demikian, kamu bisa langsung pulang ke rumah setelah melakukan operasi.

Ketika operasi selesai, dokter akan melepas perban atau kain kasa dengan hati-hati. Lokasi operasi mungkin akan bengkak, sehingga dokter bisa menyuntikan triamcinolone ke area tersebut agar bengkaknya menyusut.

Selama beberapa hari ke depan kamu akan merasakan sakit di wilayah transplantasi atau tempat di mana rambut diambil. Oleh karena itu, dokter bedah bisa meresepkan beberapa obat berikut:

  • Pereda nyeri seperti ibuprofen
  • Antibiotik untuk mencegah infeksi
  • Antiinflamasi, seperti steroid oral
  • Obat-obatan seperti finasteride atau minoxidil untuk merangsang pertumbuhan rambut

Cara perawatan tepat setelah operasi

Ikuti kiat berikut ini setelah kamu melewati operasi transplantasi rambut:

  • Tunggu beberapa hari setelah operasi untuk keramas. Gunakanlah sampo yang ringan selama beberapa pekan pertama
  • Kamu bisa kembali bekerja dan beraktivitas normal dalam 3 hari setelah operasi
  • Jangan menyikat atau menyisir rambut di lokasi transplantasi setidaknya selama 3 pekan
  • Hindari menggunakan topi atau kaos dan jaket yang harus kamu pakai melalui kepala setidaknya sampai kamu mendapat izin dari dokter
  • Jangan berolahraga dahulu selama sekitar satu pekan

Jangan terlalu khawatir kalau kamu melihat ada rambut yang rontok. Ini adalah proses yang normal. Rambut yang ditransplantasi juga bisa tidak tumbuh dengan normal seperti rambut di sekelilingnya selama beberapa bulan.

Siapa yang bisa melakukan transplantasi rambut?

Cara kerja transplantasi rambut adalah menutupi bagian kulit kepala yang botak dengan rambut baru, maka kamu yang mengalami kebotakan adalah orang yang tepat untuk melakukan transplantasi rambut ini.

Penyebab rambut rontok biasanya akan dikelompokan menjadi kebotakan berpola atau tak berpola. Beberapa penyebab kebotakan seperti trauma, operasi hingga luka bakar merupakan jenis kebotakan nonalami yang secara efektif dapat diatasi dengan transplantasi rambut.

Apakah transplantasi rambut efektif?

Transplantasi rambut biasanya lebih sukses dalam mengatasi kebotakan ketimbang kamu menggunakan produk restorasi rambut yang bisa kamu beli di toko obat. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, seperti:

  • Sekitar 10 persen hingga 80 persen rambut yang ditransplantasi akan kembali tumbuh dengan normal dalam waktu tiga hingga empat bulan setelah operasi
  • Seperti rambut pada umumnya, rambut yang ditransplantasi pun akan mengalami penipisan seiring waktu
  • Jika folikel rambut kamu hanya tertidur, biasanya transplantasi akan kurang efektif. Oleh karena itu, berdasarkan kajian yang dilakukan di India, kamu disarankan untuk melakukan plasma terapi

Transplantasi rambut ini tidak lantas ampuh bagi semua orang. Kebanyakan orang yang melakukan ini biasanya untuk mengembalikan rambut yang hilang karena penipisan alami atau karena cedera.

Karena transplantasi ini dilakukan dengan menggunakan rambut yang tumbuh secara alami di kepala atau tubuh kamu, maka dia tidak akan efektif kalau kamu:

  • Mengalami kebotakan dan penipisan rambut yang sudah menyebar
  • Kerontokan rambut yang kamu alami disebabkan kemoterapi atau pengobatan lainnya
  • Mengalami luka di kulit kepala yang cukup tebal karena cedera

Efek samping dan risiko transplantasi rambut

Efek samping yang paling umum dari transplantasi rambut adalah munculnya bekas luka. Kondisi ini tidak bisa dihindari dengan prosedur atau metode apapun.

Selain itu, efek samping lain yang dapat terjadi antara lain:

  • Infeksi
  • Munculnya kulit yang mengeras atau bernanah di sekitar lokasi transplantasi
  • Kulit kepala terasa sakit, gatal dan membengkak
  • Inflamasi pada folikel
  • Perdarahan
  • Mati rasa di sekitar area yang ditransplantasi
  • Area rambut yang tidak terlihat rata
  • Rambut akan terus rontok apabila kamu mengalami kebotakan

Sementara itu minoxidil dan propecia juga bisa memberikan efek samping sebagai berikut:

  • Iritasi pada kulit kepala
  • Pusing
  • Nyeri di dada
  • Sakit kepala
  • Detak jantung yang tidak biasa
  • Pembengkakan pada tangan, kaki atau payudara
  • Disfungsi seksual

Biaya transplantasi rambut di Indonesia

Harga transplantasi rambut bervariasi di tiap klinik atau rumah sakit. Jadi, sesuaikan dengan kondisi dan kemampuan finansial kamu, ya.

Rata-rata biaya transplantasi rambut di klinik membutuhkan bujet per helai Rp 30 ribu sampai Rp 75 ribu. Total secara keseluruhan pun sesuai dengan jumlah graft yang dibutuhkan. Jangan lupa konsultasikan dulu dengan dokter ahlinya.

Demikianlah serba-serbi tentang cara kerja transplantasi rambut. Semoga bisa jadi bahan pertimbangan jika kamu ingin merestorasi kembali area kulit kepala yang botak.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2019) diakses 25 Agustus 2020. Everything You Need to Know About Hair Transplants
  2. Webmd.com (2019) diakses 25 Agustus 2020. Hair Transplants: What to Expect
  3. Medicalnewstoday.com (2019) diakses 25 Agustus 2020. How effective are different hair transplant methods?
  4. Nhs.uk (2019) diakses 25 Agustus 2020. Hair transplant
  5. Ncbi.nlm.nih.gov (2017) diakses 25 Agustus 2020. Body to Scalp: Evolving Trends in Body Hair Transplantation
  6. Pubmed cbi.nlm.nih.gov (2016) diakses 25 Agustus 2020. Outcome of Intra-operative Injected Platelet-rich Plasma Therapy During Follicular Unit Extraction Hair Transplant: A Prospective Randomised Study in Forty Patients
  7. Ncbi.nlm.nih.gov (2017) diakses 25 Agustus 2020. Hair Transplantation in Migraine Headache Patients
  8. Harga.web.id (2019) diakses 25 Agustus 2020. Berapa Biaya Cangkok Rambut Terbaru Saat Ini?
    register-docotr