Kulit & Perawatan Tubuh

Begini Cara Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok pada Orang Dewasa

February 2, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Tak hanya pada bayi dan anak-anak, ruam popok juga bisa terjadi pada orang dewasa lho. Khususnya mereka para lansia yang mengenakan popok khusus dewasa.

Ruam popok atau dermatitis popok adalah istilah umum yang menggambarkan salah satu dari sejumlah kondisi kulit inflamasi yang dapat terjadi di area penggunaan popok. 

Lalu bagaimana cara menangani ruam popok pada orang dewasa? Apakah sama dengan penanganan ruam popok pada bayi? Berikut pembahasannya!

Jenis-jenis ruam popok

Melansir MedScape, kondisi ruam popok sendiri ada 3 jenis. Berikut penjelasan mengenai jenis ruam popok atau dermatitis popok.

  1. Ruam yang secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh pemakaian popok: Kategori ini meliputi dermatosis, seperti dermatitis kontak iritan, miliaria, intertrigo, dermatitis popok kandida, dan granuloma gluteale infantum.
  2. Ruam yang muncul di tempat lain tetapi dapat menjadi lebih parah di area selangkangan karena efek iritasi dari penggunaan popok. Kategori ini mencakup dermatitis atopik, dermatitis seboroik, dan psoriasis.
  3. Ruam yang muncul di area popok terlepas dari penggunaan popok. Kategori ini mencakup ruam yang terkait dengan impetigo bulosa, histiositosis sel langerhans (penyakit Letterer-Siwe, kelainan sistem retikuloendotelial yang langka dan berpotensi fatal), acrodermatitis enteropathica (defisiensi zinc), sifilis bawaan, kudis, dan HIV.

Baca Juga : Alergi Kulit pada Bayi: Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya

Penyebab ruam popok pada orang dewasa

Pakaian dalam, popok, celana dalam inkontinensia atau pembalut dapat menyebabkan ruam popok pada orang dewasa.

Penyebab spesifik yang terkait dengan penggunaan produk ini meliputi:

  • Iritasi kulit karena panas dan kelembaban yang terperangkap
  • Kerusakan pelindung kulit karena gesekan
  • Peradangan yang disebabkan oleh amonia dalam urin yang terperangkap atau enzim dalam tinja, yang merusak jaringan kulit saat bersentuhan dengan kulit.
  • Reaksi alergi terhadap pewarna, parfum, atau bahan pada popok, pakaian dalam, atau pembalut
  • Infeksi jamur, paling sering Candida albicans
  • Infeksi bakteri, paling sering Staphylococcus aureus
  • Flare-up kondisi kulit kronis, seperti psoriasis dan eksim

Namun, tidak semua orang yang menggunakan popok dewasa atau pembalut dapat mengalami ruam popok. Ruam popok dan infeksi yang terkait dengannya juga dapat disebabkan oleh:

  • Kebersihan kelamin yang buruk
  • Reaksi alergi atau flare-up terkait bahan kimia, pewarna, atau wewangian yang ditemukan dalam deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian dalam
  • Lecet atau gesekan kronis atau parah
  • Reaksi alergi terhadap pewarna, parfum, atau zat lain yang ditemukan dalam tisu atau pelumas kebersihan pribadi

Baca Juga : Moms, Begini Cara Mengganti Popok dengan Tepat untuk Mencegah Ruam!

Gejala ruam popok pada orang dewasa

Ruam popok pada orang dewasa juga memiliki beberapa kemiripan dengan ruam popok pada bayi dan anak-anak.

Berikut beberapa gejala ruam popok pada orang dewasa:

  • Kulit berwarna merah muda, kering, dengan ruam ringan
  • Kulit merah, iritasi, meradang, atau tampak terbakar dalam kasus yang lebih serius
  • Munculnya lesi kulit
  • Sensasi rasa terbakar
  • Gatal

Ruam yang terjadi bisa muncul di bokong, paha, atau alat kelamin dan meluas ke daerah pinggul.

Cara mengatasi ruam popok pada orang dewasa

Kebanyakan kasus, ruam popok merupakan kondisi yang ringan dan tidak darurat. Maka dari itu, kamu bisa melakukan perawatan mandiri di rumah.

Berikut beberapa tips cara mengatasi ruam popok pada orang dewasa yang bisa kamu coba:

1. Menggunakan salep

Salah satu perawatan yang paling efektif adalah krim popok over the counter (OTC) dengan kandungan zinc oxide yang dapat kamu beli di toko obat atau apotek.

Melansir American Academy of Dermatology, berikut petunjuk penggunaan salep untuk ruam popok pada dewasa:

  • Oleskan salep atau krim ruam popok ke area yang terkena, dua hingga empat kali sehari.
  • Untuk ruam yang menyakitkan, tidak perlu segera dicuci, tetapi kamu bisa menepuk produk yang berlebihan. Buang semua residu yang tertinggal saat mandi.
  • Jika perlu, tutupi krim atau salep dengan petroleum jelly agar tidak lengket, dan kenakan popok yang bersih dan kering.

2. Jangan malas ganti dalaman dan popok

Dalam kebanyakan kasus, cara terbaik untuk mengobati ruam popok pada orang dewasa adalah dengan mengganti celana dalam dan pembalut sesering mungkin dan sesegera mungkin setelah popok atau pembalut yang dikenakan kotor.

3. Biarkan area ruam terpapar udara

Sebaiknya biarkan area yang terkena ruam dibiarkan terkena udara selama beberapa menit sehari tanpa popok. Aliran udara akan membantu menyembuhkan ruam.

Untuk aliran udara tambahan, kamu dapat menggunakan popok yang lebih besar dari yang dibutuhkan sampai ruam sembuh.

Kamu juga dapat mendorong aliran udara dengan cara:

  • Mengangin-anginkan area tersebut setelah mandi atau dibersihkan
  • Menggunakan celana khusus dengan mikropori
  • Hindari memakai celana dalam yang terlalu ketat

4. Jaga kebersihan 

Selain sering mengganti dalaman dan popok, kamu juga harus menjaga kebersihan area yang tertutup popok, seperti:

  • Ganti celana dalam atau pembalut jika terasa sedikit basah
  • Basuh area yang ruam dengan lembut beberapa kali sehari dengan air hangat dan sabun atau pembersih hipoalergenik
  • Tepuk-tepuk kulit hingga kering dengan handuk alih-alih digosok
  • Bilas bersih semua sabun setelah mandi
  • Gunakan pembersih non-iritan dan tisu kebersihan pribadi yang tidak mengandung pewangi, pewarna tambahan, atau alkohol
  • Ganti celana dalam dan pembalut sesering mungkin

5. Hubungi dokter

Jika sudah melakukan perawatan di rumah, serta menggunakan salep, namun gejala tidak membaik setelah 3 hari. Ada baiknya kamu segera berkonsultasi dengan dokter.

Kombinasi antara kebersihan yang buruk dan iritasi kulit bertanggung jawab atas sebagian besar kasus ruam popok, tetapi beberapa kondisi medis yang mendasari dapat menyebabkan gejala serupa.

Untuk penderita infeksi jamur, dokter mungkin meresepkan obat antijamur topikal, seperti ciclopirox dan nistatin

Kebanyakan krim antijamur perlu dioleskan dua kali sehari selama 7 sampai 10 hari. Orang dengan infeksi jamur yang parah mungkin perlu minum obat oral selain menggunakan krim.

Cara mencegah ruam popok pada orang dewasa

Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah dengan sering mengganti celana dalam dan ganti sesegera mungkin setelah basah atau kotor.

Kamu juga harus jeli saat memilih celana dalam serta pembalut atau popok yang akan dipakai dengan langkah-langkah berikut:

  • Pilih celana dalam dan bantalan popok jenis hipoalergenik
  • Pilih celana dalam dan bantalan popok jenis superabsorben yang dibuat menggunakan natrium poliakrilat
  • Cari celana dalam dan bantalan yang memiliki pori mikro. Ini dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi kelembapan di area popok
  • Gunakan celana katun yang dapat digunakan kembali

Selain itu kamu juga harus memerhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan lupa untuk membersihkan seluruh area yang tertutup popok dengan pembersih atau sabun hipoalergenik juga dapat membantu mengurangi risiko iritasi.
  • Jangan menggosok area popok saat mengeringkannya. Lebih baik menepuk-nepuk kulit hingga kering atau membiarkannya kering dengan sendiri daripada menggosoknya.
  • Gunakan pelembab atau krim khusus sebelum mengenakan celana dalam atau pembalut untuk mengurangi risiko lecet dan peradangan pada kulit.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar ruam popok pada orang dewasa? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayo Clinic. Diakses pada 1 Februari 2021. Diaper rash

MedScape. Diakses pada 1 Februari 2021. Diaper Rash

Medical News Today. Diakses pada 1 Februari 2021. Adult diaper rash: What you need to know

Healthline. Diakses pada 1 Februari 2021. What You Should Know About Adult Diaper Rash

    register-docotr