Kulit & Perawatan Tubuh

Ladies, Sudah Tahu Ada Bahan-Bahan Skincare yang Tidak Boleh Dicampur?

February 9, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Memakai skincare dengan campuran alpha hydroxy acid (AHA) dan beta hydroxy acid (BHA) diperbolehkan, karena bermanfaat untuk kesehatan kulit. Tetapi hati-hati, ya ladies. Karena ada bahan skincare yang tidak boleh dicampur.

Jika mencampur AHA dan BHA dapat meningkatan produksi kolagen yang dapat membuat kulit lebih sehat. Berikut daftar bahan skincare yang tidak boleh dicampur, karena bisa berakibat buruk bagi kulit atau justru membuat kandungan tersebut tidak berfungsi.

Daftar bahan skincare yang tidak boleh dicampur

Walaupun setiap kulit dapat memberikan respons yang berbeda-beda, ada yang mengakibatkan efek ringan tapi juga ada yang cukup parah, karenanya lebih baik menghindari mencampurkan kandungan skincare yang disebutkan berikut ini.

1. Retinoid dan AHA atau BHA

Alasannya, jika kamu mencampur keduanya dapat menyebabkan iritasi dan menghilangkan kelembapan kulit.

Dua bahan skincare yang tidak boleh dicampur ini juga dapat menyebabkan kemerahan. Karena itu kamu harus memakai keduanya dengan cara terpisah.

2. Retinoid dan vitamin C

Kedua bahan ini sudah sangat umum digunakan dalam produk skincare. Maka dari itu kamu perlu lebih berhati-hati lagi saat ingin menggunakan skincare. Jangan sampai mencampur kedua bahan ini.

Retinoid dan vitamin adalah bahan skincare yang tidak boleh dicampur karena dapat menyebabkan kulit mengelupas secara berlebihan.

Jika pengelupasan berlebih, dapat membuat kulit lebih sensitif dengan sinar matahari. Jika kamu butuh menggunakan produk dengan dua kandungan ini, kamu bisa memakainya di waktu yang berbeda.

Misalkan, satu digunakan untuk rutinitas skincare di pagi hari. Sementara produk dengan kandungan satu lagi, digunakan untuk rutinitas skincare malam hari.

3. Benzoyl peroxide dan vitamin C

Jika kamu sedang menggunakan obat jerawat dengan kandungan benzoyl peroxide, sebaiknya tidak menggunakan produk dengan kandungan vitamin C.

Sebenarnya, bukan karena memiliki efek negatif. Melainkan, benzoyl peroxide dapat mengoksidasi vitamin C. Sehingga kamu tidak akan mendapatkan manfaat dari penggunaannya.

Jika kamu tetap ingin menggunakan skincare dengan kandungan vitamin C, cobalah gunakan di hari-hari tertentu saja. Di saat kamu istirahat menggunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide.

4. Benzoyl peroxide dan retinol

Bahan yang tidak boleh dicampur berikutnya adalah benzoyl peroxide dan terinol. Karena saat kamu mencampurkannya, kedua bahan tersebut akan salah menonaktifkan satu sama lain.

5. AHA atau BHA dan vitamin C

Menambahkan kandungan vitamin dalam rutinitas skincare akan terdengar seperti pelengkap yang sempurna. Sayangnya, kamu tidak bisa sembarangan menambahkan kandungan vitamin dalam perawatan skincare kamu.

Misalkan saja setelah menggunakan produk dengan kandungan AHA atau BHA, tidak dianjurkan menambahkan vitamin C. Karena penggabungan itu akan menghasilkan kerja sama yang tidak baik.

6. Asam ganda termasuk bahan skincare yang tidak boleh dicampur

Ada beberapa asam ganda yang digunakan dalam produk skincare seperti glikolat, salisilat, laktat dan beberapa lainnya.

Penggabungan keduanya, seperti glikolat dan salisilat, atau glikolat dan laktat dapat mengikis kulit dan merusaknya. Kemampuan kulit untuk pulih pun akan terganggu.

Mengenal kekuatan bahan skincare

Seperti yang sudah dijelaskan, ada beberapa kandungan yang tidak bisa dicampur karena sifatnya yang terlalu kuat. Namun dari beberapa kandungan yang perlu kamu perhatikan adalah penggunaan retinoid.

Walaupun direkomendasikan oleh para ahli, tapi retinoid sendiri sudah dikenal sangat kuat. Karena itu penggunaannya tak disarankan dicampur dengan bahan-bahan lainnya.

Penggunaan retinoid, retinol atau turunan vitamin A lainnya memang terkenal keras untuk kulit. Kandungan tersebut bisa menyebabkan iritasi, pengelupasan, kemerahan.

Efek lainnya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan kulit yang menjadi sangat kering. Bahkan beberapa orang tidak kuat dengan efek tersebut.

Apakah tidak masalah jika menggunakan kandungan yang terlalu kuat efeknya?

Dikutip dari Healthline, asisten profesor klinis dermatologi Yale New Haven Hospital, Deanner Mraz Robinson membagikan pengalaman tentang pasiennya saat menggunakan retinoid.

“Pada awalnya banyak pasien yang mengalami kesulitan untuk mentolerirnya dan mengalami kekeringan yang berlebihan di kulit dan itu menghambat penggunaan retinoid,” kata Deanne Mraz Robinson.

Tapi lama kelamaan, retinoid akan menyesuaikan diri dengan kulit. Rasa mengganggu akan berkurang. Mungkin awalnya terdengar menakutkan, tetapi jika digunakan dengan benar dan dikombinasikan dengan bahan yang tepat, akan memberikan hasil yang baik.

Jika ingin mengombinasikan skincare, tanyakan dulu kepada dokter kulit. Ini menghindari kesalahan mencampur skincare, untuk menghindari efek samping dari pencampuran tersebut.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline, diakses 6 Februari 2021
The Do’s adn Don’ts of Skincare Mixing
Healthline, diakses 6 Februari 2021
How are AHAs adn BHAs different?
The Healthy, diakses 6 Februari 2021
Skincare Ingredients You Should Never Mix
Everydayhealth, diakses 6 Februari 2021
Skincare Ingredient Combinations That Don’t Mix

    register-docotr