Info Sehat

Waspadai Penyebab Mata Sakit saat Berkedip yang Tidak Boleh Dianggap Enteng!

January 27, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mata sakit ketika berkedip bisa disebabkan beberapa faktor. Beberapa di antaranya tergolong ringan dan bisa hilang sendiri, namun ada juga yang berbahaya dan perlu diwaspadai.

Kamu mungkin pernah mengalami gejala iritasi ringan yang membuat mata terasa sakit ketika berkedip. Hal ini bisa karena mata kering, kotoran yang masuk ke mata atau gangguan di konjungtiva. Kondisi ini umumnya adalah gangguan yang ringan pada mata.

Baca Juga: Sering Disepelekan Tidur Tanpa Melepas Softlens, Ini Bahaya yang Mengintai

Penyebab mata sakit saat berkedip yang perlu diwaspadai

Kondisi yang dapat menyebabkan mata sakit dan perlu kamu waspadai biasanya melibatkan glaukoma dan neuritis optik. Berikut di antaranya:

Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit mata yang dapat merusak saraf optik. Penyakit ini perlu diwaspadai karena saraf optik memasok informasi visual dari mata ke otak. 

Pada umumnya, glaukoma terjadi karena tekanan tinggi yang tidak normal di dalam mata. Seiring berjalannya waktu, tekanan ini dapat mengikis jaringan saraf optik. Hasilnya, kamu dapat kehilangan penglihatan hingga kebutaan.

Penyakit ini hampir tidak memiliki tanda atau gejala, kecuali kehilangan penglihatan secara bertahap dan sakit saat berkedip. Oleh karena itu, penting untuk kamu lakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh setiap tahun supaya bisa cegah kerusakan lebih jauh.

Neuritis optik

Penyakit ini terjadi ketika saraf optik kamu mengalami inflamasi. Hal ini bisa terjadi tiba-tiba karena adanya infeksi atau penyakit saraf. Penyakit ini biasanya juga akan membuat mata kamu sakit saat berkedip.

Kamu akan mengalami kehilangan penglihatan secara temporer di salah satu mata karena penyakit ini. Ketika kamu sembuh dan inflamasi hilang, maka penglihatan pun akan kembali.

Penyebab penyakit ini masih belum diketahui secara pasti. Kebanyakan terjadi karena kamu didiagnosis mengalami multiple sclerosis, bahkan neuritis optik ini biasanya adalah salah satu gejala awal multiple sclerosis.

Waspadai tiga gejala utama penyakit ini. Yaitu:

  • Kehilangan penglihatan di salah satu mata, bisa terjadi dalam kadar yang ringan hingga berat dan berlangsung selama 7-10 hari
  • Nyeri di sekitar mata yang menjadi parah ketika kamu berkedip atau menggerakkan mata
  • Tidak mampu melihat warna secara baik.

Ulkus kornea

Ulkus kornea merupakan luka terbuka dan terbentuk di kornea (jaringan bening di bagian depan mata) biasanya ulkus kornea terjadi karena infeksi yang dipicu oleh berbagai hal, seperti pemakaian lensa kontak yang terlalu lama.

Beberapa penyebab utama ulkus kornea adalah:

  • Acanthamoeba keratitis: Infeksi yang biasanya terjadi pada pengguna lensa kontak. Infeksi ini dipicu oleh amoeba, kasus yang jarang terjadi bisa menyebabkan kebutaan
  • Herpes simplex keratitis: Infeksi virus yang menyebabkan luka di mata secara berulang. Bisa dipicu oleh stres, paparan cahaya matahari atau apapun yang menyebabkan sistem imun lemah
  • Fungal keratitis: Infeksi jamur ini terjadi setelah cedera di kornea dan melibatkan tanaman atau material tanaman.

Selain itu, beberapa kondisi seperti mata kering, cedera mata, kelainan inflamasi menggunakan lensa kontak yang tidak steril hingga kekurangan vitamin A pun bisa memicu penyakit ini. 

Penyakit graves pada mata

Penyakit ini juga disebut dengan Graves’ ophthalmopathy yaitu gangguan di mata karena kandungan hormon tiroid yang tinggi. Artikel dalam Harvard Health Publishing menyebut setengah penderita penyakit graves akan mengalami gejala di mata.

Masalah pada mata ini terjadi karena pembengkakan jaringan, otot dan lemak di soket di belakang mata. Kelopak mata dan selaput bisa tertarik ketika membengkak. 

Pada kasus yang serius, bengkak ini akan menyebabkan otot yang menggerakkan bola mata menjadi kaku sehingga tidak bisa bergerak dengan baik. Bengkak ini pun bisa menyebabkan tekanan di saraf mata dan mengganggu penglihatan.

Baca Juga: Mata Bayi Belekan Bikin Panik? Yuk, Cari Tahu Berbahaya atau Tidak

Blefaritis

Blefaritis merupakan inflamasi di kelopak mata sehingga pelindung mata ini menjadi merah, iritasi dan gatal dengan sisik yang menyerupai ketombe terbentuk di bulu mata. 

Penyakit ini merupakan kelainan pada mata yang umumnya terjadi karena bakteri atau masalah di kulit, seperti ketombe di kulit kepala.

Jika tidak ditangani, penyakit ini bisa menimbulkan gejala parah seperti penglihatan yang kabur, bulu mata yang rontok atau tumbuh tidak beraturan hingga inflamasi di jaringan mata yang lain. Upayakan untuk tidak menyentuh area yang teriritasi, karena bisa menyebabkan infeksi lain.

Demikianlah berbagai penyebab mata sakit saat berkedip yang perlu kamu waspadai. Selalu jaga kondisi kesehatan organ penglihatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 27 januari 2021. Why Does My Eye Hurt When I Blink?
  2. Healthline, diakses 27 januari 2021. Corneal Ulcer: Causes, Symptoms & Diagnosis
  3. Healthline, diakses 27 januari 2021. Optic Neuritis: Risk Factors, Causes, and Symptoms
  4. Healthline, diakses 27 januari 2021. Glaucoma: Causes, Types, and Symptoms
  5. Harvard Health Publishing, diakses 27 Januari 2021. Graves’ Eye Disease (Graves’ Ophthalmopathy) – Harvard Health
  6. American Optometric Association, diakses 27 Januari 2021. Blepharitis | AOA
    register-docotr