Info Sehat

Waspada Infeksi Cacing Kremi Bisa Menyerang Orang Dewasa, Bagaimana Gejalanya?

January 19, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Infeksi cacing kremi merupakan kondisi yang dapat terjadi pada segala usia, bukan hanya terbatas pada anak-anak saja. Ketika infeksi cacing kremi terjadi pada orang dewasa, terdapat beberapa gejala yang patut untuk diwaspadai, apa saja?

Baca juga: Apakah Anak Ibu Cacingan? Yuk, Kenali Ciri-cirinya Berikut Ini

Kenali infeksi cacing kremi

Infeksi cacing kremi adalah salah satu jenis infeksi cacing usus pada manusia yang paling umum. Cacing kremi berbentuk tipis, berwarna putih, dan memiliki panjang sekitar 6 sampai 13 milimeter. Nama latin dari cacing kremi adalah Enterobius vermicularis.

Infeksi cacing kremi dapat menyebar dengan mudah dan lebih sering terjadi pada anak-anak usia sekolah, tepatnya sekitar usia 5-10 tahun. Akan tetapi, cacing kremi juga bisa menyerang orang dewasa.

Faktor risiko lain dari infeksi cacing kremi adalah adalah tinggal di lingkungan yang padat serta kurang menjaga kebersihan.

Apa penyebab infeksi cacing kremi?

Infeksi cacing kremi sangat mudah menular. Melansir Healthline, seseorang dapat terinfeksi cacing kremi karena menelan atau menghirup telur cacing kremi secara tidak sengaja.

Telur yang berukuran kecil tersebut dapat masuk ke dalam mulut melalui makanan, minuman, atau, jari tangan yang terkontaminasi.

Di sisi lain, telur cacing kremi juga dapat hidup di permukaan seperti pakaian, tempat tidur, atau benda lainnya. Jika seseorang menyentuh permukaan yang tekontaminasi, kemudian menyentuh mulut, ini dapat menyebabkan seseorang menelan atau menghirup telur cacing kremi.

Ketika telur masuk ke dalam tubuh, telur tetap berada di dalam usus hingga menetas dan dapat tumbuh menjadi cacing dewasa dalam kurun waktu beberapa minggu.

Infeksi telur cacing kremi betina

Perlu diketahui bahwa cacing kremi betina dapat berpindah ke area anus untuk bertelur dan kemudian kembali ke usus besar.

Ketika hal tersebut terjadi, telur dapat menimbulkan rasa gatal pada anus. Ketika menggaruk area yang gatal, telur dapat berpindah ke jari tangan, lebih tepatnya berada di bawah kuku. Telur dapat bertahan selama beberapa jam di tangan.

Gejala infeksi cacing kremi pada orang dewasa

Pada dasarnya gejala infeksi cacing kremi pada anak-anak serta orang dewasa memiliki kemiripan. Namun perlu diketahui bahwa, infeksi cacing kremi seringkali tidak menimbulkan gejala. Jika infeksi cacing kremi tergolong berat, gejalanya dapat berlangsung parah.

Berikut ini adalah gejala infeksi cacing kremi pada orang dewasa.

  • Rasa gatal pada area anus. Rasa gatal terasa lebih intens di malam hari, terutama ketika cacing betina bertelur
  • Tidur dapat menjadi terganggu akibat rasa gatal serta gejala lainnya yang tidak nyaman
  • Nyeri, timbulnya ruam, atau iritasi kulit di sekitar anus
  • Mual
  • Sakit perut yang terjadi sesekali.

Melansir Medical News Today, infeksi cacing kremi yang berlangsung parah dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Kehilangan napsu makan
  • Kesulitan untuk tidur
  • Penurunan berat badan.

Baca juga: Sering Alami Sakit Kepala Setelah Keramas? Ketahui Penyebabnya Yuk!

Gejala infeksi cacing kremi perlu diperhatikan, ini komplikasi yang perlu diwaspadai

Komplikasi serius dari infeksi cacing kremi jarang terjadi. Namun, kamu tidak boleh menyepelekan kondisi ini. Sebab, jika infeksi cacing kremi tidak ditangani dengan tepat ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

Infeksi saluran kemih

Kondisi ini dapat terjadi jika infeksi cacing kremi yang tergolong berat tidak ditangani. Cacing kremi dapat berpindah ke kandung kemih.

Cacing kremi dapat berpindah ke area tubuh lain

Pada wanita, cacing kremi dapat berpindah dari area anus ke dalam vagina, kemudian ke tuba falopi, serta area di sekitarnya.

Penurunan berat badan

Infeksi cacing kremi yang berlangsung parah juga bisa menyebabkan penurunan berat badan. Sebab, parasit dapat menyerap nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh

Cara mencegah infeksi cacing kremi

Telur cacing kremi dapat menempel di permukaan, termasuk keran, selimut, hingga dudukan toilet selama 2 minggu. Cara terbaik untuk mencegah infeksi cacing kremi adalah selalu menjaga kebersihan.

Nah, berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan infeksi cacing kremi.

  • Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum menyiapkan makanan, mengganti popok, serta setelah menggunakan toilet
  • Untuk menghilangkan telur cacing kremi, cuci seprai, pakaian tidur, pakaian dalam, serta handuk menggunakan air panas
  • Hindari menggigit kuku serta meggaruk area yang gatal. Sebab, ini dapat menyebarkan telur cacing kremi
  • Mengganti seprai secara rutin.

Nah, itulah beberapa informasi mengenal gejala infeksi cacing kremi beserta informasi lainnya. Infeksi cacing kremi merupakan kondisi yang tidak boleh disepelekan. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter, ya.  

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 18 Januari 2021. Pinworm Infection 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 18 Januari 2021. Pinworm infection

Medicine Net (2019). Diakses pada 18 Januari 2021. Pinworms (Enterobiasis) 

Medical News Today (2017). Diakses pada 18 Januari 2021. Everything you need to know about pinworms 

Webmd (2020). Diakses pada 18 Januari 2021. Pinworm Infection 

 

    Berita Terkait
    register-docotr