Covid-19

Stres dan Depresi, Apakah Memengaruhi Efektivitas Vaksin COVID-19?

January 19, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Program nasional vaksinasi COVID-19 memberikan harapan pandemi segera teratasi. Dengan pemberian vaksin, diharap dapat menciptakan herd immunity dengan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Namun, bagaimana jika sejumlah kondisi tertentu membuat pemberian vaksin tidak efektif? Penelitian terbaru menunjukkan adanya kemungkinan penurunan efektivitas vaksin COVID-19 pada orang yang mengalami stres, depresi dan juga kesepian.

Pengaruh kondisi seseorang pada kemanjuran vaksin COVID-19

Stres, depresi dan juga kesepian bisa berpengaruh pada efektivitas vaksin COVID-19. Hal ini diungkap sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University, Amerika Serikat.

Dilansir dari Timesofindia, dalam penelitian itu, tertulis bahwa stres, depresi, rasa kesepian dan perilaku kesehatan yang buruk dapat mengganggu respons sistem kekebalan terhadap vaksin. Efek ini mungkin paling besar pada kelompok rentan seperti orang tua.

“Sekaranglah waktunya untuk mengidentifikasi mereka yang berisiko terhadap respons kekebalan tubuh yang buruk dan melakukan tindakan,” menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti Annelise A Madison, M Rosie Shrout, Megan E Renna dan Janixe K Kiecolt-Glaser itu.

Kaitan kondisi psikologis dan efektivitas vaksin bukan hal baru

Ternyata sebelumnya sudah ada penelitian tentang efek suatu vaksin pada orang yang mengalami stres, depresi atau kondisi psikologis tertentu lainnya. Hasilnya, memang menunjukkan adanya pengaruh yang cukup signifikan.

Orang yang stres memang terganggu dalam pembentukan antibodi yang melindungi dari suatu virus. Salah satu penelitian yang menunjukkan adanya kaitan kondisi psikologis dan vaksinasi adalah saat pemberian vaksin hepatitis B pada sejumlah mahasiswa.

Dalam penelitian itu menunjukkan hampir semua siswa berhasil mengembangkan antibodi, atau sistem kekebalan diri dapat melindungi diri dari hepatitis B.

Kecuali siswa-siswa yang stres atau cemas karena waktu ujian yang berdekatan dengan pemberian vaksin. Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan antibodi, meski mendapatkan suntikan vaksin di waktu yang bersamaan dengan mahasiswa lainnya.

Selain pembentukan antibodi yang lebih lama, pada orang yang stres atau depresi juga mungkin merasakan efek samping lainnya setelah pemberian vaksin.

Masih dari sumber yang sama, yaitu wexnermedical.osu.edu disebutkan, bahwa orang dengan depresi bisa merasakan lesu, tidak enak badan dan lebih sensitif lebih lama, dibanding orang yang tidak depresi.

Apakah kondisi psikologis tertentu juga memiliki pengaruh pada efektivitas vaksin COVID-19?

Dilansir dari Wexnermedical.osu, kaitan efektivitas vaksin yang menurun terkait kondisi psikologi juga bisa saja terjadi untuk kasus COVID-19. Dalam artian, orang yang stres, depresi, kesepian dan kondisi tertentu lainnya bisa lebih lama membangun antibodi yang akan melindungi tubuh.

Sehingga orang-orang dengan kondisi psikologis seperti yang sudah disebutkan, perlu memberi jeda waktu lebih lama sebelum benar-benar memiliki antibodi dan terlindungi dari virus SARS-CoV-2.

Bagaimana cara menghindari stres agar vaksin bekerja maksimal?

Sayangnya, stres dapat terjadi seiring dengan rutinitas dan kehidupan. Terlebih dalam kondisi yang serba terbatas akibat pandemi. Namun, itu semua bisa dikendalikan, jika kamu bertekad untuk mengurangi stres dan mencoba hidup lebih sehat.

Jika kamu adalah salah satu orang yang akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 dalam waktu dekat, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini untuk mengelola tingkat stres kamu:

  • Olahraga dan meditasi untuk mengelola stres
  • Tidur yang cukup
  • Berhenti merokok
  • Menjalani pola makan yang sehat dan seimbang
  • Mencari bantuan profesional jika kamu ingin mengatasi stres sekaligus depresi

Selain tips tersebut, ada beberapa tindakan lain yang mungkin bisa menurunkan tingkat stres dan memaksimalkan kerja vaksin, seperti pijat, menulis untuk mengekspresikan stres dan aktivitas fisik, termasuk olahraga yang melibatkan bagian lengan selama 25 menit sebelum penyuntikan.

Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen nutrisi untuk membantu meningkatkan respons tubuh untuk membentuk antibodi pascavaksinasi. Kebutuhan nutrisi yang terpenuhi juga dapat mengurangi terjadinya efek samping lainnya setelah pemberian vaksin.

Demikian ulasan tentang kemungkinan menurunnya efektivitas vaksin COVID-19 pada orang yang mengalami stres, depresi dan juga kesepian.

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr