Info Sehat

Viral Wanita Cantik Punya Kumis, Ternyata Ini Penyebabnya!

January 30, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Saat ini dunia jagat maya sedang marak membahas video viral yang menampilkan wanita dengan kumis dan jenggot. Tumbuhnya rambut berlebih pada wanita ini disebut hirsutisme. Lalu apa yang menjadi penyebab hirsutisme tersebut? 

Apa itu hirsutisme?

Kebanyakan wanita memiliki rambut halus, dan jumlahnya lebih sedikit yang terlihat di wajah serta tubuh, tetapi rambut ini terkadang lebih tebal dan lebih terlihat.

Melansir penjelasan dari laman Medical News Today, wanita yang memiliki rambut berlebih apalagi pada bagian tertentu seperti berkumis dan berjenggot disebut hirsutisme. Penyebabnya, mereka yang mengalami kondisi tersebut memiliki kelebihan androgen. 

Hormon-hormon ini biasanya memicu perkembangan fisik dan seksual pria. Wanita biasanya memiliki kadar androgen rendah, tetapi kadar ini mungkin berbeda karena berbagai alasan.

Tingkat yang lebih tinggi dapat merangsang folikel rambut secara berlebihan, yang menyebabkan lebih banyak pertumbuhan rambut daripada yang biasanya dialami wanita.

Hirsutisme dapat terjadi di antara 5 dan 10 persen wanita tergantung pada definisi lokal dan budaya tentang jumlah rambut yang “normal”.

Gejala hirsutisme

Seorang wanita dengan bentuk hirsutisme paling ringan mungkin memperhatikan pertumbuhan rambut yang signifikan di bibir atas, dagu, area cambang, dan di sekitar puting atau perut bagian bawah.

Rambut ini akan menjadi rambut dewasa, atau rambut yang warnanya sama dengan yang tumbuh di kulit kepala. Hirsutisme yang lebih lanjut akan menyebabkan rambut dewasa tumbuh di punggung atas, bahu, dada, dan perut bagian atas dan biasanya dimulai selama masa pubertas.

Jika hirsutisme dimulai sebelum atau setelah pubertas, penyebabnya mungkin terkait dengan masalah hormonal, dan dokter harus mengevaluasi gejalanya.

Menurut laman Medical News Today, selain pertumbuhan rambut yang berlebihan, wanita penderita hirsutisme juga dapat mengalami gejala lain, antara lain:

  • Kulit berminyak.
  • Jerawat.
  • Rambut rontok, yang dikenal sebagai alopecia.
  • Garis rambut surut.
  • Klitoris yang membesar.
  • Suara yang lebih dalam. 

Penyebab hirsutisme

Peningkatan kadar androgen seperti yang dilansir dari laman Medical News Today, atau kepekaan berlebihan pada folikel rambut terhadap androgen dapat menyebabkan hirsutisme.

Menderita diabetes tipe 2 

Meskipun androgen tersedia untuk pria pada tingkat yang lebih tinggi, wanita juga memiliki hormon ini dalam jumlah yang lebih sedikit.

Hormon pria, seperti testosteron, merangsang pertumbuhan rambut, memperbesar ukuran tubuh, serta mengintensifkan pertumbuhan dan pigmentasi rambut.

Tingkat insulin yang tinggi, hormon yang “membuka” sel untuk menyerap energi dari gula, mungkin juga berkontribusi pada perkembangan hirsutisme. Insulin dapat merangsang sel ovarium untuk memproduksi androgen.

Ini mungkin terjadi pada wanita dengan resistensi insulin, seperti pada mereka yang menderita diabetes tipe 2. Kadar insulin yang tinggi juga dapat mengaktifkan reseptor insulin-like growth factor-I (IGF-1) di dalam sel-sel yang sama, juga meningkatkan produksi androgen.

Karena diabetes tipe 2 dapat disebabkan oleh obesitas, hal ini juga dapat menjadi faktor risiko. Kolesterol tinggi juga bisa berperan.

Konsumsi obat-obatan tertentu

Hirsutisme dapat menjadi efek samping dari pengobatan tertentu. Terapi androgen yang mencakup testosteron, dehydroepiandrosterone (DHEA), atau obat Danazol, dapat menyebabkan hirsutisme.

Tubuh secara alami memproduksi DHEA, dan beberapa orang meminumnya sebagai suplemen untuk memerangi kondisi terkait usia, seperti osteoporosis.

Danazol adalah steroid sintetis yang terkadang menjadi bagian dari pengobatan endometriosis. Keduanya dapat meningkatkan testosteron sebagai efek samping.

Pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wanita dengan kadar androgen normal, periode menstruasi teratur, dan tidak ada kondisi lain yang mendasari disebut hirsutisme idiopatik. Ini berarti gangguan tersebut tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi.

Hirsutisme tidak selalu menunjukkan anomali medis yang signifikan. Namun, jika dimulai sebelum masa pubertas, jika disertai dengan sifat terkait pria lainnya seperti suara yang lebih dalam, atau jika mungkin karena tumor, orang tersebut harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Tumor kelenjar adrenal, kelenjar pituitari, dan ovarium terkadang dapat menyebabkan hirsutisme. Namun, hirsutisme yang terjadi karena alasan ini umumnya akan lebih parah dan timbul lebih cepat dibandingkan dengan penyebab hormonal.

Baca juga: Punya Rambut Kusut dan Kering? Cuka Apel Siap Mengatasinya!

Cara mengatasi hirsutisme

Tak ada penjelasan pasti apakah hirsutisme bisa hilang selamanya atau tidak. Umumnya untuk menghilangkan gejala secara permanen, dokter akan memberikan beberapa obat-obatan dan perawatan khusus. Namun, bisa saja kumis atau rambut tersebut tumbuh kembali.

Melansir penjelasan dari laman Healthline, orang yang menderita hirsutisme bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

Mengontrol hormon

Jika kamu kelebihan berat badan, dokter akan menyarankan untuk menurunkan berat badan agar mengurangi pertumbuhan rambut. Obesitas dapat mengubah cara tubuh memproduksi dan memproses hormon.

Mempertahankan berat badan yang sehat dapat memperbaiki tingkat androgen tanpa menggunakan obat-obatan.

Tak hanya itu saja, kamu juga memerlukan perawatan medis jika pertumbuhan rambut yang berlebihan merupakan gejala PCOS atau gangguan adrenal. Terapi obat dalam bentuk pil KB dan obat anti androgen dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. 

Obat anti androgen

Androgen steroid dan anti androgen non steroid (atau murni) dapat memblokir reseptor androgen dan mengurangi produksi androgen dari kelenjar adrenal, ovarium, dan kelenjar pituitari.

Pil KB kombinasi

Pil ini memiliki estrogen dan progesteron, dan dapat membantu mengecilkan kista dari PCOS. Estrogen juga dapat membantu mengurangi rambut berlebih.

Obat-obatan ini biasanya merupakan solusi jangka panjang untuk hirsutisme. Umumnya,kamu akan melihat peningkatan setelah tiga hingga enam bulan terapi obat.

Krim

Dokter juga akan meresepkan krim eflornithine untuk mengurangi pertumbuhan rambut wajah. Pertumbuhan rambut wajah akan melambat setelah satu hingga dua bulan. Efek samping eflornithine termasuk ruam kulit dan iritasi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medicalnewstoday.com (2019) diakses pada 29 Januari 2021. What to know about hirsutism
  2. Healthline.com (2019) diakses pada 29 Januari 2021. Excessive or Unwanted Hair in Women 
  3. Mayoclinic.org (2019) diakses pada 29 Januari 2021. Hirsutism
    Berita Terkait
    register-docotr