Info Sehat

Viral: Wanita Alami Cacar Langka dari Kucing Peliharaan dan Terancam Buta

June 17, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kucing merupakan hewan yang seringkali dijadikan sebagai peliharaan. Namun, memerhatikan kesehatan hewan peliharaan juga penting untuk dilakukan.

Sebab, baru-baru ini terdapat sebuah laporan mengenai wanita yang terinfeksi cacar langka yang diduga berasal dari kucingnya. Bagaimana fakta selengkapnya? Simak ulasannya di sini.

Baca juga: Cacar Monyet

Kasus infeksi cowpox

Seorang wanita yang berasal dari Inggris tersebut mengalami infeksi pada mata yang berlangsung parah akibat virus langka, yakni cowpox atau cacar sapi. Wanita yang berusia 28 tahun tersebut mengalami iritasi mata yang ditandai dengan kemerahan serta keluarnya cairan pada mata kanannya.

Kemudian, kondisinya tersebut diobati dengan obat antibiotik dan antivirus yang dipergunakan untuk menangani infeksi mata pada umumnya. Namun, pengobatan tersebut tidak berhasil. Gejala yang dialaminya tersebut semakin parah dan ia mengalami selulitis orbita.

Selulitis orbita sendiri adalah infeksi pada jaringan lunak yang berada di rongga mata, ini meliputi otot dan jaringan lemak. Infeksi yang terjadi pada wanita tersebut pun juga menyebabkan jaringan di matanya mengalami nekrosis atau mati.

Akibat keadaan yang dialaminya, dokter yang menanganinya khawatir bahwa ia akan kehilangan penglihatannya.

Dr. Miles Kiernan, seorang dokter mata di Royal Free Hospital yang menangani wanita tersebut mengatakan bahwa kekhawatirannya yakni infeksi akan merusak penglihatannya secara permanen atau mungkin saja menyebar di luar rongga mata. Demikian dikutip dari laman Live Science.

Asal mula kondisinya

Diduga penyakit yang dialami oleh wanita tersebut berasal dari kucing peliharannya. Pasien melaporkan bahwa terhitung dua minggu sebelumnya, kucingnya mengalami luka atau lesi pada kaki dan kepalanya.

Kemudian, dilakukan pengujian terhadap sampel dari lesi kucing dan wanita tersebut.

Hasil menunjukkan bahwa sampel positif untuk orthopoxvirus, yakni keluarga virus yang mencakup virus cacar (variola virus), virus cacar sapi, dan virus cacar monyet. Diagnosis terkait dengan cacar sapi pun kemudian dibuat.

Baca juga: Antibiotik pada Hewan Ternak Bisa Berdampak ke Manusia, Benarkah Demikian?

Mengenal cacar sapi

Dikutip dari laman DermNet NZ, cowpox atau cacar sapi adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh virus cacar sapi. Seperti yang sudah disebutkan bahwa ini merupakan anggota dari orthopoxvirus. Cacar sapi dapat menginfeksi beberapa hewan, di antaranya adalah sapi dan kucing.

Tak hanya itu, cacar sapi juga bisa menginfeksi manusia. Menurut Merck Veterinary Manual, saat ini, cacar sapi jarang terjadi pada sapi, melainkan lebih sering terjadi pada hewan pengerat.

Kucing dapat terinfeksi ketika mereka membunuh hewan pengerat yang terinfeksi kondisi ini. Akan tetapi, penularan dari kucing ke manusia jarang terjadi. Sementara itu, manusia dapat terinfeksi cacar sapi melalui kontak langsung dengan lesi yang terinfeksi cacar sapi pada kucing.

Meskipun demikian, virus ini dikatakan tidak terlalu menular di antara manusia dan kucing. Di sisi lain, risiko infeksi dapat diturunkan dengan tindakan kebersihan yang baik, misalnya saja dengan mengenakan sarung tangan ketika seseorang menagani kasus infeksi.

Bagaimana infeksi pada mata dapat terjadi?

Seperti yang sudah disebutkan bahwa cacar sapi biasanya memengaruhi kulit. Terkait dengan kasus tersebut pun dokter menduga bahwa mata wanita tersebut terinfeksi ketika ia membelai kucingnya. Kemudian ia menyentuh atau menggosok matanya.

Dr Kiernan sendiri juga mengatakan bahwa ia dan rekannya belum pernah melihat kasus infeksi cacar sapi yang terjadi pada mata sebelumnya. Di sisi lain, hanya sedikit kasus yang pernah dilaporkan dalam literatur medis.

Dalam kasus ini, Dr Kiernan dan rekannya menerima masukan dari seorang ahli di rumah sakit tempatnya bertugas. Ahli merekomendasikan pengobatan dengan tecovirimat, yakni obat antivirus yang dimaksudkan untuk menargetkan orthopoxvirus.

Kemudian, pasien tersebut menerima pengobatan dengan tecovirimat dalam kurun waktu yang lama. Di samping itu, diperlukan juga prosedur pembedahan untuk mengangkat jaringan mati di sekitar matanya. Perawatan tersebut berhasil menangani infeksi pada matanya.

Berselang 6 bulan, pasien memiliki penglihatan yang lebih baik pada mata kanannya. Terkait dengan kasus ini pun, Dr Kiernan, bertanya-tanya mengenai potensi kasus yang mungkin saja dapat terjadi di masa depan. Meskipun kasus cacar sapi pada manusia dapat dikatakan langka.

Itulah beberapa informasi mengenai kasus cacar sapi pada manusia. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

DermNet NZ (2008). Diakses pada 16 Juni 2021. Cowpox

Healthline (2019). Diakses pada 16 Juni 2021. What to Know About Orbital Cellulitis 

Live Science (2021). Diakses pada 16 Juni 2021. Woman gets rare cowpox infection from her pet cat 

Merck Veterinary Manual (2018). Diakses pada 16 Juni 2021. Pox Infection in Cats

The New England Journal of Medicine (2021). Diakses pada 16 Juni 2021. Orbital Cowpox

    register-docotr