Info Sehat

Usia di Atas 40 Tahun Tak Dianjurkan Sering Menonton Televisi, Mengapa?

June 6, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Televisi menjadi satu sumber hiburan yang paling mudah diakses. Meskipun demikian, terlalu sering menonton televisi juga tidak baik, lho! Terutama bagi orang dewasa yang berusia 40-60 tahun.

Televisi sendiri memang menjadi alat hiburan yang akrab bagi orang dewasa menjelang lansia karena mereka banyak menghabiskan waktu di rumah. Akan tetapi, kelompok usia ini justru berpotensi mengalami masalah kesehatan otak akibat kebiasaan ini.

Baca juga: Waspada, Ini 7 Bahaya Terlalu Lama Duduk yang Mengancam Kesehatan Kamu!

Kebiasaan menonton televisi dan kesehatan otak

Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam American Heart Association Epidemiology, Prevention, Lifestyle and Cardiometabolic Health Conference 2021 menyebut kerusakan otak ini bisa terjadi di tahun-tahun berikutnya.

Penelitian tersebut menggunakan kebiasaan menonton televisi sebagai salah satu efek kebiasaan jarang bergerak. Kemudian partisipan diminta menjawab pertanyan seputar kebiasaan menonton televisi, tes kognitif dan pemindaian MRI.

Dari hasil penelitian tersebut para peneliti menemukan bagaimana partisipan yang menonton televisi dengan frekuensi sedang hingga tinggi mengalami penurunan kognitif dan materi abu-abu di otak dalam di kemudian hari. Materi abu-abu ini memengaruhi:

  • Pembuatan keputusan
  • Pendengaran dan penglihatan
  • Kontrol otot

Yang lebih mengagetkan, peneliti menyebut kalau aktivitas fisik tidak terlalu berpengaruh untuk melawan efek negatif dari menonton televisi ini. Berdasarkan data penelitian disebut kalau peningkatan 1 jam waktu rata-rata menonton televisi bisa mengurangi 0,5 materi abu-abu di otak.

Kenapa menonton TV bisa mengurangi kemampuan kognitif?

Daisy Fancourt, PhD, peneliti senior dari University College London menyebut kebiasaan kemungkinan penurunan kognitif ini terjadi karena seseorang akan menjadi terlalu pasif saat menonton televisi. Sementara itu, otak memproses perubahan gambar suara dan gerak secara cepat.

Hal ini membuat kamu tidak berinteraksi dengan apa yang kamu lihat, sebagaimana jika kamu bermain video game atau browsing internet.

“Banyak penelitian yang menunjukkan bagaimana otak lebih siaga tapi tidak terlalu fokus saat sedang menonton televisi. Beberapa tontonan pun terkadang membuat stres dan stres sendiri dikaitkan dengan penurunan kognitif,” kata dia.

Fancourt juga menyebutkan bahwa menghabiskan waktu 3,5 jam per hari untuk menonton TV seharusnya bisa diselingi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi kognitif, seperti bermain catur atau permainan papan lain dan membaca.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut

Heather Snyder, PhD, dari American Heart Association menyebut masih perlu penelitian lebih lanjut terkait kaitan dan penyebab menonton TV dapat merusak kognitif. Menurutnya, frekuensi menonton TV yang tinggi tidak otomatis membuat orang jarang bergerak.

“Banyak penelitian yang mirip dengan ini, menunjukkan hubungan antara menonton TV dengan penurunan kognitif, tapi tidak menunjukkan penyebabnya,” ucap Snyder.

Oleh karena itu, kata dia, yang paling utama adalah menentukan apa yang bisa dilakukan untuk mengimbangi kebiasaan menonton TV ini. Seperti misalnya melakukan aktivitas yang baik untuk jantung, otak dan tubuh secara keseluruhan.

“Banyak penelitian yang menyarankan agar kamu terlibat dalam olahraga rutin, makan makanan sehat dan bersosialisasi untuk kesehatan kognitif,” kata dia.

Jadi apa yang harus dilakukan?

Perubahan gaya hidup yang sehat tentu harus dilakukan agar kamu terhindar dari kerusakan otak di masa mendatang. Karena itu, Snyder menyarankan agar kamu tidak lagi hanya menggenggam remote TV saja, tapi juga buku dan bergerak ke luar rumah.

Jika kamu bukan tipe orang yang germar membaca, kamu bisa cari aktivitas lain yang bisa mengalihkan kebiasaan menonton TV dalam waktu yang sedikit lebih panjang. Salah satunya, kamu bisa berolahraga.

Beberapa aktivitas aerobik yang bisa kamu jalani adalah:

  • Jalan cepat (setidaknya 4 km per jam)
  • Water aerobic
  • Menari
  • Berkebun
  • Bermain tenis
  • Bersepeda santai kurang dari 16 km per jam

Demikianlah berbagai penjelasan tentang TV dan pengaruhnya bagi kesehatan otak jika kamu terlalu banyak menghabiskan waktu menggunakannya. Selalu praktikkan kebiasan-kebiasan yang sehat, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr