Info Sehat

Tersentak Tiba-Tiba saat Tidur? Bisa Jadi Hypnic Jerk, Yuk Kenali

April 23, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Hypnic jerk adalah kontraksi otot yang tidak disengaja saat tidur. Hypnic jerk dapat terjadi secara ringan, namun pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa mengganggu tidur di malam hari akibat sentakan tersebut.

Agar kamu lebih memahami mengenai hypnic jerk. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Asam Lambung Sebabkan Berat Badan Turun, Ini Penyebabnya!

Apa itu hypnic jerk?

Hypnic jerk atau yang juga dikenal sebagai hypnagogic jerk atau sleep starts adalah kedutan yang tidak disengaja pada satu atau lebih otot yang terjadi ketika kamu sedang tidur. Hypnic jerk ditandai dengan kontraksi tubuh yang kuat, terjadi secara tiba-tiba dan dalam waktu yang singkat.

Biasanya, kondisi ini terjadi ketika seseorang sedang dalam fase transisi dari kondisi terjaga menuju tahap tidur. Perlu kamu ketahui bahwa hypnic jerk adalah jenis gerakan otot tak sadar yang dikenal sebagai myoclonus.

Sensasi yang dirasakan akibat hypnic jerk pada masing-masing individu berbeda. Beberapa orang mungkin saja tidak menyadari kedutan yang terjadi. Namun, di lain waktu kedutan atau kejang dapat berlangsung cukup kuat, sehingga ini bisa menyebabkan seseorang kaget dan terbangun.

Berdasarkan sebuah penelitian di 2016, hypnic jerk terjadi secara acak dan dapat memengaruhi pria dan wanita dari segala usia.

Hypnic jerk merupakan kondisi yang umum terjadi, penelitian menemukan bahwa kondisi ini hampir memengaruhi sekitar 60-70 persen individu dan biasanya dialami ketika mereka akan tertidur.

Apa penyebab hypnic jerk?

Pada dasarnya, penyebab pasti dari hypnic jerk belum diketahui. Sebab, dalam kebanyakan kasus, kondisi ini terjadi tanpa penyebab yang mendasarinya.

Meskipun demikian dikutip dari laman Healthline, terdapat beberapa teori yang dikatakan menjadi faktor penyebab dari kondisi ini, kemungkinan penyebabnya adalah:

1. Kecemasan dan stres

Perasaan cemas, stres, atau kekhawatiran dapat membuat otak tetap aktif, meskipun ketika otot berusaha mencoba rileks ketika kamu akan tertidur.

Hal tersebut dapat menyebabkan otak mengirimkan sinyal “peringatan” saat kamu akan tidur atau bahkan ketika kamu sedang tertidur.

2. Stimulan

Stimulan seperti misalnya saja kafein dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk tertidur secara alami dan tetap tertidur tanpa adanya gangguan.

Senyawa kimia yang terdapat dalam stimulan dapat mencegah otak untuk mencapai tahap tidur yang nyenyak. Di sisi lain, stimulan juga dapat meningkatkan frekuensi dari hypnic jerk.

3. Olahraga

Berolahraga memang baik untuk kesehatan tubuh dan dapat membuat tidur lebih nyenyak.

Namun, jika kamu melakukan olahraga mendekati waktu tidur, ini berisiko menyebabkan hypnic jerk. Sebab, olahraga menstimulasi tubuh dan stimulasi yang berlebihan dapat menyebabkan hypnic jerk.

4. Kurang tidur

Gangguan tidur atau pola tidur yang tidak baik juga dikaitkan sebagai faktor penyebab dari hypnic jerk.

Baca juga: Sering Terbangun di Malam Hari? Ikuti Tips Berikut ini Untuk Mengurangi Frekuensinya

Gejala hypnic jerk

Penting diketahui bahwa hypnic jerk bukanlah suatu penyakit atau gangguan. Berikut ini adalah beberapa gejala dari hypnic jerk.

  • Sentakan yang terjadi secara tiba-tiba pada otot atau bagian tubuh tertentu
  • Sensasi seperti terjatuh
  • Mimpi atau halusinasi yang mengarah pada perasaan terkejut, melompat, atau terjatuh
  • Napas cepat
  • Detak jantung cepat
  • Berkeringat.

Sementara itu, pada kasus yang parah, myoclonus bisa menyebabkan gangguan berjalan, berbicara, serta makan.

Bisakah hypnic jerk dicegah?

Perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan frekuensi terjadinya hypnic jerk. Nah, berikut ini adalah beberapa cara mencegah hypnic jerk yang perlu diketahui.

1. Hindari berolahraga mendekati waktu tidur

Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, sebaiknya hindarilah berolahraga mendekati waktu tidur atau di malam hari. Ini dilakukan agar tubuh bisa menjadi rileks sebelum waktu tidur.

Jika kamu suka melakukan olahraga di malam hari. Sebaiknya, hindarilah melakukan olahraga berat, akan lebih baik jika kamu melakukan latihan ringan, seperti yoga atau pilates.

2. Hindari konsumsi kafein

Makanan atau minuman berkafein seperti layaknya kopi, teh dan cokelat yang dikonsumsi di malam atau sore hari dapat menstimulasi tubuh dan otak, sehingga menyebabkanmu sulit tidur.

3. Ciptakan rutinitas sebelum tidur

Membuat rutinitas sebelum tidur dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dan mengurangi stres. Membaca buku sebelum tidur, melakukan peregangan, atau mendengarkan musik adalah beberapa pilihan rutinitas sebelum tidur yang bisa kamu lakukan.

4. Teknik meditasi

Sebagian orang memilih melakukan meditasi atau latihan pernapasan untuk membuat mereka menjadi lebih rileks. Meditasi dapat membantu menurunkan tingkat stres.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab, gejala, serta cara mencegah hypnic jerk. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait kondisi ini, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 22 April 2021. Twitching Before Falling Asleep: What Causes Hypnic Jerks? 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 22 April 2021. Myoclonus 

Medical News Today (2019). Diakses pada 22 April 2021. What is a hypnic jerk? 

Sleep.org (2020). Diakses pada 22 April 2021. What Are Hypnic Jerks? 

ScienceDirect (2016). Diakses pada 22 April 2021. Hypnic jerks are an underestimated sleep motor phenomenon in patients with parkinsonism. A video-polysomnographic and neurophysiological study

    register-docotr