Info Sehat

Sunat Model Jengger Ayam Sempat Tren, Apakah Berbahaya?

April 11, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sunat dengan model jengger ayam sempat viral dan menjadi tren. Namun, banyak yang mempertanyakan apakah sunat model ini berbahaya dan memiliki efek samping di masa mendatang.

Perlu diketahui, prosedur sunat dengan model memiliki pro dan kontranya sendiri. Lalu, bagaimana dengan sunat model jengger ayam? Untuk mengetahui informasinya lebih lanjut, yuk simak penjelasan berikut!

Baca juga: Hidung Tersumbat Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Akibat Sinusitis Kronis!

Apa itu sunat model jengger ayam?

Dilansir dari Healthline, sunat atau sirkumsisi merupakan operasi pengangkatan kulup, yakni kulit yang menutupi ujung penis. Prosedur ini biasanya dilakukan pada bayi baru lahir atau anak-anak yang lebih dewasa dan orang dewasa dengan alasan pribadi maupun agama.

Normalnya, bentuk luka jahitan sunat adalah melingkar dengan teknik yang sengaja dibuat tidak rapi. Sementara itu, untuk sunat dengan model jengger ayam jahitannya dibuat normal melingkar namun lebih tebal di ujung bawah sehingga seperti ada yang menonjol.

Tonjolan di bawah ini mirip dengan jengger pada ayam, karena itu disebut sebagai sunat jengger ayam. Meski sudah menjadi tren, ternyata sunat model jengger ayam ini sudah tidak dianjurkan oleh para dokter.

Bagaimana efek model sunat jengger ayam terhadap kegiatan seksual?

Tren sunat dengan model jengger ayam ini diketahui bertujuan untuk menambah kepuasan dalam melakukan kegiatan seksual. Sisa kulit kulup tersebut dipercaya dapat menambah rangsangan seksual pada wanita.

Padahal, titik sensitif wanita tidak bergantung pada bentuk dari penis pria. Letak titik sensitif atau G-spot wanita umumnya berada di dinding atas bagian dalam vagina. Karena itu, penis dengan tonjolan di bagian bawah yang sering disebut jengger ayam tidak memengaruhi kepuasan seks. 

Adakah dampaknya bagi kesehatan?

Sunat dengan model jengger ayam memang sudah tidak direkomendasikan lagi. Hal ini dikarenakan, benjolan mirip jengger ayam ini tidak memiliki manfaat yang jelas dan justru dapat membuat luka pada vagina ketika melakukan kegiatan seksual.

Jika luka sudah terjadi pada wanita dan dibiarkan tanpa penanganan, maka dapat menimbulkan risiko terinfeksi virus atau masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Tak hanya wanita, pria sebagai pasangan seksual juga berisiko terkena infeksi dari penyakit tertentu. Ahli bedah saraf, Prof Dr. Andi Asadul Islam SpBS(K), mengatakan bahwa tren sunat ini berbahaya baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Karena itu, sunat tanpa model atau normal lebih dianjurkan karena memiliki manfaat yang jelas termasuk sebagai pilihan pengobatan beberapa kondisi medis.

Alasan medis bagi pria untuk melakukan sunat

Pada pria, sunat terkadang dianggap sebagai pilihan pengobatan yang memungkinkan untuk beberapa kondisi medis. Berikut beberapa kondisi medis yang mengharuskan pria melakukan prosedur sunat.

Kulup ketat atau phimosis

Phimosis adalah suatu kondisi ketika tempat kulup terlalu ketat untuk ditarik kembali ke atas kepala penis atau kelenjar. Hal ini terkadang bisa mengakibatkan rasa sakit saat penis ereksi dan dalam kasus yang jarang terjadi, buang air kecil mungkin menjadi sulit.

Balanitis berulang

Balanitis merupakan kondisi di mana tempat kulup dan kepala penis meradang dan terinfeksi. Salah satu cara untuk menghindari peradangan atau infeksi lebih lanjut adalah dengan melakukan pemotongan kulup penis secara menyeluruh atau sebagian.

Paraphimosis

Berbeda dengan phimosis, paraphimosis adalah kondisi saat kulup tidak dapat dikembalikan ke posisi semula setelah ditarik ke belakang. Hal ini dapat menyebabkan kepala penis menjadi bengkak dan nyeri. Karena itu, perawatan segera sangat diperlukan untuk menghindari komplikasi serius.

Kanker penis

Kanker penis adalah jenis kanker yang sangat langka. Biasanya, penyakit ini ditandai dengan bercak merah dan terjadi pertumbuhan seperti kutil atau bisul yang muncul di bagian ujung penis atau di bawah kulup.

Perlu diketahui, selama 3 atau 4 hari setelah operasi, kemungkinan kamu akan mengalami ketidaknyamanan dan pembengkakan di sekitar kepala penis. Karena itu, sebelum meninggalkan rumah sakit dokter akan memberikan pereda nyeri seperti parasetamol dan ibuprofen.

Pastikan untuk mengenakan pakaian yang ringan dan longgar selama 2 atau tiga hari setelah operasi agar terhindar dari iritasi pada penis selama masa penyembuhan. Terapkan juga petroleum jelly di sekitar ujung penis untuk menghentikannya menempel ke pakaian dalam.

Baca juga: Warna dan Tekstur Kotoran Telinga Kamu Menandakan Kondisi Kesehatan Tertentu Lho!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 9 April 2021. Circumcision
  2. Detik.com (2021), diakses 9 April 2021. Sunat Model Jengger Ayam Seperti Apa Sih? Ini Penjelasan Dokter
  3. Medical News Today (2019), diakses 9 April 2021.  What is the G-spot, and where is it?
  4. NHS (2018), diakses 9 April 2021. Circumcision in men
    register-docotr