Info Sehat

Steatorrhea: Kelebihan Lemak pada Feses, Kenali 6 Faktanya

March 16, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Steatorrhea, atau feses berlemak, terjadi jika ada terlalu banyak lemak di kotoran. Ini mengandung campuran nutrisi yang tidak tercerna, termasuk protein, serat, dan garam. Feses juga biasanya mengandung lendir, sel-sel mati, atau limbah lain yang dapat dikeluarkan tubuh.

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan informasi tentang apa yang menyebabkan steatorrhea dan cara perawatannya.

Baca juga: Daftar Obat Pencahar di Apotek dan Alami yang Efektif Atasi Sembelit

1. Apa itu steatorrhea?

Steatorrhea adalah istilah medis untuk lemak dalam tinja. Lemak pada feses dapat menyebabkan feses berukuran besar yang mengapung, tampak berminyak, dan berbau tidak sedap.

Pada tahap awal steatorrhea mungkin tidak dikenali karena gejala yang muncul minimal atau tidak spesifik. Oleh karena itu, prevalensi dan kejadian steatorrhea yang tepat sulit untuk diperkirakan karena sering tidak dilaporkan.

Penyebab steatorrhea pada orang dewasa paling umum adalah pankreatitis kronis. Di mana prevalensi kasus tahunannya adalah sekitar 4 per 100.000 orang di Amerika Serikat.

2. Faktor penyebab

Steatorrhea biasanya terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan tinggi lemak, serat, atau kalium oksalat. Makanan dan minuman yang diketahui menyebabkan steatorrhea meliputi:

  1. Kacang-kacangan, terutama kacang-kacangan utuh yang kulit atau cangkangnya masih utuh
  2. Ikan berminyak dan berlemak tinggi
  3. Minuman beralkohol
  4. Lemak buatan
  5. Minyak naturopati atau esensial
  6. Kelapa dan minyak inti sawit
  7. Produk gandum utuh.

Apabila kondisi ini terjadi secara berkepanjangan. Umumnya ini merupakan tanda penyakit yang lebih serius, meliputi:

  1. Gangguan pankreas
  2. Cystic fibrosis
  3. Gagal ginjal
  4. Kerusakan hati
  5. Infeksi parasit, biasanya Giardia
  6. HIV
  7. Sariawan tropis
  8. Amiloidosis
  9. Gagal jantung kongestif
  10. Limfoma atau kerusakan getah bening.

3. Gejala yang ditimbulkan

Gejala steatorrhea ringan mungkin termasuk feses yang berbau busuk, mengapung, dan sulit dikeluarkan. Selain itu bisa juga ada beberapa ciri-ciri tambahan lainnya meliputi:

  1. Tinja berbusa, atau berisi lendir
  2. Diare atau tinja encer
  3. Feses berwarna terang, seringkali berwarna coklat muda, hijau, oranye, atau kuning
  4. Sakit perut, kram, kembung
  5. Mulas dan gangguan pencernaan
  6. Kelelahan umum
  7. Nyeri otot ringan, tulang, dan sendi
  8. Malnutrisi dan dehidrasi dapat disebabkan oleh kasus steatorrhea yang parah atau kronis.

Lebih lanjut, gejala serius juga dapat terjadi dan beberapa tandanya adalah sebagai berikut:

  1. Tinja yang encer, berat, berbau busuk, berisi lemak
  2. Anemia
  3. Kelemahan otot dan nyeri
  4. Kelelahan kronis
  5. Penurunan berat badan
  6. Demam
  7. Mengurangi tingkat pertumbuhan pada anak-anak
  8. Masalah penglihatan
  9. Osteoporosis.

4. Diagnosis

Seorang dokter biasanya akan mendiagnosis steatorrhea dengan menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan, dan melakukan tes lemak tinja untuk menilai kandungan lemak di dalamnya.

Untuk mempersiapkan tes lemak tinja, seseorang harus mengonsumsi 100 gram lemak setiap hari selama 3 hari sebelum tes, dan berpuasa selama 5 jam langsung sebelum tes.

Saat mengonsumsi 100 gram lemak setiap hari, orang yang sehat harus mengeluarkan 7 gram atau kurang lemak per hari melalui tinja mereka. Jika lebih dari itu, maka seseorang biasanya akan mendapat diagnosis steatorrhea.

5. Dampak steatorrhea pada kehidupan sehari-hari

Kasus steatorrhea ringan atau jangka pendek dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara pada kasus yang kronis, ini bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis dengan segera.

6. Bagaimana mengobati steatorrhea?

Pengobatan steatorrhea lebih ditekankan pada mengatasi penyebab dari kondisi ini. Untuk penyebab yang berhubungan dengan diet, pengobatan biasanya adalah menghindari makanan yang memicu gejala steatorrhea.

Misalnya jika kamu tidak toleran terhadap laktosa, maka kamu harus menghindari produk susu atau mungkin mengonsumsinya dalam dosis yang sangat kecil.

Untuk yang disebabkan penyakit celiac, menghindari gandum dan makanan lain yang mengandung gluten akan menjadi pengobatan steatorrhea yang paling efektif.

Di luar itu, steatorrhea biasanya diobati dengan obat-obatan, perubahan pola makan, dan suplemen nutrisi. Rencana perawatannya juga akan tergantung pada gejala dan penyebab di balik steatorrhea.

Baca juga: 5 Warna Feses dan Kondisi Kesehatan di Baliknya yang Perlu Kamu Waspadai

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Steatorrhea https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541055/ diakses pada 15 Maret 2021

What is steatorrhea or fatty stool? https://www.medicalnewstoday.com/articles/320361#when-to-see-a-doctor diakses pada 15 Maret 2021

Steatorrhea (Fatty Stool) https://www.healthline.com/health/steatorrhea#treatment diakses pada 15 Maret 2021

    register-docotr