Info Sehat

Wajib Tahu, Kenali Bagian-bagian Sistem Pencernaan pada Manusia

August 31, 2020 | Arianti Khairina
no-image

Berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia setiap harinya akan masuk ke tubuh lewat sistem pencernaan. Agar lebih jelas, yuk, simak seperti apa itu sistem pencernaan pada manusia dan fungsinya. 

Fungsi sistem pencernaan pada manusia 

Fungsi utama sistem pencernaan adalah untuk mencerna dan menyerap. Maksudnya, semua organ yang termasuk ke dalam sistem ini bertujuan untuk memecah makanan menjadi molekul-molekul kecil, yang kemudian diserap ke dalam tubuh.

Ini memang sangat unik, setiap organ yang tergabung dalam sistem pencernaan akan saling bekerja sama untuk mengubah makanan menjadi nutrisi, yang nantinya digunakan tubuh sebagai energi, pertumbuhan, dan perbaikan sel.

Organ sistem pencernaan utama

Untuk mencapai fungsi sistem pencernaan yang optimal, diperlukan organ-organ sistem pencernaan yang lengkap. Pada tubuh manusia, ada yang dinamakan organ pencernaan utama yang terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, dan usus besar.

Ada pula organ lain yang sifatnya membantu, yakni pankreas, kantung empedu dan hati. Berikut penjelasan seputar organ sistem pencernaan dan cara kerjanya seperti dilansir dari WebMD.

1. Mulut

Sebelum makanan masuk ke dalam sistem pencernaan, di bagian mulut terjadi proses mengunyah dan memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih mudah dicerna. 

Sementara air liur bercampur dengan makanan untuk memulai proses memecahnya menjadi bentuk yang dapat diserap dan digunakan oleh sistem pencernaan tubuhmu.

2. Tenggorokan

Tenggorokan juga biasa disebut sebagai faring. Setelah melalui mulut, makanan dan minuman masuk tenggorokan. Ketika sudah berhasil melalui proses di mulut dan tenggorokan, lalu makanan tersebut akan terus berjalan ke bagian kerongkongan. 

3. Kerongkongan

Kerongkongan adalah tabung berotot yang membentang dari faring ke perut. Melalui serangkaian kontraksi, yang disebut peristaltik, esofagus mengirimkan makanan ke perut. 

Tepat sebelum koneksi ke perut ada “zona tekanan tinggi” yang disebut sfingter esofagus bagian bawah. Hal ini adalah “katup” yang dimaksudkan untuk menjaga agar makanan tidak berjalan mundur ke kerongkongan.

4. Perut

Bagian ini adalah organ seperti kantong dengan dinding berotot yang kuat. Selain memegang makanan, perut juga menjadi tempat untuk mengolah dan menggiling berbagai jenis makanan yang masuk. 

Perut mengeluarkan asam dan enzim yang kuat untuk melanjutkan proses memecah makanan. Ketika berada di perut, makanan akan berbentuk seperti cairan atau pasta. Setelah berada di perut, makanan akan terus berproses dan pindah ke bagian usus kecil.

5. Usus halus

Perlu kamu ketahui bahwa usus halus memiliki panjang sekitar 8,25 meter. Bagian ini terdiri dari usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan. 

Di dalam usus tersebut, makanan akan kembali diproses. Proses tersebut diikuti dengan adanya enzim pencernaan yang diproduksi pankreas, dinding usus halus, dan cairan empedu dari kantong empedu.

Empedu adalah senyawa yang membantu pencernaan lemak dan menghilangkan produk limbah dari darah. Kemudian untuk peristalsis atau kontraksi juga bekerja pada organ ini. Proses ini untuk memindahkan makanan dengan sekresi pencernaan. 

Fungsi usus halus

Usus halus merupakan tempat di mana 90 persen proses pencernaan berlangsung. Mengutip dari News Medical, fungsi usus halus yang paling utama adalah penyerapan nutrisi dan mineral dari makanan, seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan lain sebagainya.

Terganggunya fungsi usus halus bisa menghambat hampir seluruh proses penyerapan tersebut. Akibatnya, berbagai nutrisi akan sulit untuk diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh.

6. Usus besar

Sistem pencernaan di usus besar terdapat enam bagian, seperti sekum, kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, kolon sigmoid, dan diakhiri di bagian rektum. 

Ketika makanan berada di bagian ini, biasanya akan terjadi proses menyerap air dan mineral dari sisa makanan. Sehingga membuatnya menjadi padat dan membentuk tinja. 

Adanya gerakan peristaltik akan mendorong tinja tersebut menuju rektum hingga dibuang melalui anus.

Fungsi usus besar

Fungsi usus besar yang paling utama adalah pembentukan feses atau tinja. Feses terdiri dari makanan yang tidak dicerna usus halus, bakteri, sel epitel, dan air yang tidak dibutuhkan tubuh.

Setelah pembentukan feses tuntas, otot akan berkontraksi untuk membawanya menuju rektum. Saat rektum sudah terisi penuh oleh feses, saraf disekitarnya akan mengirim pesan ke otak untuk segera buang air besar.

Selain pembentukan tinja, ternyata masih ada fungsi usus besar yang tak kalah penting, lho. Dilansir dari News Medical, usus besar juga berperan dalam pembentukan zat antibodi. Ini tak lepas dari banyaknya jaringan limfoid yang ada di organ pencernaan tersebut.

Baca juga: Sering Sakit Saat BAB? Bisa Jadi Kamu Terkena Penyakit Anal Fistula

Organ yang membantu sistem pencernaan

Dilansir dari WebMD, berikut ini ada tiga organ penting yang memainkan peran dalam membantu perut dan usus halus untuk mencerna makanan:

1. Pankreas

Di antara fungsi-fungsi lain, pankreas mengeluarkan enzim ke dalam usus halus. Enzim inilah yang memecah protein, lemak, dan karbohidrat dari makanan yang kamu konsumsi sehari-hari.

2. Hati

Hati memiliki banyak fungsi, tetapi dua fungsi utamanya dalam sistem pencernaan adalah untuk membuat dan mengeluarkan empedu. 

Tak hanya itu saja, hati juga berfungsi untuk membersihkan darah yang berasal dari usus halus. Darah tersebut mengandung nutrisi yang baru saja diserap.

3. Kantong empedu

Kantong empedu adalah sebuah wadah berbentuk seperti buah pir yang berada tepat di bawah hati dan fungsinya untuk menyimpan empedu. 

Empedu dibuat saat berada di bagian hati,lalu jika perlu disimpan ke kantong empedu melalui saluran yang disebut kistik. Selama mengonsumsi makanan, tugas dari kantong empedu ini mengirimkan empedu ke usus halus.

Setelah nutrisi diserap dan cairan sisa telah melewati usus halus, sisa makanan yang kamu makan akan langsung berjalan ke usus besar.

Baca juga: Daftar Penyakit Sistem Pencernaan Manusia yang Umum Dialami, Yuk Simak Ulasannya!

Proses sistem pencernaan pada manusia

Mengutip dari Live Strong, proses sistem pencernaan pada tubuh manusia terdiri dari enam tahapan, mulai dari masuknya makanan ke dalam mulut hingga pembuangan melalui anus.

1. Mengunyah

Tahap pertama dari proses pencernaan adalah memasukkan makanan ke dalam mulut. Pada tahap ini, makanan akan dilembutkan oleh susunan gigi di dalam mulut. Kelenjar liur di bawah lidah akan lebih banyak mengeluarkan cairan untuk membantu memecah makanan.

2. Menelan

Setelah teksturnya menjadi lembut, makanan akan mulai memasuki esofagus (kerongkongan). Esofagus adalah jalur seperti terowongan yang menghubungkan mulut dengan lambung.

Proses ini akan memicu timbulnya gerakan peristaltik, yaitu kontraksi otot membantu makanan agar mudah mencapai lambung.

3. Pencernaan lambung

Dari kerongkongan, makanan akan melewati sfingter (otot berbentuk cincin) yang berperan sebagai ‘gerbang’ lambung. Di sinilah proses pencernaan yang sebenarnya akan dimulai. Saat berhasil masuk, makanan akan bercampur dengan cairan pencerna bernama asam lambung.

Di fase ini meski makanan mengalami perubahan secara fisik, tetapi proses ini tidak mengubah sifat kimiawi dari makanan itu sendiri.

Perjalanan belum selesai. Makanan segera meninggalkan lambung menuju usus halus. Pada kondisi ini, lambung sudah dalam keadaan kosong.

4. Pemecahan nutrisi

Selama ini, banyak orang menganggap bahwa proses pencernaan manusia sepenuhnya terjadi di lambung. Faktanya, proses pencernaan akan terjadi secara masif di usus halus. Di organ pencernaan yang satu ini, nutrisi yang ada pada makanan mulai dipecah.

Molekul-molekul dalam makanan yang semula kompleks akan terpecah dan mengalami perubahan susunan senyawa kimia di dalamnya. Ini dapat dilihat misalnya dalam proses protein berubah menjadi asam amino terpisah.

Pemecahan nutrisi tersebut tak lepas dari peran beberapa enzim, seperti amilase dan lipase yang diproduksi pankreas.

5. Penyerapan nutrisi

Setelah proses pemecahan selesai, kini saatnya berbagai nutrisi dari makanan mulai disebarkan ke seluruh tubuh. Nutrisi-nutrisi tersebut akan diserap ke aliran darah melalui dinding usus. Setelah itu, makanan tersisa akan berjalan menuju usus besar.

6. Proses pembuangan

Di usus besar, limbah dari makanan tersebut diolah menjadi feses. Limbah ini adalah makanan yang tidak diserap melalui dinding usus. Limbah makanan yang telah berubah menjadi feses akan bergerak menuju organ pencernaan anus untuk dikeluarkan pada proses pembuangan.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com (2018) diakses 6 Juli 2020. Your Digestive System
  2. Healthdirect.gov.au (2019) diakses 6 Juli 2020. Digestive system
  3. Microbenotes.com (2019) diakses 6 Juli 2020. The Human Digestive System- Organs, Functions and Diagram
  4. News Medical, diakses 31 Agustus 2020, What Does The Small Intestine Do?
  5. News Medical, diakses 31 Agustus 2020, What Does The Large Intestine Do?
  6. LiveStrong, diakses 31 Agustus 2020, 6 Basic Stages of Disgetion.
  7. The Structure and Function of the Digestive System, https://my.clevelandclinic.org/health/articles/7041-the-structure-and-function-of-the-digestive-system#:~:text=The%20main%20organs%20that%20make,together%20in%20your%20digestive%20system. Diakses pada 14 Jnauari 2021
  8. Function of the Digestive System, https://www.cliffsnotes.com/study-guides/anatomy-and-physiology/the-digestive-system/function-of-the-digestive-system#:~:text=The%20function%20of%20the%20digestive,the%20mouth%20and%20the%20anus. Diakses pada 14 Jnauari 2021
  9. Digestive System Processes and Regulation, https://courses.lumenlearning.com/ap2/chapter/digestive-system-processes-and-regulation/ Diakses pada 14 Jnauari 2021

 

    Berita Terkait
    register-docotr