Info Sehat

Dos and Don’ts yang Perlu Diketahui Setelah Operasi Usus Buntu

January 10, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setelah operasi usus buntu, kamu memerlukan penanganan tepat untuk mempercepat pemulihan. Operasi yang disebut dengan apendektomi ini merupakan prosedur bedah dengan mengangkat usus buntu yang meradang atau terinfeksi.

Tanpa operasi, usus buntu bisa pecah dan menumpahkan bahan menular ke aliran darah dan perut sehingga berpotensi mengancam jiwa. Nah, untuk mengetahui perawatan tepat setelah operasi usus buntu, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Ciri-ciri Angin Duduk: Waspadai Gejala Nyeri pada Bagian Dada

Perawatan setelah operasi usus buntu yang perlu diketahui

Dilansir dari Medical News Today, usus buntu dapat menyebabkan sakit pada perut atau di daerah pusar. Rasa nyeri bisa menjalar ke bagian kanan bawah perut.

Tanda dan gejala tambahan yang mengindikasikan usus buntu, meliputi kehilangan nafsu makan, diare, demam, sering buang air kecil, hingga muntah.

Jika usus buntu pecah, kemungkinan besar penderitanya akan mengalami demam tinggi dan sakit parah di area perut.

Salah satu cara untuk menanganinya adalah pembedahan laparoskopi apendektomi. Prosedur laparoskopi apendektomi biasanya mencakup beberapa langkah umum.

Terkadang, jika ahli bedah tidak dapat melihat usus buntu dengan cukup baik maka tidak mungkin menyelesaikan operasi menggunakan laparoskopi. Dalam kasus ini, dokter bedah perlu melakukan operasi usus buntu terbuka yang melibatkan pembuatan sayatan lebih besar.

Setelah operasi dilakukan, terdapat hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk mempercepat pemulihan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah operasi usus buntu, antara lain sebagai berikut:

Hal yang boleh dilakukan pascaoperasi

Ahli bedah umumnya melakukan operasi usus buntu dengan anestesi umum. Karena itu, penderita akan benar-benar tertidur dan tidak menyadari bahwa operasi sedang berlangsung. Beberapa hal yang harus dilakukan setelah operasi usus buntu, antara lain sebagai berikut:

Biarkan tubuh beristirahat

Ketika seseorang menjalani operasi, respons alami tubuh adalah mengerem aktivitas rutin sehingga dapat fokus pada penyembuhan tanpa gangguan. Hal ini berarti kamu bisa berharap untuk tidur lebih banyak dari biasanya paling tidak selama minggu pertama atau lebih setelah operasi.

Periode penurunan aktivitas fisik ini sangat penting, terutama dengan operasi perut  baik terbuka atau laparoskopi. Jika kamu melanjutkan aktivitas sebelum lapisan dalam sembuh, maka hernia dapat berkembang dan menyebabkan perlunya operasi lebih banyak.

Ikuti instruksi dokter

Dokter akan memberikan instruksi perawatan rumah spesifik ketika kamu meninggalkan rumah sakit. Petunjuk ini kemungkinan besar akan mencakup perawatan luka, pantangan makanan apapun, dan tanda-tanda adanya komplikasi terkait operasi.

Instruksi juga harus menjelaskan batasan yang diberikan dokter pada aktivitas saat sudah sembuh. Setiap preferensi ahli bedah berbeda-beda, namun secara umum jika kamu mengikuti petunjuk perawatan rumah sakit maka akan semakin lancar pemulihan.

Kelola rasa sakit

Rasa sakit dapat memberi tekanan ekstra pada tubuh dan akan memperlambat proses penyembuhan. Instruksi perawatan rumah dari dokter kemungkinan besar akan menyertakan saran tentang cara menangani nyeri bedah.

Dokter akan memberikan instruksi untuk merawat sayatan agar tetap bersih dan kering. Jika sayatan ditutup dengan steri-strips, pastikan untuk menjaganya tetap kering sampai terlepas.

Secara umum, kamu mungkin disarankan untuk meminum obat dengan dosis sekecil mungkin. Untuk membantu mengatasi rasa nyeri, kamu bisa meletakkan bantal di atas perut. Segera hubungi dokter jika obat pereda nyeri tidak membantu.

Hal yang tidak boleh dilakukan pascaoperasi

Kebanyakan orang dapat melanjutkan aktivitas normal setelah sekitar satu minggu atau lebih cepat jika melakukan operasi laparoskopi. Namun, kamu tetap disarankan untuk menahan diri dari aktivitas berat dan olahraga selama lebih dari satu minggu. 

Biasanya, dokter juga tidak menyarankan untuk mandi atau membiarkan luka terkena air sampai sayatan sembuh total. Hindari juga mengendarai kendaraan sampai kamu berhenti minum obat pereda nyeri yang diresepkan dokter.

Selain olahraga, seseorang yang baru saja melakukan operasi usus buntu juga dianjurkan untuk tidak mengangkat beban berat lebih dari 10 pon. Batasi aktivitas fisik sampai penyedia layanan kesehatan mengatakan tidak apa-apa untuk melakukannya.

Baca juga: Masalah Kesehatan yang Mungkin Terjadi Akibat Menahan BAB

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthgrades.com (2020), diakses 29 Desember 2020. 6 Tips for Recovering From an Appendectomy
  2. Medical News Today (2018), diakses 29 Desember 2020. What to know about appendectomy
  3. Very Well Health (2020), diakses 29 Desember 2020. Appendectomy Surgery: Everything You Need to Know
  4. Everyday Health (2018), diakses 29 Desember 2020. What Is an Appendectomy? Surgery and Recovery
    register-docotr