Info Sehat

Suka Mencabut Rambut? Yuk, Ketahui Dampak untuk Kesehatan dan Cara Pencegahan

October 2, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
no-image

Kebiasaan menarik atau mencabut rambut sering meninggalkan bintik-bintik kebotakan yang tidak merata. Umumnya, kecemasan dan stres bisa menjadi penyebab utama sehingga perlu tindak penanganan yang tepat. 

Sering mencabut rambut atau disebut juga dengan trikotilomania biasanya berkembang selama masa remaja, namun juga diketahui muncul pada anak kecil. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap yuk simak penjelasan dampak dari sering mencabut rambut.

Baca juga: Ini Rentetan Penyakit Paru yang Kerap Muncul di Indonesia

Penyebab umum seseorang sering menarik rambut

Dilansir dari Healthline, trikotilomania merupakan gangguan mental di mana seseorang merasa sangat ingin mencabut rambutnya sendiri. Di masa kanak-kanak, banyak orang yang mengalami trikotilomania kerap mencabut rambut di kulit kepala.

Beberapa orang mungkin menarik rambut dari area lain, seperti alis dan bulu mata. Seiring waktu, hal ini bisa mengakibatkan kebotakan dan rambut menipis.

Penyebab umum seseorang sering menarik atau mencabut rambut bisa juga dikarenakan kondisi kesehatan mental tertentu.

Kondisi kesehatan yang dimaksud, antara lain gangguan obsesif kompulsif atau OCD, kegelisahan, depresi, autisme, dan gangguan attention deficit hyperactivity atau ADHD.

Namun, tidak semua orang yang memiliki kondisi tersebut didiagnosis menderita trikotilomania. Gejala dapat dimulai karena berbagai alasan, termasuk menikmati merasakan ketebalan rambut di jari, emosi seperti kecemasan, rasa malu, hingga stres.

Adakah dampak sering mencabut rambut sendiri?

Meski bukan termasuk masalah serius, sering mencabut rambut sendiri bisa berdampak negatif pada hidup. Beberapa komplikasi mungkin akan mengganggu kesehatan mental, antara lain sebagai berikut:

Tekanan emosional

Seseorang yang memiliki kebiasaan sering mencabut rambut akan merasa malu, terhina, dan kurang percaya diri. Penderita penyakit trikotilomania mungkin juga mengalami depresi, kecemasan, dan harga diri yang rendah. 

Masalah dengan fungsi sosial dan pekerjaan

Rasa malu karena rambut rontok dapat membuat penderita trikotilomania menghindari aktivitas sosial dan kesempatan bekerja.

Orang yang sering menarik atau mencabut rambutnya sendiri mungkin akan memilih untuk menggunakan wig atau menyamarkan bagian kebotakan dengan berbagai cara.

Beberapa di antaranya bahkan akan menghindari keintiman dengan orang lain karena takut kebiasaan tersebut diketahui. Untuk itu, banyak penderitanya mulai mengalami masalah untuk bersosialisasi.

Kerusakan kulit dan rambut

Kebiasaan menarik atau mencabut rambut secara terus menerus dapat menyebabkan jaringan parut dan kerusakan lain, termasuk infeksi pada kulit kepala.

Area kepala yang rambutnya dicabuti bisa memengaruhi pertumbuhan secara permanen sehingga tak jarang mengakibatkan kerusakan parah.

Metode pencegahan yang mungkin bisa dilakukan

Beberapa pilihan perawatan untuk trikotilomania umumnya sudah banyak membantu penderita dalam mengurangi penarikan atau penghentian total. Beberapa metode pencegahan yang bisa dilakukan untuk seseorang yang memiliki kebiasaan menarik atau mencabut rambut, seperti:

Ikuti semua prosedur terapi

Mengikuti segala jenis terapi yang dokter sarankan adalah salah satu cara mencegah kebiasaan menarik atau mencabut rambut. Biasanya, dokter akan menyarankan penderitanya untuk mengikuti terapi pelatihan pembalikan kebiasaan. 

Terapi ini merupakan pengobatan utama untuk trikotilomania dengan cara mengganti kebiasaan dengan perilaku lain, seperti mengepalkan tangan.

Selain itu, terapi kognitif juga bisa dilakukan karena dapat membantu mengidentifikasi dan memeriksa keyakinan menyimpang terkait kebiasaan menarik rambut.

Lakukan pengobatan dengan benar

Meskipun tidak ada obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration khusus untuk penanganan trikotilomania, namun ada beberapa obat yang bisa membantu mengontrol gejala.

Biasanya, dokter mungkin akan merekomendasikan antidepresan seperti clomipramine atau anafranil. Obat lain juga bisa digunakan adalah N-acetylcysteine, yakni asam amino di mana akan memengaruhi neurotransmitter yang terkait dengan suasana hati.

Untuk menghindari kesalahan penggunaan obat, maka bicarakan dengan dokter mengenai perawatan lain yang mungkin bisa menyembuhkan gejala.

Baca juga: Manfaat Telur Asin untuk Kesehatan dan Cara Mudah Membuatnya di Rumah

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 1 Oktober 2020. Understanding Trichotillomania: The Urge to Pull Out Your Hair
  2. Mayo Clinic (2016), diakses 1 Oktober 2020. Trichotillomania (hair-pulling disorder)
    Berita Terkait
    register-docotr