Info Sehat

Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Waspadai Gejala Nokturia!

December 24, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kebanyakan orang pasti pernah terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Akan tetapi, jika frekuensi buang air kecil terjadi lebih sering kamu harus mewaspadai hal ini. Sebab, ini menjadi tanda dari nokturia.

Baca juga: Kenali Sexsomnia: Gejala Gangguan Tidur Seperti Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Apa itu nokturia?

Nokturia adalah suatu kondisi ketika seseorang buang air kecil (BAK) secara berlebihan di malam hari. Pada dasarnya, selama waktu tidur tubuh menghasilkan lebih sedikit urine yang pekat. Ini berarti, seseorang dapat tertidur tanpa gangguan untuk buang air kecil selama waktu tidur.

Nokturia ditandai dengan suatu kebutuhan untuk terbangun lebih dari satu kali per malam untuk buang air kecil. Kondisi ini tidak terbatas pada jenis kelamin. Sebab, nokturia dapat dialami oleh pria maupun wanita.

Apa penyebab nokturia?

Perlu diketahui, nokturia terdiri dari 3 tipe. Masing-masing tipe memiliki penyebab yang berbeda. Melansir Cleveland Clinic, berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing tipe nokturia beserta penyebabnya.   

1. Poliuria

Tipe ini ditandai ketika tubuh mengeluarkan urine lebih dari 3.000mL dalam 24 jam. Sedangkan volume urine dalam 24 jam yang dianggap normal yakni 800-2.000mL.

Hal tersebut biasanya disebabkan oleh terlalu banyaknya air yang disaring ginjal. Di sisi lain, ini juga bisa terjadi jika terdapat sesuatu pada urine, misalnya saja terdapat gula (glukosa) dalam urine.

Berikut beberapa penyebab dari poliuria di antaranya:

  • Asupan cairan berlebih
  • Diabetes tipe 1 dan 2
  • Penyakit diabetes insipidus
  • Diabetes gestasional, yakni diabetes pada masa kehamilan

2. Poliuria nokturnal

Ketika volume urine yang tinggi hanya terjadi di malam hari, ini dikenal sebagai poliuria nokturnal. Namun, volume urine pada siang hari normal atau bahkan berkurang.

Biasanya, ini disebabkan oleh adanya retensi cairan di siang hari, yang mana seringkali terjadi penumpukan di bagian kaki.

Ketika kamu berbaring untuk tidur, kaki tidak lagi menahan cairan. Maka cairan dapat kembali masuk ke pembuluh darah yang nantinya akan disaring oleh ginjal, sehingga menghasilkan urine.

Poliuria nokturnal bisa disebabkan oleh beragam faktor, ini termasuk:

  • Gagal jantung kongestif
  • Obstructive sleep apnea (pernapasan terganggu atau terhenti ketika tidur)
  • Obat-obatan tertentu
  • Konsumsi cairan berlebih sebelum tidur, terutama kopi, minuman berkafein lainnya, serta alkohol
  • Menjalani diet tinggi sodium

3. Nocturnal urinary frequency

Nocturnal urinary frequency adalah suatu kondisi ketika seseorang buang air kecil dalam jumlah yang kecil atau lebih sering buang air kecil. Namun, jumlah total urine yang diproduksi tidak mengalami peningkatan.

Hal tersebut dapat terjadi akibat ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan sepenuhnya, yang mana dapat membuat kandung kemih terisi urine lebih cepat. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hal ini di antaranya adalah:

  • Obstruksi kandung kemih
  • Benign prostatic hyperplasia pada pria
  • Pertumbuhan prostat nonkanker yang dapat menghalangi aliran urine

Selain itu, hal tersebut juga dapat terjadi akibat kandung kemih tidak mampu untuk terisi urine secara penuh sebelum memicu keinginan untuk buang air kecil. Ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Spasme kandung kemih
  • Infeksi kandung kemih atau infeksi saluran kemih (ISK) berulang
  • Peradangan pada kandung kemih
  • Nyeri pada kandung kemih (interstitial cystitis)
  • Gangguan tidur, seperti obstructive sleep apnea

Gejala nokturia

Sama seperti kondisi pada umumnya, nokturia juga memiliki gejala yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa gejala dari nokturia.

  • Terbangun lebih dari sekali pada malam hari untuk buang air kecil
  • Jika mengalami poliuria, volume buang air kecil menjadi lebih banyak
  • Kelelahan dan kantuk, bahkan setelah bangun tidur. Ini dapat terjadi karena siklus tidur menjadi terganggu

Baca juga: Gak Cuma Gaya Hidup, Ini Penyebab Susah Tidur yang Jarang Disadari!

Bagaimana cara mengatasi nokturia?

Pada umumnya, penanganan nokturia sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Terlepas dari apapun penyebabnya, terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu untuk menangani kondisi ini, seperti:

  • Hindari konsumsi cairan secara berlebihan di malam hari
  • Tidur siang dapat membantu kamu merasa lebih baik di siang hari
  • Sebagian orang mengalami penumpukan cairan di kaki. Untuk menangani hal ini, mengangkat kaki bisa membantu mengembalikan cairan ke aliran darah, sehingga kebutuhan untuk buang air kecil dapat berkurang
  • Mengenakan stoking kompresi dapat mencegah penumpukan cairan

Apa dampak dari nokturia?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa nokturia bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, misalnya saja diabetes atau ISK yang mana kondisi tersebut memerlukan penanganan yang tepat agar tidak semakin parah.

Di sisi lain, kondisi ini juga bisa memengaruhi siklus tidur, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan kurang tidur, kelelahan, mengantuk, atau bahkan perubahan pada suasana hati.

Beberapa penyebab mungkin bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup, akan tetapi sebagian lainnya memerlukan pengobatan dari dokter.

Dalam sebuah studi tahun 2012 menunjukkan bahwa nokturia memiliki dampak terhadap kesehatan umum dan kualitas hidup pada sebagian besar populasi orang dewasa. Sebab, tidur memiliki peranan yang penting agar mental dan fisik dapat berfungsi dengan baik.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai nokturia jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Cleveland Clinic (2020). Diakses 23 Desember 2020. Nocturia

Healthline (2018). Diakses 23 Desember 2020. Excessive Urination at Night (Nocturia)

Medline Plus. Diakses 23 Desember 2020. Urine 24-hour volume

Urologyhealth.org. Diakses 23 Desember 2020. What is Nocturia?

Weiss, Jeffrey P (2012). Nocturia: Focus on Etiology and Consequences. NCBI (diakses 23 Desember 2020)

    register-docotr