Info Sehat

Apa yang Harus Dilakukan Saat Memberi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Lalu Lintas?

January 18, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Melihat kecelakaan lalu lintas atau justru kamu terlibat dalam kecelakaan tersebut? Jangan panik dan usahakan untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. 

Inilah pentingnya untuk memelajari pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Dengan begitu, kamu bisa menyelamatkan orang lain yang mengalami kecelakaan atau bahkan diri sendiri.

Berikut beberapa panduan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas:

Langkah pertolongan pertama dalam situasi darurat

Kamu dapat memberi pertolongan pertama jika ada dalam kondisi darurat, misalnya di sekitar lokasi kecelakaan lalu lintas. Pertolongan pertama sendiri adalah perawatan yang diberikan pada seseorang yang mengalami cedera, membantu korban bertahan sampai bantuan profesional tiba. 

Berikut langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan dalam kondisi umum: 

Pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas: memastikan lokasi aman

Pastikan di sekitar lokasi tidak ada yang membahayakan. Jika ternyata kamu menganggap lokasi membahayakan atau berpotensi juga melukaimu, menjauh dan segera cari bantuan. 

Jika lokasi aman, pastikan kondisi orang yang terluka, tapi jangan pindahkan kecuali perlu melindunginya dari lokasi yang membahayakan. 

Mencari bantuan medis

Jika diperlukan, misalnya kamu mencurigai orang yang terluka dalam kondisi yang cukup parah, segera cari bantuan medis dengan menelepon nomor gawat darurat atau ambulans.

Tetap bersama korban yang terluka

Jika dalam kondisi yang cukup aman, tetaplah bersama orang yang terluka sampai bantuan profesional datang. Jika orang yang terluka dalam keadaan sadar, coba buat orang tersebut tetap tenang sampai bantuan tiba. 

Pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas untuk korban

Setelah melakukan ketiga langkah di atas, kamu juga bisa membantu dengan melakukan 3 prioritas pertolongan pertama dasar ‘ABC’, seperti dilansir dari NHS berikut ini. 

A untuk airway (saluran udara)

Pastikan kondisi pernapasan korban. Jika dalam kondisi sadar dan bisa bernapas, coba untuk perhatikan apakah korban memberi respons, dengan cara menanyakan kondisi mereka. Perhatikan jika ada penurunan respons.

Jika korban tidak sadarkan diri, bantu untuk buka jalan napasnya tanpa memindahkan posisinya. Tapi jika posisi dalam bahaya, pindahkan dengan hati-hati dan sandarkan mereka, lanjutkan dengan buka jalan napasnya. 

Cara membuka jalan napas adalah dengan membantu topang dahi korban dengan satu tangan dan coba sandarkan kepala korban ke belakang. Tinggikan ujung dagu menggunakan 2 jari.

Ini akan membuka bagian belakang tenggorokan, menjauhkan lidah dari tenggorokan sebagai jalan udara.

Jika kamu curiga korban mengalami cedera tulang belakang, usahakan untuk mengangkat rahang tanpa menggerakkan kepala korban untuk membuka jalan napas. 

B untuk breathing (pernapasan)

Cobalah untuk memeriksa apakah korban masih bernapas. Kamu bisa mengetahuinya dengan cara melihat dada yang naik turun, atau mendengar napas dari mulut atau hidung. Atau coba rasakan napas korban dengan pipi kamu selama 10 detik. 

Jika masih bernapas, bantu posisikan korban agar saluran udara tetap terbuka. Pantau terus napas korban sampai bantuan napas. 

C untuk circulation (sirkulasi)

Pastikan korban bernapas dengan normal. Jika ternyata napasnya tidak normal, kamu harus mewaspadai adanya serangan jantung. Karena pernapasan yang tidak teratur atau agonal bisa terjadi di beberapa menit pertama setelah serangan jantung.

Jika napas tidak stabil dan curiga terjadi serangan jantung, lakukan CPR atau kompresi dada dengan cara:

  • Letakan satu tangan di dada dengan tumit di tulang dada bagian tengah. Letakan satu tangan lainnya di atas tangan pertama
  • Posisikan bahu di atas tanganmu
  • Lakukan tekanan dengan berat tubuhmu di dada korban
  • Ulangi tekanan di dada dengan kecepatan 100 hingga 120 kali per menit sampai bantuan medis tiba

Pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas untuk diri sendiri

Penjelasan di atas adalah panduan memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas untuk korban. Namun bagaimana jika diri kita sendiri yang mengalami kecelakaan? 

Pada dasarnya, langkah yang perlu dilakukan tidak jauh berbeda. Jika masih dalam kondisi sadar, segera cari bantuan medis dengan menelepon nomor darurat.

Kemudian, jika lokasi kecelakaan dianggap membahayakan, seperti kemungkinan adanya ledakan, segera amankan diri. Amankan juga lingkungan, jangan sampai barang-barang di sekitar memperparah kondisimu. Misalnya pecahan kaca yang berserakan bisa melukaimu. 

Demikian beberapa panduan yang bisa dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

Selalu hati-hati dalam berkendara harus diutamakan, mengingat laporan status global WHO, 12 dari 100.000 orang meninggal karena kecelakaan di jalan raya Indonesia. Dari jumlah itu, 74 persennya adalah pengemudi kendaraan roda dua dan tiga di Indonesia. 

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

NHS, diakses 9 Januari 2020
After an incident
WHO, diakses 9 Januari 2020
Everyone can help: A First Aid Pocket Book for road crash bystanders
Healthline, diakses 9 Januari 2020
Introduction to First Aid
Kemenkes, diakses 9 Januari 2020
Buku saku pertolongan pertama pada kecelakaan di jalan

    register-docotr