Info Sehat

Yuk, Kenali 4 Penyebab Mata Berair dan Bagaimana Cara Mengatasinya

December 15, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Menangis adalah penyebab mata berair paling umum terjadi. Pada saat menangis, kelenjar di bawah kulit kelopak mata bagian atas akan menghasilkan air mata yang mengandung air dan garam.

Nah, terlalu banyak mengeluarkan air mata akan membanjiri saluran air mata sehingga membuat mata menjadi berair.

Dilansir dari Ncbi, mata berair adalah kondisi di mana mata memproduksi air mata secara berlebihan. Lalu, apa lagi penyebab mata berair selain menangis? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Sulit Melihat Jarak Jauh Pertanda Mata Minus, Yuk Coba Cara untuk Menyembuhkannya

Penyebab mata berair akibat saluran air mata tersumbat

Dilansir dari Medicalnewstoday, ada beberapa orang yang terlahir dengan kondisi saluran air mata yang belum berkembang. Jika ini terjadi pada bayi baru lahir, kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya seiring perkembangan saluran air matanya.

Namun pada orang dewasa dan anak-anak, saluran air mata yang menyempit biasanya terjadi akibat pembengkakan, di mana air mata tidak bisa mengalir keluar dan menumpuk di kantung air mata.

Air mata yang menggenang tersebut akan meningkatkan risiko infeksi yang ditandai oleh keluarnya semacam cairan lengket yang menyebabkan peradangan.

Penyebab produksi air mata berlebihan

Air mata memiliki beberapa peran penting untuk kesehatan tubuh. Selain menjaga agar mata tetap lembap, air mata juga berfungsi sebagai alat bantu mata membilas saat terkena benda asing seperti debu, atau kotoran.

Itulah mengapa ketika mata teriritasi, air mata yang dihasilkan akan berjumlah jauh lebih banyak daripada biasanya. Ini karena saat itu mata sedang mencoba memulihkan dirinya dari iritasi.

Adapun beberapa jenis iritasi yang dapat menyebabkan produksi air mata berlebih di antaranya meliputi:

  1. Beberapa bahan kimia, seperti asap, dan bahkan enzim yang terdapat pada bawang
  2. Konjungtivitis infektif
  3. Konjungtivitis alergi
  4. Cedera pada mata, seperti goresan atau sedikit pasir akibat kerikil kecil atau kotoran
  5. Trichiasis, tempat bulu mata tumbuh ke dalam
  6. Ectropion, ketika kelopak mata bagian bawah mengarah ke luar
  7. Kandungan lemak atau lipid yang tinggi yang mengganggu penyebaran cairan ke seluruh mata, sehingga membuat mata mengeluarkan lebih banyak air.

Baca juga: Apa Mata Kamu Minus? Ketahui Jawabannya Lewat 3 Tes Berikut Ini

Sindrom mata kering

Mata yang sangat kering juga bisa menyebabkan kamu mengeluarkan air mata secara berlebihan.

Ini terjadi karena mata tidak menerima pelumas dalam jumlah tepat, sehingga kamu akan terus menerus mengeluarkan banyak air mata untuk melembapkannya.

Penyebab mata terlalu kering lainnya adalah kandungan air, garam, dan minyak dalam air mata yang tidak seimbang. Ini akan menyebabkan iritasi yang membuat produksi air mata berlebih menjadi keluar melalui saluran air mata.

Penyebab mata berair lainnya

Selain ketiga sebab di atas, mata berair juga bisa disebabkan oleh beberapa hal lain misalnya:

  1. Kondisi cuaca yang berdebu, berangin, terlalu panas, atau terlalu dingin
  2. Saraf mata terlalu tegang
  3. Faktor lingkungan seperti cahaya terang dan kabut asap
  4. Flu biasa, masalah sinus, dan alergi
  5. Radang kelopak mata (blepharitis)
  6. Kelopak mata menghadap ke luar (ectropion) atau ke dalam (entropion)
  7. Mata merah muda (konjungtivitis) atau infeksi lainnya
  8. Cedera, seperti luka atau goresan pada mata
  9. Pemberian beberapa obat resep tertentu

Penanganan mata berair

Pada umumnya mata berair bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya saat penyebabnya telah berhasil diatasi. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat terus berlanjut dan memerlukan penanganan medis khusus.

Misalnya mata berair akibat saluran air mata tersumbat, memerlukan prosedur pembedahan untuk membuat saluran baru dari kantung air mata ke bagian dalam hidung.

Sementara jika kondisi ini terjadi akibat iritasi, dokter mungkin lebih memilih untuk menunggu selama seminggu atau lebih untuk melihat apakah masalahnya teratasi dengan sendirinya tanpa antibiotik.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Kamu bisa melakukannya dengan mengunduh aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Watery eye, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/medgen/471965 diakses pada 2 Desember 2020

Causes and treatments for watering eyes, https://www.medicalnewstoday.com/articles/169397#causes diakses pada 2 Desember 2020

Why Are My Eyes Watering?, https://www.healthline.com/health/watery-eyes#seeing-a-doctor diakses pada 2 Desember 2020

Why Are My Eyes Watery?, https://www.webmd.com/eye-health/ss/slideshow-watery-eyes-causes diakses pada 2 Desember 2020

Causes and treatments for watering eyes, https://www.medicalnewstoday.com/articles/169397 diakses pada 2 Desember 2020

 

    Berita Terkait
    register-docotr