Info Sehat

Ada Darah Saat BAB? Hati-hati, 7 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

October 8, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Apakah kamu pernah menemukan darah di toilet setelah buang air besar? Bisa jadi, kamu sedang mengalami buang air besar (BAB) berdarah.

Feses yang berdarah mungkin tidak memerlukan penanganan secepatnya, tetapi bisa menjadi masalah serius jika kamu terus kehilangan banyak darah.

Terkadang kamu bisa mengalami BAB berdarah tapi tidak sakit, namun kondisi ini bukanlah hal yang normal. Maka dari itu, kamu harus segera mencari tahu kenapa BAB berdarah.

Penyebab-penyebab BAB berdarah 

Feses yang normal seharusnya tidak disertai darah dan tidak menimbulkan rasa sakit atau sembelit berlebihan. Lalu kenapa BAB bisa berdarah? berikut ini adalah beberapa penyebab BAB berdarah:

Fisura anal

Anal fissure atau fisura anal merupakan salah satu penyebab BAB berdarah. Hal ini terjadi karena adanya retakan atau sobekan pada kulit anus. Biasanya, penyakit ini disebabkan karena kamu mengejan feses yang keras.

Untungnya, mandi air hangat dan mengonsumsi makanan yang berserat tinggi bisa membantu kamu mengurangi gejala fisura.

Obat BAB berdarah yang biasa digunakan untuk mengatasi fisura anal antara lain krim pelunak feses, petroleum jelly, atau krim lain yang mungkin juga dapat membantu kamu mengatasi rasa sakit dan ketidaknyamanan di area anus.

Biasanya dokter akan merekomendasikan obat BAB berdarah berikut ini:

  • Nitrogliserin yang diaplikasikan dari luar tubuh
  • Krim topikal anestesi seperti lidocaine hydrochloride
  • Obat tekanan darah seperti nifedipine atau diltiazem

Wasir

Wasir juga bisa menjadi salah satu penyebab BAB berdarah. Wasir merupakan pembengkakan pembuluh darah yang terjadi di area anus. BAB berdarah seringkali disebabkan oleh penyakit wasir. Feses akan disertai darah berwarna merah terang jika kamu memiliki penyakit ini. 

Diare, sembelit, mengangkat beban berat, duduk terlalu lama, dan kehamilan menjadi faktor-faktor yang bisa menyebabkan penyakit wasir, lho. Salah satu gejala wasir adalah kamu akan mengalami BAB berdarah tapi tidak sakit.

Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa mengonsumsi makanan berserat tinggi dan obat-obatan yang bisa kamu beli di apotek tanpa menggunakan resep dokter.

Obat BAB berdarah yang bisa dibeli tanpa resep untuk mengatasi wasir biasanya berupa krim, salep atau obat yang dimasukan melalui anus. Produk-produk obat ini biasanya mengandung bahan baku seperti witch hazel atau hydrocortisone dan lidocaine.

Divertikulitis

Divertikulosis terjadi ketika kantong kecil yang disebut divertikula berkembang di dinding usus besar. Kantong atau divertikula ini sangat umum terjadi. Meskipun divertikula bisa mengalami pendarahan, tetapi perdarahan ini biasanya berhenti dengan sendirinya.

Biasanya, kantung-kantung ini tidak menyebabkan gejala atau memerlukan perawatan itu sebabnya kamu akan mengalami BAB berdarah tapi tidak sakit. Lain halnya jika sudah terjadi terinfeksi, yaitu ketika suatu kondisi yang disebut divertikulitis terjadi.

Divertikula yang terinfeksi dan meradang seringkali terasa nyeri dan dapat menyebabkan perdarahan dan tercampur dengan feses kamu. Aliran darah dengan jumlah sedang akan mengalir selama beberapa detik saat kamu buang air besar.

Divertikulitis bisa diobati dengan antibiotik. Namun jika parah, kamu perlu penanganan lebih lanjut seperti pembedahan. Kamu harus segera mengunjungi dokter jika mengalami penyakit ini, ya!

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Penyebab BAB berdarah lainnya adalah Inflammatory bowel disease (IBD). IBD adalah istilah umum untuk penyakit autoimun yang menyebabkan radang usus. Dua jenis IBD yang paling umum adalah penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Penyakit Crohn memengaruhi organ pencernaan bagian dalam. Sementara itu, kolitis terjadi ketika jaringan yang melapisi usus besar meradang. Salah satu jenis kolitis, yaitu kolitis ulseratif dapat menyebabkan bisul, atau luka terbuka yang progresif, yang rentan terhadap perdarahan.

Tenang saja, penyakit ini dapat disembuhkan jika kamu mengonsumsi obat-obatan, termasuk steroid dan penguat sistem kekebalan tubuh. Tentunya sesuai dengan anjuran dokter, ya.

Baca juga: Irritable Bowel Syndrome, Kenali Penyakit yang Sering Menyerang Wanita

Angiodysplasia

Bab berdarah juga dapat disebabkan oleh angiodysplasia. Kondisi ini merupakan kelainan yang terjadi pada pembuluh darah di saluran gastrointestinal (GI). Saluran GI meliputi mulut, kerongkongan, usus kecil dan besar, lambung, dan anus. 

Kondisi angiodysplasia menyebabkan pembuluh darah membengkak atau membesar, serta pembentukan lesi perdarahan di usus besar dan perut. Hal ini lah yang mungkin menyebabkan adanya darah yang terdapat pada feses kamu.

Terkadang, perdarahan yang disebabkan oleh angiodysplasia dapat berhenti dengan sendirinya. Akan tetapi, kamu mungkin memerlukan perawatan jika perdarahan tidak kunjung membaik.

Polip

Mungkin kamu jarang mendengar kata polip. Polip merupakan jenis tumor yang melekat pada selaput lendir, yang mana pada kasus BAB berdarah, polip tumbuh di lapisan rektum atau usus besar.

Ketika polip tumbuh di lapisan rektum atau usus besar, mereka dapat menyebabkan iritasi, peradangan, dan pendarahan ringan. Oleh karena itu, polip merupakan salah satu penyakit yang dapat diatasi dengan operasi.

Selain itu, polip perlu diangkat untuk diuji mengenai kemungkinannya  menjadi kanker.

Kanker kolorektal

Jika BAB disertai pendarahan yang kamu alami sudah sering dan serius, mungkin penyebabnya merupakan penyakit kanker, seperti kanker kolorektal atau usus besar serta kanker dubur.

Salah satu tanda yang paling terlihat jika kamu mengalami kanker ini adalah BAB berdarah dan berlendir. Oleh karena itu, kondisi ini tidak boleh kamu anggap sepele.

Beberapa kasus kanker usus besar dan dubur berkembang dari polip yang awalnya jinak, lho. Semua kasus kanker di area sistem pencernaan memerlukan perawatan, yang biasanya melibatkan kombinasi kemoterapi, terapi radiasi, dan operasi.

Penyebab-penyebab bayi BAB berdarah

Bayi BAB berdarah adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Setidaknya mereka akan mengalami kondisi ini sekali semasa usianya masih bayi.

Beberapa penyebab umumnya adalah:

  • Konstipasi
  • Darah di ASI
  • Infeksi
  • Wasir
  • Diare
  • Alergi atau sensitif terhadap makanan tertentu
  • Perdarahan di gastrointestinal bagian atas

Untuk mengatasi bayi BAB berdarah, kamu harus tahu terlebih dahulu apa penyebabnya. Untuk itu, penting agar kamu segera ke dokter dan memeriksakan si Kecil.

Bayi juga bisa mengalami BAB berdarah dan berlendir. Jika kotorannya keras, artinya bayi mengalami konstipasi, untuk itu cegah dan atasi BAB berdarah dan berlendir pada bayi dengan perbanyak asupan cairan mereka.

Penyebab BAB berdarah saat hamil

Mayoritas BAB berdarah saat hamil disebabkan oleh wasir. Penyakit ini biasa terjadi di masa kehamilan, terutama di trimester terakhir dan beberapa minggu setelah melahirkan.

BAB berdarah saat hamil bisa diatasi dengan cara sederhana, di antaranya:

  • Makan makanan berserat tinggi
  • Banyak minum air
  • Perbanyak gerak atau aktivitas fisik

Penyebab BAB berdarah pada anak

Kondisi BAB berdarah pada anak biasanya bukan hal yang mengkhawatirkan. Tapi kamu harus segera cari pertolongan apabila:

  • BAB berdarah pada anak terlihat mengkhawatirkan atau ada gumpalan darah yang ikut keluar
  • Anak terlihat lemas, pingsan atau sangat sakit
  • Anak terlihat sangat menderita

Nah, itu dia beberapa penyebab BAB berdarah yang mungkin kamu alami saat ini. Bila keadaan semakin memburuk segera hubungi dokter supaya kamu segera mendapat pertolongan pertama, ya. Tetap jaga kesehatan!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr