Info Sehat

Penyakit Zoonosis di Indonesia: Ketahui Cara Penularan dan Hewan Perantaranya

March 10, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Dari banyak jenis penyakit, penularan dan infeksi zoonosis sering kali terjadi tanpa disadari. Ini yang kemudian membuat penyakit itu cepat menyebar ke orang lain. Pada beberapa kasus, penyakit zoonosis di Indonesia dapat mewabah hingga menimbulkan epidemi.

Lantas, apa sebenarnya penyakit zoonosis itu? Apa saja penyakit zoonosis yang pernah dan kerap terjadi di Indonesia? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu penyakit zoonosis

Penyakit zoonosis adalah infeksi yang ditularkan secara alamiah oleh hewan kepada manusia. Menurut World Health Organization (WHO), hingga saat ini, diperkirakan ada sekitar 200 penyakit zoonosis di seluruh dunia.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Litbang Kementerian Pertanian, penularan penyakit zoonosis adalah sebagai berikut:

  • Kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang sedang sakit
  • Mengonsumsi produk pangan hewan (ternak) yang sakit
  • Menghirup udara yang terkontaminasi aerosol dari hewan sakit.

Penyakit zoonosis di Indonesia

Meski sama-sama ditularkan dari hewan, penyakit zoonosis di Indonesia dibedakan menjadi beberapa jenis. Beberapa penyebab utama penyakit zoonosis adalah bakteri, virus, parasit, dan jamur.

Zoonosis akibat bakteri

Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri bersifat menular. Bakteri bisa bermigrasi ke orang lain meski tanpa disadari. Beberapa penyakit zoonosis di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri adalah:

  • Tuberkulosis, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut bisa hidup di tubuh sapi, kambing, dan hewan liar. Gejala utama dari tuberkulosis adalah munculnya gangguan pada sistem pernapasan.
  • Salmonelosis, disebabkan oleh bakteri Salmonella, ditularkan oleh sapi, unggas, kucing, dan kuda. Seseorang yang mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang sangat rentan terkena penyakit ini. Salmonelosis memiliki gejala seperti demam dan diare.
  • Antraks, disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, mudah ditemukan di hewan mamalia pemakan rumput, misalnya sapi. Penularannya bisa melalui kulit yang terluka, udara yang tercemar, atau mengonsumsi daging hewan. Antraks bisa memicu borok yang sulit disembuhkan.
  • Leptospirosis, disebabkan oleh bakteri Leptospira sp, ditularkan oleh hewan seperti tikus, sapi, dan anjing. Seseorang bisa terkena penyakit ini dari air seni hewan-hewan tersebut. Pada manusia, leptospirosis dapat memicu komplikasi seperti anemia, meningitis, dan pneumonia.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 5 Jenis Penyakit yang Ditularkan oleh Tikus

Penyakit zoonosis di Indonesia akibat virus

Selain bakteri, penyakit zoonosis di Indonesia juga bisa disebabkan oleh virus. Penyakit oleh virus diyakini memiliki efek penularan yang lebih cepat. Berikut beberapa penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus:

  • Flu burung, disebabkan oleh virus yang diidentifikasi sebagai H5N1, ditularkan oleh unggas seperti burung melalui lendir dan kotorannya. Seseorang yang terkena penyakit ini biasanya mengalami gejala demam tinggi, batuk, nyeri tenggorokan, radang saluran napas, dan nyeri otot.
  • Flu babi, disebabkan oleh H3N1 dan virus influenza tipe A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, dan H3N2, satu genus dengan H5N1 (flu burung). Seperti namanya, virus ditemukan pada babi dan menular lewat lendir. Soal gejala, tanda-tandanya mirip seperti flu burung.
  • Rabies, disebabkan oleh virus Lyssa dari famili Rhabdoviridae, ditularkan melalui gigitan kucing atau anjing. Gejala klinis pada manusia yang terinfeksi meliputi demam tinggi dan kesemutan pada area bekas luka gigitan.

Zoonosis akibat parasit

Jika dibandingkan dengan dua jenis zoonosis di atas, penyakit yang disebabkan oleh parasit cenderung jarang terjadi, namun sangat membahayakan. Berikut beberapa penyakit zoonosis di Indonesia yang dipicu oleh parasit:

  • Toksoplasmosis, disebabkan oleh parasit protozoa bersel tunggal bernama Toxoplasma gondii, ditularkan oleh kucing, kambing, babi, dan unggas melalui kontak fisik serta makanan yang terkontaminasi. Toksoplasmosis bisa menyebabkan komplikasi seperti radang otak.
  • Skabies, disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Seseorang yang mengidap penyakit ini rentan mengalami gatal-gatal, rambut rontok, hingga muncul kudis di kulit.
  • Kaki gajah, disebabkan oleh nematoda parasit cacing gelang Filaria wb. Pengidapnya bisa mengalami pembesaran tungkai kaki dan pembengkakan skrotum.  

Penyakit zoonosis di Indonesia akibat jamur

Selain virus, bakteri, dan parasit, zoonosis juga bisa dipicu oleh infeksi jamur. Kurap adalah salah satu penyakit zoonosis paling umum yang disebabkan oleh jamur. Ada banyak jamur penyebab kurap, di antaranya adalah Microsporum canis dan Trichophyton mentagrophytes.

Jamur tersebut mudah hidup di tubuh kucing dan anjing. Namun, pada manusia, jamur juga bisa tumbuh di area tubuh yang lembap. Penyakit kurap biasanya menyerang rambut (tinea ceaptitis), kulit (tinea corponis), sela jari kaki (tinea pedis), dan paha (tinea curis).

Gejala yang ditimbulkan infeksi jamur tersebut bisa berupa bercak merah, luka nanah, dan kerontokan rambut serta bulu.

Nah, itulah ulasan tentang penyakit zoonosis di Indonesia beserta cara penularan dan hewan perantaranya. Untuk meminimalkan risikonya, selalu jaga jarak dengan binatang dan masak hingga matang produk makanan yang berasal dari hewan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 26 Februari 2021, Zoonoses.
  2. Litbang Kementerian Pertanian, diakses 26 Februari 2021, ZOONOSIS DAN UPAYA PENCEGAHANNYA.
  3. Universitas Gadjah Mada, diakses 26 Februari 2021, 200 Penyakit Zoonosis di Indonesia.

    register-docotr