Info Sehat

Penelitian Terbaru: Pemanasan Global Bakal Jadi Penyebab Kematian di Dunia

June 3, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tak banyak yang peduli dan seringkali diabaikan, terjadinya global warming atau pemanasan global di dunia ternyata bisa mengancam nyawa manusia. Diketahui lebih dari sepertiga kematian akibat panas dunia setiap tahun disebabkan langsung oleh global warming.

Nah, berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai global warming. 

Apa itu global warming

Menurut penjelasan dari laman WHO, selama 50 tahun terakhir, aktivitas manusia khususnya pembakaran bahan bakar fosil telah melepaskan cukup banyak karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya untuk menjebak panas tambahan di atmosfer yang lebih rendah dan mempengaruhi iklim global.

Dalam 130 tahun terakhir, dunia telah menghangat sekitar 0,85oC. Masing-masing dari 3 dekade terakhir berturut-turut lebih hangat daripada dekade sebelumnya sejak 1850. 

Global warming atau pemanasan global yaitu terjadinya permukaan laut yang naik, gletser mencair dan pola curah hujan berubah. Peristiwa cuaca ekstrim menjadi lebih intens dan sering.

Apa dampak pemanasan global terhadap kesehatan?

Meskipun pemanasan global dapat membawa beberapa manfaat lokal, seperti kematian musim dingin yang lebih sedikit di daerah beriklim sedang dan peningkatan produksi pangan di daerah tertentu. 

Namun efek kesehatan secara keseluruhan dari perubahan iklim sangat negatif. Perubahan iklim memengaruhi banyak faktor penentu kesehatan sosial dan lingkungan udara bersih, air minum yang aman, makanan yang cukup dan tempat tinggal yang aman.

Namun demikian, penilaian WHO, menyimpulkan bahwa perubahan iklim diperkirakan akan menyebabkan sekitar 250.000 kematian tambahan per tahun antara tahun 2030 dan 2050. 

Sebanyak 38.000 karena paparan panas pada orang tua, 48.000 karena diare, 60.000 karena malaria, dan 95.000 karena kekurangan gizi pada masa kanak-kanak.

Pengaruh global warming terhadap kematian manusia di dunia

Melansir penjelasan dari laman Nature, perubahan iklim memengaruhi kesehatan manusia. Namun hingga saat ini memang belum ada upaya sistematis berskala besar untuk mengukur dampak kesehatan manusia terkait panas yang telah terjadi akibat perubahan iklim.

Penelitian tentang dampak global warming yang memengaruhi kematian manusia 

Diketahui bahwa lebih banyak orang meninggal karena cuaca ekstrem yang diperkuat oleh pemanasan global seperti badai, banjir dan kekeringan. Jumlah kematian akibat panas akan tumbuh secara eksponensial dengan meningkatnya suhu.

Menurut jurnal Nature Climate Change telah mengamati kematian akibat panas di 732 kota di seluruh dunia, dari tahun 1991 hingga 2018 menghitung bahwa 37% disebabkan oleh suhu lebih tinggi dampak pemanasan global yang disebabkan oleh manusia. 

Kematian tersebut berjumlah sekitar 9.700 orang per tahun hanya dari kota-kota tersebut, tetapi jauh lebih banyak di seluruh dunia.

Persentase kematian akibat panas tertinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim terjadi di kota-kota Amerika Selatan. Dalam penelitian juga disebutkan bahwa Eropa Selatan dan Asia selatan sebagai titik panas lainnya untuk kematian akibat panas terkait perubahan iklim.

Sao Paulo, Brazil, memiliki kematian akibat panas terkait iklim paling banyak, rata-rata 239 per tahun. Kemudian sekitar 35% kematian akibat panas di Amerika Serikat dapat disebabkan oleh perubahan iklim. 

Baca juga: 10 Dampak Cuaca Panas terhadap Tubuh dan Kesehatan, Jangan Anggap Sepele!

Data penelitian 

Para ilmuwan menggunakan data kematian selama beberapa dekade di 732 kota untuk memplot kurva yang merinci bagaimana tingkat kematian setiap kota berubah dengan suhu dan bagaimana kurva kematian akibat pemanasan global bervariasi dari kota ke kota. 

Beberapa kota beradaptasi dengan panas lebih baik daripada yang lain karena AC, faktor budaya dan kondisi lingkungan. Kemudian peneliti mengambil suhu yang diamati dan membandingkannya dengan 10 model komputer yang mensimulasikan dunia tanpa perubahan iklim. 

Perbedaannya adalah pemanasan yang disebabkan oleh manusia. Dengan menerapkan teknik yang diterima secara ilmiah pada kurva kematian akibat pemanasan global untuk 732 kota, para ilmuwan menghitung kematian akibat perubahan iklim panas yang ekstrim. 

Orang-orang terus meminta bukti bahwa perubahan iklim telah memengaruhi kesehatan manusia.

Studi atribusi ini secara langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan metode epidemiologi mutakhir, dan jumlah data yang telah dikumpulkan penulis untuk analisis sangat mengesankan.

Disebutkan juga bahwa penelitian ini adalah salah satu yang pertama merinci kematian akibat pemanasan global terkait perubahan iklim sekarang, bukan di masa depan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
register-docotr