Info Sehat

Pantangan saat Cacar Air yang Harus Dipatuhi, Apa Saja?

April 21, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pantangan saat cacar air sudah banyak beredar, akan tetapi tetap ada mitos seputar informasi tersebut. Cacar air sendiri merupakan suatu kondisi yang membuat kulit terasa gatal sehingga dampaknya cukup mengganggu kesehatan.

Kulit yang gatal ini terkadang tanpa sadar terus-menerus digaruk sehingga menyebabkan infeksi kulit. Nah, karena itu agar tidka semakin parah maka perlu dicegah dengan beberapa pantangan saat menderita cacar air. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Ciri-Ciri Kekurangan Sel Darah Merah yang Tidak Boleh Diabaikan

Apa saja pantangan saat cacar air?

Dilansir dari Healthline, cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster atau VZV. Infeksi ini umumnya dapat menyebabkan ruam gatal yang disertai dengan lepuh berisi cairan. 

Cacar air sendiri dapat dicegah melalui vaksinasi. Faktanya, menerima dua dosis vaksin cacar air sekitar 94 persen efektif mencegah penyakit. Selain itu, untuk mencegah penularan, kamu juga perlu mengetahui beberapa pantangan saat cacar air antara lain sebagai berikut:

Jangan melakukan kontak langsung dengan orang lain

Pantangan saat cacar air yang paling utama adalah tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain. Seperti yang sudah diketahui, cacar air sangat menular di mana artinya penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dari satu orang ke orang lain.

Seseorang bisa terkena cacar air dengan melakukan kontak langsung dengan luka lepuh atau melalui udara saat penderitanya batuk, bersin, atau berbicara. Jika kamu menderita cacar air, biasanya tertular satu atau dua hari sebelum gejala mulai terlihat. 

Perlu diketahui, kamu akan tetap menularkan sampai semua lepuh cacar air mengering dan berkeropeng. Kondisi ini biasanya terjadi setelah lima hingga tujuh hari. Tak hanya itu, jika kamu telah divaksinasi untuk melawan cacar air maka masih tetap bisa menularkannya pada orang lain. 

Hindari menggaruk area gatal akibat cacar air

Selain menghindari kontak langsung dengan orang lain, pantangan saat cacar air lainnya adalah tidak menggaruk area yang gatal. Hal ini disebabkan, menggaruk lepuh akibat cacar air berisiko terkena infeksi bakteri kulit.

Selain itu, penderita cacar air yang terus-menerus menggaruk lepuh pada kulit juga dapat mengembangkan risiko munculnya jaringan parut.

Untuk menenangkan kulit yang gatal, kamu bisa melakukan beberapa tips, seperti ketuk atau tepuk kulit, elus kulit secara perlahan, dan aplikasikan losion kalamin. 

Tidak menggunakan produk yang mengandung aspirin

Jangan gunakan aspirin atau produk yang mengandung aspirin untuk meredakan demam akibat cacar air. Penggunaan aspirin pada anak-anak dengan cacar air telah dikaitkan dengan sindrom Reye.

Sindrom ini yakni penyakit parah yang dapat memengaruhi hati dan otak dengan berisiko menyebabkan kematian. Sebagai gantinya, gunakan obat non-aspirin seperti asetaminofen untuk meredakan demam akibat cacar air.

Jangan mengonsumsi makanan yang dapat memperburuk gejala

Beberapa orang dengan cacar air bisa mengalami gejala, berupa lecet di dalam atau sekitar mulut. Karena itu, terdapat beberapa makanan pantangan saat cacar air yang perlu diketahui yakni makanan pedas, makanan asam, dan makanan asin.

Hindari juga makanan yang keras dan renyah, seperti gorengan. Jika kamu khawatir tentang asupan nutrisi selama serangan cacar air maka bisa tanyakan pada penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan panduan.

Fakta dan mitos tentang cacar air yang perlu diketahui

Selain pantangan saat cacar air, terdapat pula beberapa fakta dan mitos tentang penyakit ini yang perlu kamu ketahui. Untuk lebih jelasnya, berikut mitos maupun fakta dari penyakit cacar air. 

Setelah terkena cacar air, maka akan kebal

Faktanya, ketika terkena cacar air, tubuh mengembangkan antibodi yang disebut imunoglobulin. Antibodi inilah yang melawan virus cacar air di kemudian hari.

Namun, tidak semua orang yang telah terkena cacar air akan terus memproduksi antibodi ini sehingga bisa saja mengalami infeksi berulang.

Cacar air adalah penyakit yang tidak berbahaya

Faktanya, sekitar satu dari 20 anak akan tertular infeksi telinga akibat cacar air. Komplikasi langka lainnya, termasuk pneumonia dan radang otak atau ensefalitis.

Sementara itu, ada pula komplikasi yang sangat jarang, termasuk radang otot jantung, radang usus buntu, hepatitis, serta radang bagian mata.

Jika pernah menderita cacar air, tidak akan terkena herpes zoster

Faktanya, herpes zoster pada dasarnya disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air. Sebab, virus tidak sepenuhnya bersih dari tubuh setelah menderita cacar air, maka virus dapat aktif kembali.

Untuk itu, sekitar 1 dari lima orang yang pernah menderita cacar air berisiko mengembangkan herpes zoster.

Baca juga: Warna dan Tekstur Kotoran Telinga Kamu Menandakan Kondisi Kesehatan Tertentu Lho!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 16 April 2021. What to Eat When You Have Chickenpox — and What to Avoid
  2. Parenting Without Tears (2013), diakses 16 April 2021. Chickenpox: facts and myths
  3. Healthline (2019), diakses 16 April 2021.  How to Prevent Chickenpox
  4. CDC (2018), diakses 16 April 2021.  Prevention and Treatment
  5. Webmd (2019), diakses 16 April 2021. What’s the Treatment for Chickenpox?
    register-docotr