Info Sehat

Mungkinkah Bisa Terjadi Gangguan Alergi Vitamin C? Ini Faktanya!

July 11, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Selama ini, vitamin C dikenal sebagai salah satu nutrisi terbaik kaya manfaat untuk tubuh, seperti menjaga kesehatan kulit, mata, hingga organ kardiovaskular. Tapi, tahukah kamu bahwa kandungan pada vitamin ini juga bisa memicu alergi?

Terdengar aneh memang, tapi itulah faktanya. Pada kondisi tertentu, seseorang bisa saja mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi vitamin ini. Bagaimana bisa? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Sekilas tentang vitamin C

Vitamin C adalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga fungsi sejumlah organ. Di dalamnya, terdapat asam askorbat yang memiliki banyak manfaat, terutama sebagai antioksidan. Kandungan ini juga berperan mencegah serta mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, sayur dan buah-buahan adalah sumber terbaik dari vitamin C. Sekitar 90 persen dari total kebutuhan vitamin harian manusia berasal darinya.

Kandungan asam askorbat yang tinggi bisa ditemukan di brokoli, tomat, mangga, dan buah-buahan sitrus seperti jeruk dan limau. Sayangnya, seseorang bisa saja mengalami tanda-tanda alergi setelah mengonsumsinya. Mengapa bisa begitu?

Baca juga: Ini Segudang Manfaat Vitamin C yang Mesti Kamu Ketahui

Penjelasan ilmiah tentang alergi vitamin C

Menurut sebuah penelitian yang terbit di The Korean Journal of Medicine, alergi terhadap vitamin adalah kasus yang sangat langka, persentasenya bahkan di bawah 0,1 persen. Beberapa pakar juga masih mendiskusikan tentang hal ini.

The Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA) mendefinisikan alergi sebagai respons yang berlebihan dari sistem imun terhadap benda dari luar. Dalam hal ini, vitamin C memang tidak diproduksi oleh tubuh, melainkan dari asupan makanan. Oleh sebab itu, vitgamin C dikategorikan sebagai ‘benda asing’.

Normalnya, sistem imun akan menghasilkan senyawa kimia tertentu yang berfungsi untuk melawan zat asing berbahaya. Pada kondisi tertentu, asam askorbat yang ada pada vitamin C dikenali sebagai ‘musuh’ yang harus dimusnahkan.

Sebuah riset yang dilakukan di Amerika Serikat memaparkan bahwa hampir semua kasus alergi vitamin C disebabkan oleh asupan berlebih. Kondisi ini memicu sistem imun kemudian menganggapnya sebagai ancaman bagi keseimbangan nutrisi lain.

Gejala alergi vitamin C

Menurut AAFA, pada umumnya semua jenis alergi memiliki gejala yang sama, termasuk pada vitamin C. Tanda yang paling umum adalah muncul bintik merah, hingga yang jarang disadari seperti mudah lelah.

Munculnya bintik merah disertai gatal disebabkan oleh pelepasan histamin, senyawa yang diproduksi oleh sistem imun yang bertugas memberi reaksi pada kulit. Saat sedang alergi, kadar histamin akan meningkat. Selain itu, gejala-gejala lain yang dapat terjadi meliputi:

  • Mata berair
  • Muncul rasa gatal pada mata
  • Gatal pada hidung
  • Bersin
  • Gejala flu seperti pilek
  • Batuk
  • Kram perut
  • Perut kembung
  • Diare
  • Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu
  • Suara mengi

Cara mengatasi alergi vitamin C

Mengatasi alergi vitamin C bukan perkara mudah. Sebab, biasanya vitamin ini dipakai untuk mengobati berbagai penyakit atau gangguan kesehatan. Lalu, bagaimana jika tubuh justru memberikan reaksi negatif terhadap vitamin ini?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, sebagian besar kasus alergi vitamin C dipicu oleh takaran konsumsi yang lebih. Alergi asam askorbat lebih sering terjadi akibat asupan dari sumber yang bersifat sintetis atau buatan manusia, misalnya suplemen.

Oleh karena itu, jika kamu punya alergi ini, perlu dilakukan pemeriksaan dan tes yang menyeluruh, batasi konsumsi buah dengan kandungan vitamin C dominan, seperti jeruk. Termasuk saat hendak minum suplemen, bicarakan dulu dengan dokter agar tak menimbulkan gejala alergi.

Baca juga: Inilah Deretan Buah, Mengandung Vitamin C Tinggi

Berapa total kebutuhan harian vitamin C?

Vitamin C memainkan peran penting di dalam tubuh manusia, sehingga asupannya harus terpenuhi. Asupan yang kurang bisa menurunkan kekebalan, sedangkan konsumsi berlebih juga dapat menyebabkan alergi.

Menurut Harvard Medical School, asupan harian vitamin C yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 75 mg, dan 120 mg untuk ibu hamil atau menyusui. Sedangkan batas maksimalnya adalah 2.000 mg per hari. Lebih dari itu, tubuh akan memberi reaksi seperti gejala di atas.

Nah, itulah ulasan tentang alergi vitamin C yang perlu kamu tahu. Jika gejala tetap muncul meski asupannya tepat, segera berkonsultasi ke dokter. Tetap jaga kesehatan, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

  1. EKJM.org, diakses 6 Juli 2020, Allergic reactions to a multivitamin
  2. Live Strong, diakses 6 Juli 2020, Allergic Reactions to Excessive Vitamin C.
  3. KANSAS Journal of Medicine, diakses 6 Juni 2020, Oral Vitamin C (Ascorbic Acid) Allergy and Avoidance Leading to Severe Hypovitaminosis C.
  4. Harvard Medical School, diakses 6 Juli 2020, What’s the right amount of vitamin C for me?
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 6 Juli 2020, Vitamin C Allergy of the Delayed Type.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 6 Juli 2020, Vitamin C.
  7. The Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), diakses 6 Juli 2020, What Are the Symptoms of an Allergy?
  8. The Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), diakses 6 Juli 2020, Allergy Facts and Figures.

    register-docotr