Info Sehat

10 Penyebab Mual Setelah Makan: dari Kehamilan hingga Efek Keracunan

March 13, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Umumnya mual dikaitkan dengan masalah di perut, keracunan atau masalah pencernaan lainnya. Bagaimana dengan kondisi mual setelah makan? 

Apakah mual setelah makan adalah hal yang normal atau justru menjadi gejala adanya masalah kesehatan tertentu? Simak ulasannya berikut ini!

Tentang kondisi mual setelah makan

Mual adalah kondisi yang banyak terjadi. Penyebabnya pun bermacam-macam. Namun jika bicara kondisi tersebut terjadi setelah makan, ada beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya.

Mulai dari hal yang normal seperti efek kehamilan, sampai pada hal yang serius seperti masalah pada kantung empedu. Jika penyebab sudah diketahui, maka akan membantu menentukan cara mengatasinya.

Penyebab mual setelah makan

Jika mengalami mual setelah makan, ada baiknya kamu mengingat apakah mengalami salah satu dari hal-hal berikut ini. Mengidentifikasi penyebab mual dapat membantumu untuk mencari peredanya sesegera mungkin. 

1. Reaksi alergi makanan

Beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan, telur atau kerang dapat memancing sistem kekebalan tubuh. Makanan tersebut dapat dianggap sebagai hal yang membahayakan. 

Sistem kekebalan kemudian akan melakukan perlawanan, yang membuat pelepasan histamin dan bahan kimia hingga menimbulkan reaksi alergi. 

Reaksi alergi ini dapat berupa gatal, bengkak-bengkak di mulut dan yang umum terjadi adalah mual. 

2. Keracunan makanan

Makanan yang didiamkan terlalu lama dapat menjadi sumber bakteri, virus dan parasi yang dapat membuat sakit. Ini berisiko dapat membuat kamu keracunan. 

Gejala keracunan makanan yang umum dapat berupa diare, muntah dan mual. Biasanya gejala ini muncul beberapa jam setelah makan. 

3. Virus

Virus bisa menginfeksi usus dan menyebabkan flu perut. Jika sudah menginfeksi maka dapat menimbulkan gejala seperti diare, muntah dan mual. 

Virus penyebab flu perut ini dapat menular. Kamu bisa tertular jika berada dekat dengan orang yang sedang terinfeksi. Makan atau minum air yang terkontaminasi virus juga bisa membuatmu terinfeksi.

4. Kehamilan menyebabkan mual setelah makan

Mual pada kehamilan adalah hal yang umum terjadi. Biasanya terjadi di pagi hari atau yang biasa disebut morning sickness. 

Tetapi mual setelah makan juga dapat dialami ibu hamil. Ini karena hormon yang berubah selama kehamilan dapat memicu mual, bahkan setelah ibu hamil makan. 

5. Gastroesophageal disease (GERD)

GERD dapat menyebabkan mual. Kondisi ini dapat terjadi setelah makan, karena GERD adalah kondisi saat katup otot antara kerongkongan dan perut tidak berfungsi. 

Kondisi ini dapat menyebabkan asam lambung bocor naik ke kerongkongan, yang kemungkinan terjadi tak lama setelah kamu makan. 

6. Cemas dan stres berlebihan

Stres juga dapat menyebabkan efek samping pada kondisi fisik, salah satunya mual. Jika ini terjadi, kamu tidak perlu panik karena mual akan reda seiring dengan tingkat stres yang berkurang. 

7. Mual setelah makan dapat terjadi pada pengidap kanker

Beberapa orang yang mengidap kanker dan menjalani kemoterapi akan merasakan efek samping berupa mual. Ini bisa terjadi sepanjang kemoterapi masih dijalankan, termasuk setelah makan.

Namun umumnya, mual dapat berangsur berkurang jika perawatan sudah selesai.

8. Penyakit kantung empedu

Kantung empedu adalah tempat penampungan empedu, cairan yang membantu proses pencernaan makanan. Jika kantung empedu mengalami masalah, ini dapat memengaruhi kemampuan mencerna makanan. 

Akibatnya muncul masalah yang berkaitan dengan sistem pencernaan, termasuk mual.

Konsultasikan ke dokter jika kamu mencurigai adanya masalah pada empedu. Dokter akan merekomendasikan pengobatan yang tepat.

9. Sindrom iritasi usus besar

Saat mengalaminya, berbagai gejala yang terkait gastrointestinal atau sistem pencernaan bisa muncul. Gejala tersebut bisa berupa sakit perut, diare, sembelit dan mual. Nah, mual adalah keluhan yang paling umum. 

10. Mabuk

Mabuk bukan hanya karena terlalu banyak minum minuman beralkohol. Sensitif pada gerakan juga dapat mengakibatkan mabuk, misalnya mabuk perjalanan. Semakin banyak gerakan, dapat menyebabkan mual yang juga semakin parah. 

Cara mengatasi mual setelah makan

Pengobatan yang dapat dilakukan tergantung penyebabnya. Misalnya minum obat antimual atau melakukan relaksasi.

Menghindari makanan pedas dan berlemak jika disebabkan oleh GERD dan melakukan pengobatan jika disebabkan oleh penyakit kantung empedu. 

Tapi ingat ya, konsultasi ke dokter adalah langkah yang tepat untuk memastikan penyebab dan menentukan pengobatannya.

Bagaimana mencegahnya?

Untuk mencegah terjadinya mual setelah makan, lakukanlah hal berikut ini:

  • Mengisap es batu atau es serut setelah makan
  • Menghindari makanan berminyak, goreng atau pedas berlebihan
  • Makan makanan hambar seperti biskuit atau roti panggang
  • Jangan makan terlalu banyak, cobalah bagi ke dalam beberapa porsi yang lebih kecil dan makan secara bertahap
  • Setelah makan usahakan untuk rileks sebentar, memberi waktu untuk proses pencernaan makanan
  • Makan dan minum perlahan
  • Jika masakan mengeluarkan aroma yang dapat memicu mual, sajikan makanan dalam kondisi dingin atau suhu ruangan agar aroma tidak mengganggu

Semoga tips tersebut dapat membantu mencegah mual setelah makan dan membuat kamu lebih menikmati waktu makan, ya!

Punya pertanyaan lebih lanjut? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 5 Maret 2021
What Causes Nausea After Eating?
Medical News Today, diakses 5 Maret 2021
What to know about nausea after eating
WebMd, diakses 5 Maret 2021
Nausea and Vomiting

    register-docotr