Info Sehat

Mengenal Siklus Pelana Kuda pada Pasien DBD, Berikut Fase-fase dan Bahayanya!

August 18, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Di tengah pandemi yang belum usai, masyarakat harus mewaspadai demam berdarah yang kasusnya mulai meningkat. Penting untuk mengetahui siklus infeksi penyakit tersebut demi meminimalkan risiko terburuk.

Salah satunya dengan mengenali siklus pelana kuda yang berbahaya. Ini merupakan fase-fase yang perlu diperhatikan pada demam berdarah.

Lantas, apa itu siklus pelana kuda pada demam berdarah? Bagaimana bahayanya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang demam berdarah

Demam berdarah atau yang juga dikenal di indonesia sebagai demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang umum terjadi di negara tropis. Penyakit ini ditularkan dari nyamuk betina Aedes aegypti, nyamuk yang juga menjadi medium penyebaran chikungunya dan penyakit kuning.

Demam berdarah menyerang sistem peredaran darah manusia. Oleh karena itu, penyakit ini bisa menjadi lebih serius jika seseorang tidak segera mendapat penanganan yang tepat. Perawatan yang terlambat bisa memperbesar risiko dampak buruk hingga kematian.

Nyamuk Aedes aegypti membawa virus pemicu yang berasal dari keluarga Flaviviridae, dengan empat jenis virus yang dikenal sebagai serotipe DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4.

Baca juga: Mengapa Demam Berdarah dan Tipes Bisa Terjadi di Waktu yang Bersamaan?

Peningkatan kasus DBD di tengah pandemi

Kasus DBD mulai menunjukkan peningkatan sejak pertengahan tahun 2021. Berdasarkan data nasional pada 14 Juni, kasusnya menyentuh angka 16.320, naik 6.417 jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Begitu juga dengan angka kematiannya, meningkat jadi 147 kasus pada Juni, dari yang sebelumnya 98 kasus pada Mei. Kasus DBD ditemukan di 387 kabupaten/kota di 32 provinsi. Untuk kasus tertinggi, ada pada kelompok umur 15-44 tahun.

Siklus pelana kuda pada DBD

Menurut sebuah publikasi, gejala klinis dari demam berdarah membentuk sebuah siklus seperti pelana kuda. Siklus tersebut ditandai dengan tiga fase berbeda yang harus diperhatikan, yaitu:

Fase pertama

Pada fase pertama, seseorang yang terinfeksi demam berdarah akan mengalami demam tinggi, biasanya berlangsung dua hingga tujuh hari.

Demam kemudian akan berulang atau biasa disebut dengan demam
bifastik yaitu demam yang dikira akan membentuk gambaran “pelana kuda”.

Menurut penjelasan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Ari F. Syam, siklus tersebut kerap menjadi titik lengah masyarakat. Sebab, demam yang mereda dianggap sebagai kesembuhan.

Padahal, demam yang mereda merupakan tanda bahwa infeksi demam berdarah akan memasuki tahapan selanjutnya, yaitu fase kritis. Bukan hanya demam, pada fase pertama, gejala lain yang juga bisa muncul di antaranya adalah:

  • Sakit kepala parah
  • Nyeri otot, sendi, dan tulang
  • Muncul bintik-bintik merah
  • Gusi berdarah

Fase pertama dari demam berdarah harus benar-benar diperhatikan. Sebab, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jika ada gejala muntah, sakit perut, perdarahan mukosa, dan kesulitan bernapas, ini bisa menjadi tanda dari kasus demam berdarah serius (severe dengue).

Fase kritis

Fase kritis adalah tahap yang sering diabaikan, tapi bisa membahayakan. Tahapan ini dimulai ketika pasien sudah tidak lagi demam, biasanya berlangsung antara 24 hingga 48 jam. Jika diamati dari gejalanya, sebagian besar pasien akan membaik pada fase ini.

Tapi, tanpa penanganan yang tepat, perubahan klinis bisa terjadi dengan cepat. Meski nampak sehat, pasien (terutama yang telah mengalami kebocoran plasma) bisa menderita hipotensi atau penurunan tekanan darah hingga syok sepsis yang dapat meningkatkan risiko kematian.

Selain itu, pasien bisa mengalami perdarahan yang parah, seperti tinja berdarah dan menoragia (haid berlebihan). Pada kasus yang jarang, gejala klinis dapat bermanifestasi menjadi peradangan otot jantung (miokarditis), hati (hepatitis), pankreas (pankreatitis), dan otak (ensefalitis).

Fase penyembuhan

Fase yang terakhir dari demam berdarah adalah fase pemulihan atau penyembuhan. Pada fase ini, denyut nadi akan kembali menguat, suhu tubuh akan berangsul normal dan stabil, jika ada perdarahan akan berhenti, dan bintik atau ruam merah di kulit mulai memudar.

Hematokrit atau komponen darah pada pasien juga berangsur normal dan stabil, ditandai dengan sel darah putih dan trombosit yang mulai naik. Seperti diketahui, kadar trombosit dan sel darah putih kerap dijadikan parameter dalam pemeriksaan pasien demam berdarah.

Langkah pencegahan

Jangan meremehkan fase pelana kuda pada DBD, sebab dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Terutama kerusakan pembuluh darah yang bisa memicu perdarahan.

Komplikasi lainnya yakni muntah terus-menerus, perdarahan pada hidung dan gusi, darah pada urine, nyeri perut dan sulit bernapas.

Jika tak ditangani dengan cepat, ini juga dapat berujung pada kejang, kerusakan hati, jantung, otak, paru-paru, syok, hingga gagal organ.

Perlu adanya pencegahan agar kamu tidak terjangkit virus DENV yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Kementerian Kesehatan telah menggencarkan kampanye 3M Plus sebagai langkah pencegahan demam berdarah, yaitu:

  • Menguras: membersihkan tempat atau wadah penampungan air, seperti ember, bak mandi, dan tempat air minum
  • Menutup: tidak membiarkan terbuka tempat-tempat penampungan air, seperti kendi, toren air, dan drum
  • Memanfaatkan kembali: menggunakan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk

Adapun ‘Plus’ pada gerakan 3M Plus adalah:

  • Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang tidak mudah untuk dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk untuk pencegahan gigitan atau penularan dari Aedes aegypti
  • Menggunakan kelambu di kamar atau tempat tidur
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan geranium
  • Memelihara ikan yang dapat memangsa jentik nyamuk
  • Mengubah kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat berkembangbiak nyamuk
  • Mengatur ventilasi dan cahaya dalam rumah

Nah, itulah ulasan tentang fase demam berdarah yang juga dikenal dengan istilah pelana kuda dan risiko bahaya komplikasinya. Untuk meminimalkan risiko terinfeksi, terapkan langkah pencegahan seperti yang telah disebutkan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Kementerian Kesehatan, diakses 18 Agustus 2021, Kendalikan DBD dengan PSN 3M Plus.
  2. Healthline, diakses 18 Agustus 2021, Dengue Fever.
  3. CDC, diakses 18 Agustus 2021, Clinical Presentation.
  4. Medical News Today, diakses 18 Agustus 2021, Everything you need to know about Dengue fever
  5. Media Indonesia, diakses 18 Agustus 2021, Kasus DBD Terus Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19.
  6. Universitas Medan Area, diakses 18 Agustus 2021, PREVALENSI DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN ASAHAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF UMUR DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2015 – 2016.

    register-docotr