Info Sehat

Benarkah Susu Bisa Mengatasi Keracunan Makanan?

June 6, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Susu memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Di sisi lain, minuman bernutrisi ini juga tak jarang dijadikan sebagai pertolongan pertama untuk keracunan makanan. Namun, apakah benar mengatasi keracunan makanan dengan susu efektif dilakukan?

Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan selengkapnya di sini.

Baca juga: Wajib Tahu Pertolongan Pertama saat Keracunan Makanan, Ini Langkahnya!

Kenali kondisi keracunan makanan

Keracunan makanan dapat terjadi karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Sebelum mengetahui efektivitas mengatasi keracunan makanan dengan susu, perlu diketahui sebelumnya bahwa gejala keracunan dapat terjadi dalam kurun waktu beberapa jam atau bahkan sehari setelah mengonsumsi minuman maupun makanan yang terkontaminasi.

Gejala yang ditimbulkan juga dapat bervariasi bergantung pada sumber infeksi. Dikutip dari laman Healthline, berikut ini adalah beberapa gejala dari keracunan makanan.

  • Kram perut
  • Diare
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam
  • Merasa lemah
  • Mual
  • Sakit kepala

Sementara itu, gejala lainnya yang perlu diwaspadai dapat meliputi:

  • Diare yang terjadi selama lebih dari tiga hari
  • Demam tinggi
  • Gangguan penglihatan atau berjalan
  • Gejala dehidrasi, yang meliputi mulut kering

Benarkah mengatasi keracunan makanan dengan susu efektif?

Susu adalah minuman yang seringkali dijadikan sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi keracunan makanan. Namun, apakah benar mengatasi keracunan makanan dengan susu dapat dilakukan?

Menurut Dr. dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) susu bukanlah obat untuk mengobati keracunan. Meskipun demikian, susu bisa memberikan manfaat ketika seseorang mengalami kondisi ini.

“Manfaat susu itu pertama untuk dilusi, artinya untuk pengenceran. Jadi saat seseorang keracunan, kalau kita memberikan cairan dalam jumlah besar, otomatis kadar racun jadi kecil”. Kata dr. Ariani seperti dikutip dari laman Kompas.com.

Susu bisa melapisi saluran cerna

Mengatasi keracunan makanan dengan susu memang menjadi salah satu pertolongan pertama yang tak jarang dilakukan oleh sebagian orang.

Namun yang perlu diketahui bahwa susu bukan menetralisir racun secara khusus, “Tapi, (susu) dapat membilas dan mengeluarkan racun dalam tubuh secara cepat”, ujar dr. Ariani seperti dikutip dari Tempo.co.

Di sisi lain, susu juga mengandung laktosa yang membuat cairan atau racun dalam tubuh cepat dikeluarkan melalui urine. Meskipun demikian, ia tetap mengingatkan bahwa susu tidak direkomendasikan untuk pengobatan keracunan makanan.

Baca juga: Jangan Panik, Lakukan Cara Berikut untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Cara mengatasi keracunan makanan

Pada kebanyakan kasus keracunan makanan dapat sembuh dalam kurun waktu beberapa hari. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala yang terjadi, di antaranya adalah:

1. Beristirahat dengan cukup

Sebaiknya, istirahatlah dengan cukup hingga kamu merasa lebih baik. Berisitirahat yang cukup juga dilakukan untuk mengembalikan energi.

2. Jaga hidrasi tubuh dengan baik

Dehidrasi adalah salah satu komplikasi dari keracunan makanan. Jika tidak segera ditagani, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Dehidrasi akibat gejala umum keracunan makanan, seperti misalnya saja diare atau muntah dapat menyebabkan kehilangan banyak cairan dalam tubuh dalam waktu singkat.

Penting unuk diketahui bahwa kurangnya cairan dalam tubuh dapat menyebabkan kamu merasa lelah, lemah, hingga detak jantung yang tidak teratur. Untuk mencegah dehidrasi, kamu dapat memperbanyak konsumsi air putih.

Tak hanya itu, kamu juga bisa mengonsumsi minuman elektrolit. Sementara itu, air kelapa dapat mengembalikan karbohidrat dan membantu mengatasi kelelahan.

Sebaiknya, hindarilah konsumsi minuman berkafein. Sebab, kafein dapat berpotensi mengiritasi saluran cerna.

3. Konsumsi makanan tertentu

Dilansir dari laman Webmd, disarankan untuk tidak makan atau minum selama beberapa jam setelah gejala timbul. Setelah kamu mulai makan dan minum lagi, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang lembut.

Pisang atau nasi adalah beberapa makanan yang memiliki tekstur lembut. Kamu juga dapat mengonsumsi kaldu bening untuk membuatmu merasa lebih baik. Makanan tersebut dapat membantumu mengisi kembali nutrisi yang hilang dalam tubuh.

Tak hanya itu, pastikan juga untuk mengonsumsi makanan yang rendah lemak hingga kamu merasa lebih baik. Sebagai tambahan, untuk mencegah sakit perut, sebaiknya hindarilah konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi, makanan pedas, dan gorengan.

Itulah beberapa informasi mengenai mengatasi keracunan makanan dengan susu serta informasi lainnya. Untuk mengatasi keracunan makanan, lebih disarankan untuk segera mengunjungi dokter.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan mengatasi keracunan makanan dengan susu atau seputar kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.  

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 03 Juni 2021. Food Poisoning 

Kompas.com (2017). Diakses pada 03 Juni 2021. Benarkah Susu Bisa Dipakai Mengobati Keracunan? 

Tempo.co (2017). Diakses pada 03 Juni 2021. Susu Bisa Mengatasi Keracunan? Ini Kata Dokter

Webmd (2020). Diakses pada 03 Juni 2021. Remedies for Food Poisoning 

    register-docotr