Info Sehat

Bisa Jadi Petunjuk Cara Minum, Kenali 7 Arti Logo pada Kemasan Obat!

November 14, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kamu pasti pernah melihat logo pada obat yang tertera pada kemasan, misalnya saja logo berwarna hijau atau biru. Masing-masing logo ternyata memiliki arti yang berbeda. Biasanya logo pada kemasan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai obat tersebut.

Obat adalah senjata utama yang digunakan untuk mengobati suatu penyakit. Penggunaan obat tentu saja tidak boleh dilakukan sembarangan, hal ini berguna untuk menghindari efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan.

Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui arti logo yang terdapat pada kemasan obat agar kita tidak salah mengonsumsinya.

Baca juga: Apakah Berbahaya Jika Konsumsi Obat Setelah Minum Kopi? Cek Faktanya!

Mengenal logo pada obat beserta artinya

Obat dapat digolongkan berdasarkan jenisnya. Melansir Kemkes.go.id, penggolongan obat berdasarkan jenisnya sendiri telah tertuang dalam Permenkes RI Nomor 917/Menkes/X/1993 yang kini telah diperbaharui menjadi Permenkes RI Nomor 949/Menkes/Per/VI/2000.

Penggolongan obat memiliki tujuan untuk meningkatkan keamanan serta ketepatan dalam penggunaan  maupun kemanan distribusi. Berdasarkan modul yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan RI dan BPOM, berikut adalah arti logo pada obat.

1. Logo berwarna hijau

Simbol obat bebas. Sumber foto: https://www.hipwee.com/

Lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam adalah tanda dari obat bebas. Logo pada obat ini memiliki arti obat yang dijual bebas di pasaran serta dapat dibeli tanpa resep dokter. Perlu diketahui bahwa obat ini merupakan obat yang paling aman.

2. Logo pada obat berwarna biru

Simbol obat bebas terbatas. Sumber foto: https://www.hipwee.com/

Logo pada obat berbentuk lingkaran dengan warna biru serta memiliki garis tepi berwarna hitam adalah obat bebas terbatas. Pada dasarnya, obat bebas terbatas adalah obat yang dijual bebas serta dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter.

Obat ini aman dikonsumsi dalam jumlah tertentu, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan bahaya. Maka dari itu, selalu perhatikanlah petunjuk penggunaan yang terdapat pada kemasan.

Biasanya, obat bebas terbatas disertai dengan peringatan yang terdapat pada kemasannya, yakni berbentuk persegi panjang berwarna hitam dengan bagian huruf berwarna putih. Tanda peringatan tersebut misalnya:

  • P. No.1: Awas! Obat Keras. Baca aturan pakainya
  • P. No.2: Awas! Obat Keras. Hanya untuk kumur jangan ditelan
  • P. No.3: Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar badan
  • P. No.4: Awas! Obat Keras. Hanya untuk dibakar
  • P. No.5: Awas! Obat Keras. Tidak boleh ditelan
  • P. No.6: Awas! Obat Keras. Obat wasir, jangan ditelan

3. Logo berwarna merah dengan huruf K

Simbol obat keras. Sumber foto: https://www.hipwee.com/

Logo pada obat keras memiliki simbol lingkaran berwarna merah, tepi berwarna hitam, dan memiliki huruf K di bagian tengahnya.

Logo ini memiliki arti obat keras, sehingga penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter. Dalam arti kata, obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Baca juga: Daftar Antibiotik yang Digunakan untuk Mengobati Infeksi Saluran Kemih

4. Logo dengan gambar pohon

Simbol obat tradisional. Sumber foto: https://www.hipwee.com/

Simbol lingkaran dengan garis tepi berwarna hijau dan terdapat gambar pohon di dalamnya merupakan logo pada obat yang termasuk ke dalam golongan obat tradisional atau jamu. Obat dalam golongan ini berbahan dasar alami, seperti berasal dari tanaman.

Jamu sendiri merupakan telah digunakan secara turun temurun untuk mengobati suatu kondisi tertentu.

5. Logo pada obat dengan gambar bintang

Simbol obat herbal terstandar. Sumber foto: https://blog.elevenia.co.id/

Obat herbal terstandar (OHT) ditandai dengan lingkaran bergaris tepi hijau yang di dalamnya terdapat gambar tiga bintang yang juga memiliki warna hijau. Logo ini memiliki arti yakni obat tradisional yang telah diolah dengan teknologi tinggi.

Tak hanya itu, proses produksi OHT juga ditunjang dengan pembuktian ilmiah, seperti standar kandungan bahan yang bermanfaat serta telah diuji toksisitas akut ataupun kronisnya.

6. Logo dengan gambar seperti salju

Simbol obat fitofarmaka. Sumber foto: https://www.hipwee.com/

Logo yang memiliki garis tepi berwarna hijau yang ditengahnya terdapat gambar seperti salju yang juga berwarna masuk ke dalam golongan obat fitofarmaka.

Obat fitofarmaka sendiri adalah obat tradisional yang berasal dari bahan alami dengan proses pembuatan terstandar. Sama seperti halnya seperti OHT, obat ini juga ditunjang dengan bukti ilmiah dan telah dilakukan uji klinis pada manusia.

Karena proses pembuatannya yang terstandar, obat ini dapat disetarakan dengan obat modern.

7. Logo obat dengan tanda plus

Simbol obat narkotika. Sumber foto: https://www.hipwee.com/

Obat yang berbentuk lingkaran dengan garis tepi berwarna merah dan di dalamnya terdapat tanda plus atau simbol palang medali merah adalah golongan obat narkotika.

Obat ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan ketergantungan. Maka dari itu, hanya boleh diperoleh dengan menggunakan resep dokter dan perlu diawasi secara ketat.

Itulah informasi mengenai logo pada obat. Selain kamu harus memerhatikan logo yang terdapat pada kemasan, kamu juga harus memerhatikan aturan pakai pada obat, ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementrian Kesehatan RI (2017). Diakses pada 04 November 2020. Farmakologi 

Pusat Informasi Obat Nasional BPOM. Diakses pada 04 November 2020. PEDOMAN UMUM 

Pom.go.id (2015). Diakses pada 04 November 2020. Materi Edukasi Tentang Peduli Obat dan Pangan Aman 

    register-docotr