Info Sehat

Wajib Tahu! Ini Alasan Penting Mengapa Antibiotik Harus Dihabiskan

June 18, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang biasa diresepkan dokter saat kamu sakit. Nah, kenapa antibiotik harus dihabiskan, ya?

Obat antibakteri ini dapat menghancurkan atau memperlambat petumbuhan bakteri.

Antibiotik termasuk obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini pun tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus.

Kenapa antibiotik harus dihabiskan?

Antibiotik merupakan obat yang diresepkan oleh dokter untuk mengobati infeksi bakteri. Obat ini dianjurkan untuk selalu dihabiskan meskipun kondisi tubuh sudah membaik.

Akan tetapi, sebagian dari kita pasti mempertanyakan alasan sebenarnya di balik kenapa antibiotik harus dihabiskan.

Antibiotik sendiri harus dihabiskan untuk menghentikan infeksi bakteri muncul kembali, serta mengurangi risiko bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik. Resistensi merupakan keadaan di mana bakteri tidak dapat dibunuh lagi dengan antibiotik.

Namun yang perlu diingat adalah alasan utama pemberian antibiotik digunakan untuk menyembuhkan infeksi bakteri, bukan untuk mencegah resistensi obat.

Baca juga: Perhatikan 5 Aturan Minum Antibiotik Ini agar Pengobatan Lebih Efektif!

Apa itu resistensi antibiotik?

Resistensi antibiotik dapat meningkat setelah bakteri berulang kali terpapar antibiotik. Bakteri berubah atau beradaptasi sehingga mereka tidak lagi terpengaruh oleh antibiotik. Hal ini menyebabkan antibiotik tidak efektif melawan infeksi sebelumnya yang dapat mereka obati.

Dilansir NHS, hal tersebut telah diterima secara luas bahwa menghentikan pengobatan antibiotik sejak dini dapat mendorong bakteri untuk mengembangkan resistensi antibiotik.

Akibatnya, saran medis yang diberikan saat ini mengharuskan mengonsumsi antibiotik hingga habis seperti yang sudah diresepkan dan direkomendasikan oleh tenaga kesehatan profesional, meskipun kamu merasa kondisimu sudah lebih baik.  

Penyebab resistensi antibiotik

Resistensi antibiotik tidak terjadi begitu saja, hal ini disebabkan karena bakteri menolak obat serta bakteri telah berubah dalam beberapa cara. Perubahan tersebutlah yang melindungi bakteri dari aksi penyembuhan oleh obat atau penetralan obat.

Setiap bakteri yang bertahan dari pengobatan antibiotik dapat berkembang biak dan menularkan sifat resistensinya. Tak hanya itu saja, beberapa bakteri juga dapat mentransfer sifat tahan obat mereka ke bakteri lain seakan mereka saling membantu untuk bertahan hidup.

Fakta bahwa bakteri mengembangkan resistensi adalah hal yang normal. Tetapi cara penggunaan obat juga memengaruhi seberapa cepat dan sejauh mana resitensi terjadi.

Apa yang terjadi jika antibiotik tidak dihabiskan?

Mengobati infeksi bakteri dengan antibiotik dapat membunuh bakteri tersebut, tetapi ini membutuhkan waktu seminggu atau lebih lama untuk menyelesaikannya.

Jika kamu menghentikan pengobatan lebih awal, kamu hanya akan membunuh bakteri yang lebih lemah karena bakteri-bakteri tersebut paling mudah dihilangkan oleh antibiotik.

Yang tersisa adalah bakteri yang lebih sulit, yang hanya dapat terbunuh jika pengobatan dilanjutkan. Tanpa adanya antibiotik, mereka memiliki ruang untuk berkembang biak dan terus bertahan secara genetik kepada keturunan mereka. Hal tersebut membuat infeksi lebih sulit untuk diobati.

Generasi mendatang dari bakteri yang berasal dari populasi ini memiliki mutasi yang lebih banyak dari waktu ke waktu, yang dapat membuat mereka benar-benar tahan terhadap antibiotik.

Nah, sudah tahu bukan alasan kenapa alasan antibiotik harus dihabiskan? Meskipun menghabiskan antibiotik sangat penting, tetapi kamu juga harus mengonsumsinya secara bijak dan harus sesuai dengan instruksi dokter.

Kamu juga harus menggunakan dosis harian yang telah ditentukan, serta menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan lain agar kondisi kesehatanmu cepat pulih, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

CDDEP (2017). Diakses pada 13 Juni 2020. Should You Finish The Course of Antibiotics?

Labroots (2017). Diakses pada 13 Juni 2020. Do You Really Need to Finish Your Antibiotics? 

Live Science (2017). Diakses pada 13 Juni 2020. Why You May Not Have to Finish All Your Antibiotics? 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 13 Juni 2020. Antibiotics: Are You Misusing Them?

Medical News Today (2019). Diakses pada 13 Juni 2020. What to Know About Antibiotics 

NHS (2017). Diakses pada 13 Juni 2020. Question Over Advice to Finish Courses of Antibiotics 

Sahabat Nestle. Diakses pada 13 Juni 2020. Resistensi Antibiotik, Berbahayakah? 

    Berita Terkait
    register-docotr