Info Sehat

Kelebihan Sel Darah Putih: Faktor Penyebab dan Bahayanya bagi Tubuh

June 2, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Manusia membutuhkan sel darah putih atau leukosit untuk melawan bakteri, infeksi atau penyakit lainnya di dalam tubuh. Tapi jika terjadi kelebihan sel darah putih menjadi pertanda bahaya bagi kesehatan.

Pada kondisi biasa, terdapat 4 ribu hingga 10 ribu sel darah putih di setiap mikroliter darah. Di saat jumlahnya melampaui 11 ribu per mikroliter darah, tandanya seseorang mengalami kelebihan sel darah putih dan perlu waspada. 

Apa yang menyebabkan terjadinya sel darah putih dan apa bahayanya bagi tubuh? Berikut penjelasan selengkapnya:

Penyebab kelebihan sel darah putih

Kelebihan darah putih menjadi pertanda bahaya bagi kesehatan tubuh. (Foto: Shutterstock)

Kelebihan sel darah putih dalam dunia medis disebut dengan leukositosis. Penyebabnya berbagai macam. Namun demikian faktor penyebab yang paling umum terjadi antara lain:

  • Infeksi
  • Peradangan
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh atau imunosupresi
  • Penggunaan obat-obatan, termasuk saat menggunakan kortikosteroid
  • Masalah sumsum tulang atau gangguan kekebalan tubuh
  • Kanker tertentu, seperti leukemia, limfositik akut atau kronis
  • Cedera
  • Stres emosional
  • Kehamilan
  • Merokok
  • Reaksi alergi
  • Olahraga berlebihan

Penyebab terjadinya kelebihan darah putih bisa dibedakan lebih spesifik, berdasarkan jenisnya. Ada lima jenis leukositosis, disesuaikan dengan nama elemen yang ada di dalam sel darah putih, yaitu:

  • Neutrofilia, leukositosis karena tingginya kandungan neutrofil
  • Limfositosis, leukositosis karena tingginya limfosit
  • Monositosis, leukositosis karena tingginya monosit
  • Eosinofilia, leukositosis karena tingginya eosinofil
  • Basofilia, leukositosis karena tingginya basofil

Masing-masing dari jenis ini memiliki penyebab yang lebih detail:

Lima komponen dalam sel darah putih yaitu, limfosit, monosit, basofil, neutrofil dan eosinofil. (Foto: Shutterstock)

Neutrofilia

Pada jenis ini biasanya disebabkan oleh infeksi, cedera dan radang sendi. Bisa juga karena reaksi terhadap beberapa obat seperti steroid. Selain itu stres juga bisa menyebabkan neutrofilia. Jenis ini adalah yang paling umum terjadi. 

Limfositosis

Pada limfositosis penyebabnya antara lain infeksi virus atau reaksi alergi. Dalam beberapa kasus, leukemia juga menjadi penyebab terjadinya limfositosis. 

Monositosis

Monositosis disebabkan oleh infeksi tertentu seperti tuberkulosis atau TBC. Bisa juga karena penyakit autoimun seperti lupus.

Eosinofilia

Pada eosinofilia disebabkan oleh reaksi alergi, infeksi parasit, serta beberapa jenis penyakit kulit. Atau dalam kasus berat karena adanya limfoma (kanker yang terkait dengan kekebalan tubuh).

Basofilia

Pada jenis basofilia biasanya disebabkan oleh leukimia. Pada beberapa kasus juga disebabkan oleh adanya alergi parah. Namun ini yang paling jarang terjadi. 

Seseorang tidak akan mengetahui dirinya mengalami kelebihan sel darah putih, kecuali setelah melakukan tes darah lengkap atau dalam bahasa medis disebut Complete Blood Count (CBC). Bisa juga dengan melakukan biopsi sumsum tulang. 

Tes darah lengkap dan biopsi sumsum tulang dilakukan sebagai pemeriksaan lanjutan jika dokter mencurigai terjadinya kelebihan sel darah putih. Biasanya gejala awal yang terlihat pada pasien berupa:

  • Masalah penglihatan
  • Masalah pernapasan
  • Pendarahan di area tertutup seperti perut dan usus
  • Stroke

Gejala tersebut muncul karena saat jumlah sel darah putih tinggi, akan menyebabkan darah mengental. Saat darah mengental, maka membuatnya sulit mengalir dengan lancar hingga memicu timbulnya gejala tersebut. 

Gejala lainnya juga bisa saja terjadi, tergantung dari penyebab pemicu tingginya sel darah putih. Misalkan disebabkan infeksi, maka orang tersebut akan menunjukkan gejala demam dan nyeri.

Jika penyebabnya leukimia atau kanker lain, bisa menunjukkan gejala penurunan berat badan dan juga mudah mengalami lebam. Jika penyebabnya alergi, biasanya akan terlihat ruam kulit dan juga gatal-gatal.

Sementara jika penyebabnya alergi pada paru-paru akan menunjukkan gejala masalah pernapasan atau sesak napas.

Bahaya bagi tubuh jika kelebihan sel darah putih

Sel darah putih berfungsi untuk memerangi infeksi atau penyakit lainnya. Ketika sel darah putih meningkat, tandanya ia sedang berusaha lebih keras mengalahkan gangguan kesehatan. Atau dengan kata lain pertanda adanya penyakit berbahaya dalam tubuh.

Selain itu, terkadang ada juga leukositosis yang tidak bisa dipastikan penyebabnya. Hal ini dikenal dengan nama idiopathic hypereosinophilic syndrome.

Jika seseorang menderita sindrom tersebut bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius seperti kerusakan pada jantung, paru-paru, hati, kulit dan sistem saraf.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab kelebihan sel darah putih pada tubuh kamu dan apa efeknya, jangan tunda untuk segera cek ke dokter, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline.com diakses 29 Mei 2020 What Is Leukocytosis? 
  2. Medicalnewstoday diakses 29 Mei 2020 What to know about high white blood cell count 
  3. Mayoclinic.org diakses 29 Mei 2020 High white blood cell count 
    register-docotr