Info Sehat

Jangan Dianggap Sepele, Ini Penyebab Nyeri Dada Saat Menelan Makanan!

March 10, 2021 | Arianti Khairina | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Bagi sebagian orang pasti pernah merasakan nyeri dada saat menelan makanan. Namun hal itu seringkali diabaikan tanpa mencari tahu penyebabnya. Agar mendapatkan perawatan yang tepat, simak yuk penyebab nyeri dada saat menelan makanan. 

Penyebab nyeri dada saat menelan makanan 

Beberapa kondisi dapat menyebabkan nyeri dada saat menelan. Gejala lain yang sering muncul, yaitu mulas, kesulitan menelan, atau mual. Berikut ini penyebab nyeri dada saat menelan makanan seperti dilansir dari laman Healthline

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

GERD adalah saat isi perut naik kembali ke kerongkongan. Hal ini dapat menyebabkan sensasi terbakar yang menyakitkan yang disebut heartburn. Nyeri bisa terjadi saat kamu menelan atau setelah mengunyah makan.

Gejala GERD lainnya, yaitu: 

  • Mual atau muntah. 
  • Kesulitan menelan (disfagia).
  • Gumoh atau Muntah.
  • Merasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan. 
  • Bau mulut

GERD dapat terjadi ketika otot seperti cincin yang menghubungkan esofagus ke perut (sfingter) melemah. Kondisi ini memungkinkan asam lambung atau makanan mengalir balik dari perut ke kerongkongan.

Beberapa faktor risiko potensial yang menyebabkan kamu terkena GERD meliputi:

  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. 
  • Minum obat tertentu, seperti antihistamin, golongan penghambat saluran kalsium, dan obat asma. 
  • Kehamilan. 
  • Merokok. 
  • kebiasaan setelah makan langsung tidur atau rebah.

Esofagitis

Esofagitis adalah peradangan pada esofagus atau kerongkongan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan luka, jaringan parut, atau penyempitan esofagus yang parah. Kondisi ini dapat membatasi seberapa baik esofagus berfungsi.

Esofagitis dapat menyebabkan nyeri dada saat menelan. Gejala tambahan yang sering muncul yaitu: 

  • Nyeri lambung.
  • Makanan tersangkut di kerongkongan.
  • Gumoh atau muntah

Ada banyak kemungkinan penyebab esofagitis beberapa diantaranya akibat GERD, alergi, dan iritasi dari obat-obatan tertentu. 

Hernia hiatus 

Seperti dilansir dari laman Healthline, Hernia hiatus atau Hiatal hernia adalah kondisi ketika bagian atas lambung menonjol ke dada melalui celah pada diafragma.

Diafragma merupakan dinding otot yang memisahkan lambung dengan dada. Otot ini membantu mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Hernia hiatus terkadang dapat menyebabkan makanan atau asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Hal ini dapat menyebabkan nyeri di dada, seringkali setelah menelan atau saat makan. Gejala hernia hiatus lainnya dapat meliputi:

  • Kesulitan menelan. 
  • Gumoh atau muntah.
  • Dada terasa sesak. 
  • Sering sendawa
  • Rasa dada panas terbakar.
  • Perdarahan kerongkongan akibat iritasi. 

Hernia hiatus juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk perubahan terkait usia dan cedera. Ini dapat terjadi dari tekanan di dalam perut ke area tersebut karena batuk, muntah, atau mengejan saat buang air besar.

Striktur esofagus

Striktur esofagus adalah penyempitan esofagus atau kerongkongan akibat jaringan parut yang biasanya disebabkan penyakit GERD. Striktur ini sering menyebabkan naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan, sehingga dapat menyebabkan iritasi dan nyeri.

Gejala yang mungkin terjadi ketika kamu mengalami striktur esofagus, yaitu: 

  • Kesulitan menelan, terutama makanan padat.
  • Nyeri menelan
  • Mulut terasa pahit
  • Gumoh atau muntah
  • Merasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. 

Faktor resiko yang dapat menyebabkan striktur esofagus, diantaranya paparan jangka panjang esofagus oleh cairan asam lambung, cacat bawaan lahir, penggunaan obat-obatan anti nyeri berkepanjangan, trauma akibat operasi atau radiasi, menelan bahan kimia korosif, infeksi dan kanker.

Gangguan motilitas esofagus primer 

Biasanya, kerongkongan berkontraksi untuk mendorong makanan yang telah dimakan ke dalam perut. Gangguan motilitas esofagus terjadi jika kontraksi ini tidak teratur atau tidak ada.

Akibat kontraksi tidak terkoordinasi, gangguan motilitas esofagus primer ini dapat menyebabkan nyeri dada saat menelan makanan. Dalam beberapa kasus, nyeri ini bahkan dapat disalahartikan sebagai nyeri jantung.

Gejala lain yang umumnya dirasakan saat kamu mengalami gangguan motilitas esofagus primer, yaitu: 

  • Kesulitan menelan.
  • Gumoh atau muntah.
  • Merasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan. 

Robekan esofagus

Robekan esofagus, atau perforasi, terjadi jika ada lubang di esofagus. Kondisi ini berpotensi mengancam nyawa. Gejala utamanya adalah nyeri di tempat lubang berada, yang biasanya terlokalisasi di dada atau leher. Kamu juga akan merasakan sakit dan kesulitan menelan. 

Baca juga: Moms, Mungkin Ini Penyebab Nyeri Dada yang Dialami si Kecil!

Cara mengobati nyeri dada saat menelan makanan 

Menurut penjelasan dari laman Healthline, terdapat dua cara untuk mengatasi nyeri dada saat menelan makanan yaitu dengan perawatan medis dan alami: 

Perawatan medis

Perawatan yang diresepkan dokter untuk nyeri dada saat menelan akan bergantung pada kondisi spesifik yang menyebabkannya. Tergantung pada diagnosis, dan umumnya dokter meresepkan beberapa obat: 

  • Penghambat H2, yang mengurangi jumlah asam lambung yang dihasilkan. 
  • Penghambat pompa proton, yang menghalangi produksi asam lambung.
  • Obat-obatan untuk membantu mengendurkan otot-otot kerongkongan, seperti nitrat atau penghambat saluran kalsium. 
  • Obat steroid untuk mengobati peradangan yang berhubungan dengan esofagitis. 
  • Antidepresan trisiklik untuk membantu meringankan rasa sakit di kerongkongan.
  • Antibiotik atau antijamur untuk mengobati infeksi.

Prosedur

Beberapa contoh prosedur yang dapat membantu mengobati nyeri dada saat menelan meliputi:

Pelebaran

Prosedur ini dilakukan bertujuan untuk melakukan pelebaran pada esofagus, sebuah tabung dengan balon kecil diarahkan ke kerongkongan. Balon kemudian diperluas untuk membantu membuka kerongkongan.

Injeksi toksin botulinum

Suntikan toksin botulinum ke kerongkongan dapat membantu mengendurkan otot-otot kerongkongan dengan cara menghambat impuls saraf.

Penempatan stent

Dalam kasus striktur esofagus yang parah, tabung sementara yang dapat diperluas yang disebut stent dapat ditempatkan untuk membantu menjaga esofagus tetap terbuka.

Perawatan mandiri secara alami

Selain perawatan yang diresepkan dokter, ada juga langkah-langkah yang dapat kamu lakukan di rumah untuk membantu meringankan gejala nyeri dada saat menelan: 

  • Minum obat untuk meredakan gejala GERD.
  • Identifikasi makanan yang memicu gejala dan hindari melakukan diet. 
  • Batasi jumlah kafein dan alkohol yang kamu konsumsi.
  • Atur pola makan menjadi lebih sering dalam porsi kecil, dan hindari makan setidaknya 2 jam sebelum tidur.
  • Pastikan untuk tidak membungkuk atau berbaring setelah makan.
  • Tinggikan kepala sekitar 6 inci jika mulas mengganggu kondisi perut di malam hari.
  • Kenakan pakaian longgar yang mengurangi tekanan pada perut. 
  • Berhenti merokok.

Jika kamu merasakan gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan di atas, segeralah konsultasi ke dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctordi sini!

Reference
  1. Healthline.com (2019) diakses pada 9 Maret 2021. What Could Be Causing the Pain in Your Chest When You Swallow?
  2. Medicalnewstoday.com (2021) diakses pada 9 Maret 2021. What causes pain in the chest when swallowing? 
    register-docotr