Info Sehat

Ingin Membuat Tato Permanen? Cari Tahu Dulu Yuk Efek Samping dan Risikonya untuk Kesehatan

April 3, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Jika kamu berpikir untuk membuat tato permanen, sebaiknya ketahui dulu risiko dan efek samping yang mungkin terjadi.

Walaupun kamu bekerja sama dengan seniman pembuat tato yang handal dan memiliki reputasi yang bagus, tetapi tetap saja ada risiko dan efek samping yang bisa muncul setelah proses pembuatan tato. 

Tato permanen

Dilansir dari Medical News Today, sebuah survei pada 2017 di Amerika Serikat menunjukkan 40 orang berusia 18 hingga 69 tahun, memiliki setidaknya satu tato. 

Sementara 1 dari 4 orang, memiliki beberapa tato dan 19 persen lainnya berpikir untuk membuat tato. 

Membuat tato memang nampak mudah. Kamu tinggal memilih gambar dan seniman akan membuatkan tato tersebut di bagian tubuh yang kamu inginkan. 

Kemudian seniman tato akan menggunakan mesin dengan jarum berisi pigmen pewarna untuk membuat gambar yang kamu inginkan. Menggunakan mesin genggam, jarum akan menembus kulit dan memasukkan tetesan tinta kecil. 

Proses tersebut akan dilakukan berulang hingga gambar yang diinginkan selesai dibuat. Pembuatan tato ini umumnya akan menimbulkan nyeri ringan dan sedikit perdarahan. Tapi di balik itu semua mungkin saja muncul beberapa efek samping. 

Efek samping pembuatan tato permanen

Ketika jarum menembus kulit, berarti akan ada luka di permukaan kulit, yang memungkinkan infeksi dan komplikasi terjadi. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai efek samping yang mungkin terjadi setelah pembuatan tato permanen. 

Infeksi kulit

Setelah proses pembuatan tato selesai, umumnya luka ringan bekas jarum yang menembus kulit akan pulih dan menghasilkan seni yang indah. 

Tetapi jangan lupa, luka terbuka bisa menyebabkan infeksi. Selain kemungkinan masuknya bakteri penyebab infeksi, air yang dicampurkan dengan tinta bisa tidak steril. Itu juga dapat menyebabkan infeksi. 

Infeksi kulit akibat pembuatan tato permanen biasanya rentan terjadi di 2 minggu pertama. Jika mengalaminya, akan muncul gejala seperti kemerahan, gatal dan keluar cairan. Area yang ditato juga akan terlihat bengkak. 

Jika dibiarkan, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan demam. Serta dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah dan berkelanjutan. 

Reaksi alergi

Tinta yang digunakan dalam pembuatan tato bisa memicu reaksi alergi, terutama jika mengandung plastik. Dan menurut Mayo Clinic, tinta berwarna merah, kuning, biru dan hijau cenderung menyebabkan alergi. 

Jika mengalami reaksi alergi, kamu akan mengalami ruam merah di kulit yang telah ditato, gatal dan mungkin terjadi pembengkakan. 

Selain tinta dapat menjadi pemicu alergi, tinta juga dapat menimbulkan reaksi lain. Ini tergantung dari kandungan pigmennya. Tapi umumnya berpotensi menyebabkan:

  • Granuloma: Benjolan merah di sekitar tato
  • Reaksi lichenoid: Bercak kulit gatal seperti pada lichen planus
  • Reaksi pseudolymphomatous: Melibatkan nodul dan plak ungu atau merah

Jaringan keloid

Keloid adalah bekas luka yang timbul lebih dari permukaan kulit yang seharusnya. Karena pembuatan tato menyebabkan luka pada kulit, maka mungkin menimbulkan bekas luka keloid pada beberapa orang. 

Bermasalah dengan Magnetic resonance imaging (MRI)

Jika suatu saat setelah memiliki tato kamu harus melakukan pemeriksaan MRI, bersiap-siaplah. Karena tato akan bereaksi dengan tes MRI. 

Usai MRI, pemilik tato cenderung mengalami efek samping seperti gatal dan bengkak. Tetapi efek ini akan hilang dengan sendirinya. 

Reaksi itu akan lebih mungkin terjadi jika kamu membuat tato dengan tinta berkualitas rendah atau jika tato sudah lama dibuat. 

Penularan penyakit

Saat ini penggunaan jarum steril sudah dilakukan oleh seniman tato. Karena itu pastikan kamu membuat tato di tempat yang terpercaya. 

Karena jika tidak, bisa saja pembuat tato menggunakan jarum yang tidak steril. Di mana hal tersebut dapat meningkatkan risiko penularan sejumlah penyakit seperti HIV, Hepatitis C dan methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Menyembunyikan kanker kulit

Terakhir, yang mungkin terjadi jika memiliki tato permanen adalah menyembunyikan kondisi kanker kulit. Karena tato dapat menutupi gejala kanker kulit seperti tahi lalat, bercak merah dan tanda lain yang terkait masalah kulit mungkin tidak terdeteksi karena adanya tato. 

Itu tadi beberapa risiko dan efek samping yang bisa saja terjadi saat kamu membuat tato permanen. Jika ingin membuat tato, pastikan kamu memahami risikonya dan jika tetap ingin membuatnya, pilihlah seniman tato yang terpercaya. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 1 April 2021
What Are the Risks of Getting a Tattoo?
Medical News Today, diakses 1 April 2021
How to tell if a tattoo is infected
Mayoclinic, diakses 1 April 2021
Tattoos: Understand risks and precautions

    register-docotr