Info Sehat

Hari Valentine: Jika Kamu Lagi Jatuh Cinta, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan

February 11, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bulan Februari identik dengan kata kasih sayang. Umumnya orang mengaitkannya dengan Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari ini.

Padahal menunjukkan kasih sayang pada orang tercinta tak hanya bisa dilakukan pada momen tersebut, lho.

Justru kamu bisa menunjukkannya kapan saja, karena ternyata hal ini bisa memberi manfaat kesehatan yang begitu banyak bagi tubuhmu. Mau tahu apa saja? Mari simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Studi Buktikan Stres Bisa Picu Obesitas, Apa Kaitannya?

Memunculkan perasaan gembira

Jatuh cinta akan membuat kamu merasa bahagia saat memikirkan atau menghabiskan waktu bersama orang yang disayangi. Kira-kira, kenapa bisa begitu, ya?

Ternyata jika ditelusuri lebih jauh, ini berkaitan erat dengan reaksi otak ketika menghasilkan hormon dopamin.

Ya, perasaan jatuh cinta akan memicu tubuh melepaskan hormon tersebut, lalu membuat kamu menjadi lebih bersemangat dan mengalami kebahagiaan yang intens.

Jarang pilek

Dilansir dari Webmd, para peneliti di Carnegie Mellon University menemukan fakta bahwa orang yang menunjukkan emosi positif cenderung tidak sakit setelah terpapar virus flu.

Penelitian yang diterbitkan dalam Psychosomatic Medicine tersebut, membandingkan orang yang bahagia dan dipenuhi rasa cinta, dengan mereka yang tampak cemas, cenderung mengambil sikap bermusuhan, atau depresi.

Mengurangi risiko stres dan depresi

Sejak dulu rasa cinta lekat dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah. Penyebabnya, saat jatuh cinta, tubuh akan menghasilkan hormon oksitosin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati.

Penelitian tahun 2010 juga menunjukkan bahwa orang lajang mungkin memiliki tingkat hormon kortisol penanda stres yang lebih tinggi, daripada orang yang berkomitmen pada sebuah hubungan.

Pernikahan yang dipenuhi rasa cinta juga diketahui dapat mengurangi risiko depresi baik pada pria maupun wanita.

Bahkan yang lebih menarik lagi adalah, disebutkan juga bahwa pernikahan berkontribusi pada penurunan konsumsi alkohol berat dan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan dewasa muda.

Baik untuk kesehatan jantung

Dilansir dari Medicalnewstoday, sebuah penelitian menunjukkan bahwa berada dalam hubungan yang memuaskan memiliki nilai plus. Salah satunya, dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup setelah operasi bypass untuk penyakit jantung.

Hubungan yang bahagia mampu mendorong pasangan yang ada di dalamnya untuk berperilaku sehat, seperti berhenti merokok dan menjaga kebugaran.

Pasangan yang kerap melakukan kontak sosial dan fisik secara hangat juga diketahui memiliki detak jantung yang lebih rendah. Selain itu, tekanan darah yang lebih rendah, dan peningkatan detak jantung yang lebih kecil.

Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan kasih sayang dengan pasangan yang suportif dapat berkontribusi pada kesehatan jantung yang lebih baik.

Baca juga: Impotensi di Usia Muda Ganggu Aktivitas Seks, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Memperpanjang usia

Rasa cinta juga bisa membantu seseorang memiliki peluang umur yang lebih panjang. Hal ini salah satunya ditunjukkan oleh penelitian tahun 2011 yang membandingkan tingkat kematian orang lajang, dengan orang yang telah menikah.

Hasilnya ditemukan bahwa orang lajang memiliki risiko kematian dini yang jauh lebih tinggi yakni 24 persen, dibandingkan orang yang terikat dalam sebuah pernikahan.

Sebuah studi tahun 2012 terhadap 225 orang dewasa yang menjalani pencangkokan bypass arteri koroner juga menemukan bukti yang serupa.

Di situ disebutkan bahwa orang yang menikah saat menjalani operasi ini memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar untuk tetap hidup selama 15 tahun kemudian.

Meredakan rasa sakit

Saat sakit mungkin kamu akan merasa lebih baik jika bertemu dengan orang yang dicintai. Ternyata ini bukan hanya ada dalam imajinasi, tapi kaitannya memang telah terbukti secara ilmiah.

Menurut sebuah studi kecil tahun 2010 yang mengamati 15 orang dewasa dalam hubungan romantis, diketahui bahwa mereka melaporkan rasa sakit yang berkurang saat melihat foto pasangan mereka.

Penulis penelitian tersebut juga mencatat bahwa melihat foto pasangan dapat mengaktifkan sistem penghargaan otak, yang menunjukkan bahwa aktivasi ini dapat menurunkan persepsi rasa sakit.

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

 

15 Ways Love Affects Your Brain and Body, https://www.healthline.com/health/relationships/effects-of-love#body-effects diakses pada 10 Februari 2021

10 Surprising Health Benefits of Love, https://www.webmd.com/sex-relationships/features/health-benefits#1 diakses pada 10 Februari 2021

The power of love: how relationships benefit body and mind, https://www.medicalnewstoday.com/articles/289386#Put-a-little-love-in-your-heart diakses pada 10 Februari 2021

    register-docotr