Info Sehat

Mengenal Fungsi Kaporit dan Efeknya Bagi Perenang

June 30, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Jika salah satu hobi kamu adalah berenang, maka kamu sudah tidak asing dengan bau kaporit yang tercium dari kolam renang. Meski begitu, ada saja orang yang belum mengetahui apa itu kaporit dan apa fungsi kaporit di kolam renang.

Kaporit atau kalsium hipoklorit adalah senyawa kimia yang umumnya berbentuk serbuk atau tablet. Saat dilarutkan akan bereaksi dengan kandungan lain di air, seperti urine atau keringat. Reaksi ini akan menjadi gas klorin dan menimbulkan bau kaporit.

Lalu apa fungsi kaporit di kolam renang?

Seperti yang sudah disebutkan, kaporit berfungsi untuk menjernihkan air. Selain itu kaporit juga berfungsi sebagai desinfektan dan membunuh bakteri pada air kolam renang.

Jika kaporit digunakan dengan takaran yang tepat bisa melindungi perenang dari bakteri atau kuman yang bisa menyebabkan masalah seperti diare atau masalah pada telinga.

Karenanya penting untuk selalu menjaga kondisi air kolam renang sesuai dengan konsentrasi yang aman. Karena jika penggunaan kaporit berlebihan, maka akan berpengaruh juga pada hasil reaksi klorin.

Klorin yang berlebihan dapat memberikan efek buruk bagi orang yang terpapar langsung olehnya.

Dampak kaporit bagi tubuh

Masalah pernafasan

Mendesinfeksi air kolam renang dapat menyebabkan sejumlah efek yang tidak diinginkan. Salah satunya dapat memengaruhi kesehatan pernapasan.

Dilansir dari artikel Webmd, para peneliti merekomendasikan para perenang menggunakan kolam dengan konsentrasi klorin di bawah 0,5 parts per million (PPM) untuk mengurangi risiko masalah pernapasan.

Iritasi mata

Iritasi mata adalah keluhan yang seringkali terjadi saat berenang atau setelahnya. Memang bukan hal baru, jika air kolam renang yang telah dijernihkan dengan kaporit terasa perih jika masuk ke mata.

Mata akan berair dan terlihat merah saat kamu keluar dari kolam renang. Karena itu, sebagai solusi agar tetap bisa berenang adalah menggunakan kacamata khusus berenang.

Namun jika enggan menggunakan kacamata renang, kamus bisa menyiapkan obat tetes mata untuk mengatasi iritasi mata ringan. Gunakan setelah kamu selesai berenang.

Iritasi kulit

Penggunaan kaporit bisa menyebabkan terjadinya iritasi kulit. Jika kulit terpapar air yang telah diberi kaporit bisa menjadi gatal, kering dan juga menimbulkan ruam. Pada kasus yang parah, iritasi kulit karena klorin bisa menyebabkan bengkak atau membuat kulit mengeras.

Namun tidak semua perenang mengalami iritasi kulit. Biasanya, yang yang mengalami iritasi adalah orang dengan sistem kekebalan tubuh yang “siaga”. Di mana sistem kekebalan tubuh akan mengidentifikasi klorin sebagai benda asing yang harus dilawan.

Jika kamu memiliki kulit yang sensitif dan timbul ruam, kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan krim hidrokortison. Kamu juga bisa menggunakan sabun mandi atau krim pelembab kulit yang dirancang khusus untuk menenangkan kulit setelah berenang.

Kerusakan pada rambut

Bukan cuma kulit, tapi rambut juga bisa merasakan efek negatif dari penggunaan kaporit. Karena rambut akan terasa lebih kering dan kehilangan kelembaban alaminya.

Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya gunakan minyak rambut sebelum berenang atau menggunakan topi khusus berenang untuk melindungi rambut dari paparan air kolam renang.

Masalah pencernaan

Menelan air yang telah didesinfektan menggunakan kaporit dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan. Ada yang mengalami mual dan juga sakit kepala. Atau ada juga yang mengeluhkan masalah gastrointestinal lainnya.

Gejala lain yang mungkin juga dirasakan adalah rasa tidak enak pada tenggorokan dan menyebabkan muntah. Muntahan tersebut akan cenderung berbau kaporit.

Merusak gigi

Klorin adalah salah satu penyebab utama terjadinya perubahan warna pada gigi dan banyak orang tidak menyadarinya. Salah satu tempat yang paling memungkinkan gigi terpapar klorin adalah kolam renang.

Kondisi klorin yang berlebih memungkinkan untuk mengubah warna gigi menjadi kecoklatan, jika kamu membiarkannya masuk ke mulut. Selain itu, klorin juga akan menghalangi fungsi air liur untuk membersihkan mulut.

Kabar buruknya lagi, terpapar klorin bisa mengikis lapisan enamel gigi. Jika terpapar dalam waktu yang berkepanjangan, dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif.

Gigi sensitif dapat mengarah ke penyakit lainnya, seperti penyakit jantung. Karenanya usahakan untuk tidak memasukan air kolam renang ke dalam mulut, demi menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Demikian beberapa efek dari penggunaan kaporit jika melebihi batas aman. Kini kamu bisa melakukan pencegahan seperti yang telah dijelaskan, agar terhindar dari kemungkinan efek negatif air kolam renang.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline diakses 25 Juni 2020 What Is a Chlorine Rash, and How Is It Treated? 
  2. Webmd diakses 25 Juni 2020 Chlorine in Pools May Cause Breathing Trouble 
  3. Livescience diakses 25 Juni 2020 What Does Chlorine Really Do to Your Body?
  4. Guardiandirect diakses 25 Juni 2020 How does chlorine in pools affect my teeth? 
    register-docotr